Hj. Martaniati,S.Sos :  Penyaluran BLT DD Di Kabupaten Lombok Timur, Capai 99 Persen

Hj. Martaniati,S.Sos :  Penyaluran BLT DD Di Kabupaten Lombok Timur, Capai 99 Persen

Sinar5news.com – Selong – Kepala Bidang Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj.Martaniati,S.Sos menyampaikan penyaluran Bantuan Langsung Tunai, Dana Desa (BLT-DD) sudah berjalan dengan baik karena penyalurannya mencapai 99 persen.

“Penyaluran BLT DD tahap I,II dan III tingkat Kabupaten Lombok Timur, berjalan dengan lancar dan sudah mencapai 99 persen, ada memang beberapa Desa yang belum menyalurkan BLT DD tahap III nya, hanya tinggal 5 Desa yang belum dari 254 Desa dan Kelurahan yang ada di Lombok Timur,” Ungkap Hj.Martaniati kepada Wartawan diruang kerjanya, Jumat (07/08/2020).

Ia juga membenarkan untuk BLT DD tahap berikutnya yakni untuk penyaluran bulan Juli,Agustus dan September  kembali akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 sebesar Rp.300 ribu per bulan.

“Untuk penyaluran dana BLT DD bulan Juli,Agustus dan September besarannya Rp.300.000, tetapi tentang berapa jumlah penerima BLT tersebut tergantung pada aturan Desa sesuai dengan hasil musyawarah ditingkat Desa. Artinya bisa saja jumlah penerima BLT DD bertambah atau berkurang, sesuai dengan hasil musyawarah ditingkat Desa,” Terangnya. 

Dikutif dari laman Sekertariat Kabinet RI Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merevisi kembali Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang Pengelolaan Dana Desa melalui PMK Nomor 50/PMK.07/2020 yang berlaku mulai tanggal 19 Mei 2020.

Revisi PMK tersebut bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan Bantuan Langsung Tunai Desa (BLT Desa).Total anggaran yang disiapkan untuk BLT Dana Desa naik dari Rp21,192 triliun menjadi Rp31,789 triliun.

BLT Desa diberikan kepada keluarga miskin atau tidak mampu di desa yang tidak menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako dan Kartu Pra Kerja selama 6 bulan. Sebelumnya, BLT Desa diberikan hanya 3 bulan.

Para Penerima BLT Desa

Jumlah dana yang diberikan sebesar Rp600.000,00 untuk 3 bulan pertama dan Rp300.000,00 untuk 3 bulan berikutnya. BLT Desa diberikan paling cepat mulai bulan April 2020.

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima total BLT Desa adalah sebesar Rp2.700.000,00 naik Rp900.000,00 dari aturan sebelumnya.

Dana Desa diprioritaskan untuk pelaksanaan BLT Desa sehingga Pemerintah Desa wajib menganggarkan dan melaksanakan kegiatan BLT Desa.

Bagi desa yang tidak menganggarkan atau melaksanakan kegiatan ini akan dikenakan sanksi berupa penghentian penyaluran Dana Desa tahap III tahun anggaran berjalan.

Sedangkan untuk desa berstatus mandiri dilakukan pemotongan Dana Desa sebesar 50% dari Dana Desa Tahap II tahun anggaran berikutnya.

Pengecualian sanksi diberikan apabila berdasarkan hasil musyawarah Desa khusus/musyawarah insedensial tidak terdapat calon keluarga PKH.

Dalam PMK baru ini, tidak ada batas maksimal pagu Dana Desa yang dapat digunakan untuk BLT. Dalam PMK sebelumnya, yaitu PMK 205/PMK.07/2019 batas maksimal Dana Desa untuk BLT sebesar 35%.

Selain itu, dalam aturan baru PMK No.50/PMK.07/2020 diatur pula relaksasi dan kemudahan-kemudahan yang diberikan kepada perangkat desa terkait dokumen persyaratan penyaluran dana desa, misalnya pada penyaluran tahap I dan II, tidak ada dokumen persyaratan yang harus disampaikan kepala desa kepada bupati/wali kota.

 

(Bul)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA