HIKMAH DIBALIK CERPEN (2) HATI-HATI DALAM BERBUAT Oleh : Abu Akrom

banner post atas

Pada tahun 1981 waktu kelas II SDN Sikur 03, Lombok Timur, NTB, saya mengalami sakit sekitar dua mingggu. Setelah agak baikan, saya mengisi waktu kosong dengan membuat mainan gasing dari kayu blandingan (ptek cina) ala Lombok. Maklum waktu itu mainan gasing termasuk mainan favorit bagi anak-anak dan kaula muda. Saya sendiri sangat suka bermain gasing dan suka pula membuatnya.

Dalam membuat gasing butuh konsentrasi dan imajinasi yang tinggi supaya hasilnya bagus, menarik dan enak dimainkan. Membuat gasing itu mesti menggunakan golok yang tajam untuk memudahkan dalam memotong kayu dan membentuknya sesuai selera.

Pada saat asyiknya memotong kayu, entah kenapa yang terpotong itu telunjuk kiri saya tepat ditengah-tengah yaitu dibagian sendi engsel. Ketika itu saya kaget luar biasa, darah keluar mengalir deras dan tulangnya terlihat putih. Beruntung tidak sampai putus, tapi yang aneh jari telunjuk kiri saya bengkok tidak bisa lurus. Setiap kali saya luruskan bengkok lagi, karena waktu itu masih kecil belum tahu cara mengatasinya. Akhirnya saya biarkan bengkok dan saya balut dengan kain seadanya supaya darah mampet.

Iklan

Sudah dua minggu lebih tidak sekolah, orang tua dan keluarga tidak ada yang saya kasih tahu, karena takut kenak marah. Dalam keadaan apapun saya berusaha menyembunyikan luka saya itu dengan kain sarung yang saya pakai.

Orang tua terutama bapak saya (Almarhum Amaq Mainah) sudah tidak sabar melihat saya di rumah terus dua minggu lebih tidak sekolah. Karena dipandang sudah sembuh dari penyakit akhirnya orang tua menyuruh saya sekolah, tapi saya tidak mau dengan alasan masih sakit. Karena saya menolak, lalu bapak saya memaksa dan sedikit marah. Sambil beliau memaksa dan mencoba untuk menarik saya agar siap-siap sekolah, ketika itulah saya berteriak sakit dan menunjukkan jari telunjuk saya yang luka parah dan dalam keadaan bengkok.

BACA JUGA  6 Fakta Unik tentang Mata yang Harus Kamu Tahu , Menarik !

Betapa orang tua dan keluarga kaget dengan hal ini, kemudian melaporkan kejadian ini ke sekolah. Akhirnya saya langsung dibawa ke BP (Balai Pengobatan) Sikur dibonceng menggunkan sepeda motor milik kepala sekolah. Langsung ditangani oleh mantri (petugas kesehatan) disana. Dibersihkan bekas luka yang agak bernanah, lalu diobati dengan baik dan diperban supaya cepat sembuh.

Hikmah dan pelajaran dari kejadian ini, agar saya dan para pembaca selalu berhati-hati dalam melakukan apa saja, terutama yang berhubungan dengan benda tajam, agar kita selamat dari sesuatu yang tidak diinginkan.

Andaikan tangan saya yang bengkok ini bisa diluruskan kembali, alangkah bahagianya, tetapi sudah terlambat dan tidak mungkin itu dilakukan.

Bekasi, 6 Syawwal 1441 H/29 Mei 2020 M