Sinar5news -Jakarta- Dimotori ketua DKM dan Imam besar Mushalla dalam SIMPONI kerjasama gotong royong. Pengurus DKM bahu membahu membuat kolam Lele dengan ukuran panjang 5 meter kedalaman 80 Cm lebar 1 meter. Siap menampung 1000 ekor Lele rampung dalam satu hari. Menambah khazanah keindahan pemandangan lingkungan Mushalla.
Pembuatan kolam lele berkobar dimulai Ahad pagi sejak pukul 07.00 – 17.30.wib. seiring dengan semangat kemerdekaan yang diinspirasi oleh semangat kolaborasi bersama tanggung jawab sosial lingkungan dan atau CSR BUMN khususnya PLN EG.
Di sela azan yang meneduhkan,
air di kolam berdesir pelan,
bukan sekadar wudhu yang ditampung,
tapi rezeki yang sedang diasuh.
Mushalla Baiturrahman tak hanya jadi tempat sujud. Ia berubah jadi ladang harapan. Di halaman yang dulu kosong,
kini akan hidup ratusan lele berenang, menuliskan kisah baru tentang mandiri.
Mereka bilang ketahanan pangan itu urusan besar, urusan negara, urusan kebijakan. Tapi di sini, Baiturrahman membuktikannya dengan cara kecil:
ember, kolam terpal, pakan yang dihitung, dan tangan-tangan jamaah yang mau belajar.
Budidaya lele dipilih bukan tanpa alasan. Ikan yang kuat, cepat besar, dan murah. Cocok untuk perut warga, cocok untuk kantong warga. Panen pertama jadi lauk bersama, panen berikutnya dijual, hasilnya muter lagi untuk bibit, untuk mushalla, untuk anak-anak ngaji.
Yang paling indah bukan ikannya.
Tapi maknanya: Bahwa iman dan ikhtiar bisa satu kolam. Bahwa setelah shalat, kita juga diajari menanam masa depan.
Bahwa mushalla bukan hanya menunggu sedekah, tapi bisa menumbuhkan sedekah.
Baiturrahman mengingatkan kita,
ketahanan pangan tidak harus dimulai dari sawah hektar-hektaran.
Kadang cukup dari sepetak halaman,
dari niat berjamaah, dari lele-lele yang diam-diam mengajari kita tentang sabar dan tumbuh.
Di tengah harga kebutuhan yang naik-turun, inisiatif seperti ini adalah doa yang dikerjakan. Bukan retorika. Bukan wacana. Tapi air, pakan, dan kerja nyata, bukan hanya omon- omon.
Mudah-mudahan kolam ini terus luas.
Bukan hanya airnya, tapi juga inspirasinya. Agar mushalla-mushalla lain ikut jadi rumah, rumah ibadah, sekaligus rumah pangan.
DKM harapkan ” ke depan dapat dibina oleh PLN EG melalui dana program TJSL yang dimiliki untuk menambah pertumbuhan dan kemandirian tempat ibadah sebagai bentuk kepedulian ikut serta menjaga ketahanan pangan sukseskan program Astacita untuk Indonesia maju ” . Ujar ketua DKM H.Ngadino.( red )





