Banyak terlihat pada kehidupan nyata di dunia ini, para istri seolah seperti kepala keluarga, mengatur suami, bahkan membentak dan memarahi suaminya.
Yang paling menyedihkan adalah ketika para suami tidak pernah dihargai oleh isterinya. Apapun yang dilakukan suami dipandangnya perbuatan rendahan, lantaran kebaikan yang dilakukan suami tidak mendatangkan banyak uang untuknya.
Yang paling parah adalah saat suami berusaha rajin shalat, mengaji dan mengajarkan agama Allah kepada orang lain, lalu dari apa yang dilakukan oleh suaminya belum mendatangkan uang yang banyak untuknya sehingga membuatnya marah dan mengatakan “ngaji melulu, shalat melulu nggak ada uang nya”, padahal disamping ngaji dan shalat, suaminya bekerja semaksimal mungkin.
Keadaan yang lebih memprihatinkan bagi para istri adalah saat dia sudah memiliki sifat seperti apa yang ada pada makna hadits ini ” Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu”.
Perempuan yang terlalu banyak melihat atas terhadap kehidupan duniawi biasanya sulit bersyukur, menganggap seberapapun yang diberikan oleh suaminya sedikit dan bernilai kecil. Jangankan suami memberikan uang sedikit, uang yang banyak pun akan terlihat dan terasa sedikit baginya. Nauzubillahi Mindzalik.
Bukankah dalam masalah dunia agama mengajarkan kita untuk memandang yang lebih rendah dari kita dan pada masalah akhirat agama memerintahkan kita untuk memandang yang lebih baik dan lebih tinggi levelnya dari kita.
Sadarlah wahai para istri, seberapa pun besar uang yang diberikan oleh suamimu, itulah Rizki titipan Allah untukmu. Berusahalah untuk menghargai suamimu, karena mereka para suami adalah salah satu kunci surga yang Allah taruh untukmu. Jagalah perasaan suami jangan sampai tersakiti, karena yang demikian itu bisa menjauhkan ridhanya kepadamu.
Wahai para istri, sadarlah anda, bahwa kebanyakan perempuan masuk neraka gara – gara tidak bisa menghargai suami dan tidak bisa menghargai kebaikan. Penjelasan ini dapat kita temukan pada kumpulan hadits Sahih Bukhari pada No. Hadist: 28. Berikut teks haditsnya.
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ قِيلَ أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ قَالَ يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الْإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Zaid bin Aslam dari ‘Atho’ bin Yasar dari Ibnu ‘Abbas berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita. Karena mereka sering mengingkari”. Ditanyakan: “Apakah mereka mengingkari Allah?” Beliau bersabda: “Mereka mengingkari pemberian suami, mengingkari kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: ‘aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu”.
Muhammad Fathi





