Menuju Akreditasi 2026, SMP Nahdlatul Wathan Jakarta Gelar Rapat Persiapan dan Bentuk Tim Dokumen

Menuju Akreditasi 2026, SMP Nahdlatul Wathan Jakarta Gelar Rapat Persiapan dan Bentuk Tim Dokumen

Menuju Akreditasi 2026, SMP Nahdlatul Wathan Jakarta Gelar Rapat Persiapan dan Bentuk Tim Dokumen

JAKARTA, sinar5news.com – Dalam rangka menyambut pelaksanaan akreditasi sekolah tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Agustus mendatang, SMP Nahdlatul Wathan Jakarta menggelar Rapat Persiapan Akreditasi pada Kamis (25/6/2026) pagi pukul 09.00 WIB. Rapat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan sekolah serta seluruh dewan guru guna menyatukan persepsi dan menyusun strategi matang demi meraih hasil terbaik.

Dalam pengarahannya, Kepala SMP Nahdlatul Wathan Jakarta H. M. Sarbini, S.Ag menekankan pentingnya persiapan sejak dini mengingat kuota akreditasi dari badan terkait yang terbatas. Diketahui, masa pengajuan dan pendaftaran ulang peserta akreditasi dibuka mulai saat ini hingga 31 Agustus 2026. Selanjutnya, tahapan akan diikuti dengan verifikasi pengajuan pada 1–3 Agustus, rekomendasi usulan pada 5 Agustus, keputusan hasil seleksi kuota pada 11 Agustus, serta visitasi lapangan yang diproyeksikan pada 18 Agustus hingga 4 September 2026.

Kepala sekolah beserta wakil kurikulum dan kesiswaan menyampaikan arahan dan motivasi untuk kesuksesan akreditasi

“Ini adalah langkah awal kita untuk mulai merencanakan program dan bergerak bersama. Kita dituntut untuk mempersiapkan diri dari segala aspek, terutama pemenuhan dokumen-dokumen wajib agar saat pelaksanaan visitasi nanti semua berjalan lancar dan mendapatkan hasil maksimal sesuai harapan kita semua,” ujarnya di hadapan para guru.

Untuk memudahkan proses pengumpulan, penyusunan, dan pengunggahan (upload) berbagai macam dokumen penting, pihak manajemen sekolah memutuskan untuk membagi tugas kepada dewan guru ke dalam tim-tim khusus. Tim ini bertanggung jawab penuh berdasarkan tiga komponen utama penilaian instrumen akreditasi, yaitu:

  1. Komponen Kinerja Pendidik dalam Mengelola Proses Pembelajaran: Berfokus pada penyusunan kesepakatan kelas, bukti pengelolaan perilaku murid secara positif, RPP/Modul Ajar dengan metode pembelajaran aktif, serta pengumpulan dokumentasi foto dan video pembelajaran.

  2. Komponen Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan dalam Pengelolaan: Berfokus pada tata kelola satuan pendidikan, pemenuhan serta optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana (sarpras) penunjang belajar, termasuk digitalisasi laboratorium dan administrasi perpustakaan.

  3. Komponen Iklim Lingkungan Belajar: Berfokus pada perumusan kebijakan/SOP sekolah inklusif yang aman dan nyaman, serta dokumentasi program keterlibatan guru, orang tua, dan murid demi menghadirkan lingkungan belajar yang positif.

Adapun komponen keempat, yaitu Hasil Belajar atau Lulusan, nantinya akan dinilai langsung oleh tim asesor melalui data sekunder pada Rapor Pendidikan sekolah.

Selain dokumen-dokumen di atas, sekolah juga tengah merapikan 6 dokumentasi wajib pra-akreditasi sebelum visitasi dimulai, di antaranya Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP/KOSP), Rencana Kerja Tahunan (RKT), Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), Kalender Pendidikan terbaru tahun ajaran 2026/2027, contoh perencanaan pembelajaran (RPP), serta foto/video lingkungan belajar sekolah.

Seluruh dewan guru yang telah didelegasikan ke dalam tiga komponen tersebut diberikan target waktu selama 2 (dua) bulan untuk merampungkan, memverifikasi, dan mengorganisasikan seluruh bukti fisik maupun digital. Melalui kerja sama yang solid dan persiapan yang terstruktur ini, SMP Nahdlatul Wathan Jakarta optimis dapat menunjukkan performa layanan pendidikan yang berkualitas objektif dan mempertahankan predikat terbaiknya. (Am/Red)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA