Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Siap Membantu Aparat Memberantas Paham Radikalisme

Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Siap Membantu Aparat Memberantas Paham Radikalisme

Diskusi kali ini sangat menarik karena lansung dihadiri oleh Kombes pol Rosidy dari densus yang sengaja di undang LPOI untuk mendengarkan pemaparan dan menyamakan visi misi mengenai teroris dan gerakan radikalisme lainnya yang akhir-akhir ini mulai marak lagi pasca penusukan pulhukam Wiranto dalam tugas negara mengahdairi acara ormas Mathla’ul Anwar di menes Serang Banten.

“Gerakan radikalisme, terorisme dll yang bermaksud menciptakan mengubah Pancasila tidak bisa dibiarkan, dalam memahami gerakan mereka ini adalah siapa saja baik individu maupun kelompok yang melakukan kekerasan intoleran memaksakan kehendak yang bertentangan dengan Pancasila adalah bagian dari gerakan mereka yang bermaksud menjadikan negri kita kacau melawan pemerintah yang sah. Gerakan model ini harus kita cegah bersama. Karena terorisme adalah musuh kita semua.” Demikian Kombes Rosidy sampaikan kepada perwakilan ormas Islam yang hadir semua yang berjumlah empat belas di markas LPOI jln.Keramat VII Jakarta Pusat. Selasa, 8/10/19.

Sementara sekjen LPOI memberikan dukungan kepada Polisi untuk menangkap siapa saja yang melakukan propaganda kebencian atas nama agama ” Polisi harus tegas untuk menangkap siapapun yang diidentifikasi melanggar karena saat ini teror bukan hanya melakukannya di lapangan semisal bom bunuh diri dll, tapi juga melakukan propaganda, hujatan, menentang pemerintah yang sah adalah bagian dari teror sekalipun berkedok jubah agama. Sebab Agama tidak mengajarkan propaganda saling hujat, menjelekkan kelompok lain. Agama mengajarkan kasih sayang. Inilah ajaran Pancasila.” Demikian Sekjen LPOI samapaiakan dukungan kepada aparat kemanan.

Menurut pandangan ormas Nahdatul wahton.” Pergolakan pemikiran tentang bentuk negara yang kembali diangkat dipermukaan saat ini seperti model khilafah, aliran Sunni, siah, Wahabi, liberal dsb. Semua perdebatan ini dulu juga dialami oleh fonding father kita dan semua itu sudah final dengan lahirnya Pancasila sebagai falsafah Nagara kita yang menjadi kitab jalan haluan bernegara. Jikalau kemudian hari ini, diperdebatkan lagi hendaknya semua anak bangsa kembali belajar sejarah, agar memahami betapa agungnya Pancasila yang sudah menyatukan kita sehingga NKRI harus tegak utuh sepanjang zaman. Pancasila digali dari rahim bangsa sendiri yang harus terus kita jaga bersama. Cukuplah timur tengah menjadi contoh saat ini sekalipun berwajah berabaju gamis tapi mereka terus dihantui peperangan antara saudara mereka sendiri. Artinya agama harus wujud dalam perilaku yang penuh cinta kasih bukan sekedar kesing.” Demikian Samianto Nahdatul Wahton uraikan.

BACA JUGA  Kantor DPRD NTB Di Kepung 10.000 Massa Pro BIL Menjadi BIZAM.
BACA JUGA  Selama Covid-19 Angka Gugat Cerai Menurun Tajam Di Lombok Timur.

Disepakati ke depan harus ada upaya kerjasama yang berkelanjutan untuk mengikis habis paham-paham intoleran ini sehingga sebagian anak bangsa yg sudah terpapar segera kita selamatkan kembali ke ajaran Pancasila yang penuh damai moderat saling asih asah dan asuh yang merupakan jati diri bangsa. Demikian Sekjen sampaikan ditutup dengan penyerahan cendra mata LPOI kepada Kombes Rosidy dan foto bersama.(smy)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA