Politik uang oleh sebagian besar politisi masih diyakini sebagai cara paling instan dan realistis mendapatkan suara masyarakat.

Politik uang oleh sebagian besar politisi masih diyakini sebagai cara paling instan dan realistis mendapatkan suara masyarakat.

 

Oleh : Akhdiansyah, S.Hi** 

POLITIK uang di setiap perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) terutama Pemilu Legislatif sudah lumrah terjadi dan biasa disaksikan berlangsung di tengah masyarakat. Politik uang oleh sebagian besar politisi masih diyakini sebagai cara paling instan dan realistis mendapatkan suara masyarakat.

Politik uang masih tetap tumbuh subur, karena sebagian besar Caleg partai Politik (Parpol) yang ikut dalam setiap kontestasi Pemilu legislatif masih didominasi Caleg yang muncul secara instan, karena permainan uang, bukan berdasarkan latar belakangan dan pengalaman.

Rekrutmen Caleg yang dilakukan secara serampangan turut serta mendukung banyaknya bermunculan Caleg karbitan yang terbiasa memainkan politik uang.

Termasuk prilaku sebagian masyarakat yang cenderung pragmatis setiap suksesi Pemilu Legislatif berlangsung, karena kurangnya pendidikan politik. Uang masih menjadi alasan memilih calon legislatif (Caleg) daripada program kerja dan gagasan perubahan ditawarkan, tidak peduli rekam jejak, kapasitas dan pengalaman Caleg bersangkutan.

BACA JUGA  Jelang Pilkada , Pihak KPU Indramayu Siapkan Protkes Demi Keamanan Bersama

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA

BACA JUGA  Relawan Letho Papua Juga Didukung Hendrik Yance Udam Masuk Kabinet Jokowi, Sebagai Wakil Orang Papua