(Pengajian Ta’lim) Ilmu Hal Paling Utama Untuk Dipelajari

banner post atas

Pengajian Ta’lim adalah pembelajaran yang dibimbing langsung oleh Ketua PW DKI H.Muslihan Habib, SS, M.Ag satu kali dalam seminggu, memberikan pencerahan bagi Santri Ponpes NW Jakarta setiap malam senin, dengan menggunakan kitab rujukan ta’limul Mutaallim.

 

Salah satu dari tujuan pengajian ta’lim adalah membentuk Santri supaya memiliki kemampuan tentang bagaimana cara menuntut ilmu yang benar, bagaimana mendapatkan ilmu yang banyak, berkah dan bermanfaat, serta bagaimana menghormati guru, orang tua, dan ilmu.

Iklan

Dalam pelajaran ta’limul Mutaallim tadi malam (28/10/2019), H. Muslihan Habib, SS. M.Ag menjelaskan tentang hidup yang tidak terbimbing dengan ilmu pengetahuan tidak terarah, karena ilmu itu sebagai penunjuk arah kemana kita akan berjalan. Ketika tidak memiliki ilmu, berarti akan salah jalan, dan orang yang salah jalan pasti akan tersesat. Maka tuntutlah ilmu dan janganlah malas. Kalaupun ada rasa malas, itu hal biasa bagi pelajar. Sebenarnya, kalau disadari, bahwa rasa malas yang kita rasakan adalah batu loncatan untuk menuju kepada posisi yang lebih baik. Karena salah satu cara untuk naik menuju kelas berikutnya adalah ujian, dan rasa malas merupakan salah satu ujian yang harus dilalui untuk menjadi lebih baik.

Lebih lanjut beliau menjelaskan tentang ilmu yang utama untuk dipelajari. ” Sebaik-baik ilmu adalah ilmu hal, dan Sebaik-baik perbuatan adalah menjaga etika.” Ilmu hal adalah ilmu yang utama untuk dipelajari, karena menyangkut tentang hal pokok dalam kehidupan. Bagaimana kita bisa melaksanakan kewajiban, kalau tidak tahu ilmunya.

Maulid syahid selaku Santri Ponpes NW Jakarta, menjelaskan kesimpulan pengajian pelajaran ta’limul mutaallim tadi malam ” Ilmu itu sangat penting bagi kehidupan, karena perbuatan tampa ilmu tidak terarah seperti orang yang tidak tahu jalan, pasti akan tersesat. Semua ilmu itu dipelajari, tapi yang paling utama adalah ilmu hal, yakni ilmu yang diperlukan sehari-hari. Contohnya ilmu shalat, ilmu masak, ilmu menjahit, ilmu mandi dan lain-lain dari ilmu yang kita perlukan sehari-hari.” terangnya.

BACA JUGA  TGB Muhammad Zainul Majdi Hadiri Pembentukan Gugus Tugas Pemuka Agama Oleh BNPT

Mengabaikan perkara yang menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari adalah kesalahan besar. Karena bagaimana mungkin amal akan diterima kalau dalam mengerjakannya asal-asalan, tidak didasari dengan ilmu yang terkait dengan apa yang dilakukan. Begitu pula aktivitas yang terkait dengan perkara mubah dan sunnat. Untuk mendapatkan pahala dihadapan allah, dalam pelaksanaannya harus didasari dengan ilmunya.