HADIAH SURGA DARI LEBAH (3) Oleh : Nurmila Sari, S.Pd, MM

banner post atas

MADU DAN LEBAH DALAM PERSPEKTIF AL QURAN

Dalam Islam, madu dan produk lainnya dikenal sebagai sebuah pelajaran bagi manusia yang mau berfikir, yakni tentang penciptaan lebah dan madu. Perhatikan firman Allah dalam Al Quran surah An Nahl 68-69 :

وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ .ثـُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Iklan

Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, ”Buatlah sarang di gunung- gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian, makanlah dari segala macam buah-buahan, lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu. Dari perut lebah itu, keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang yang berfikir “(QS Al-Nahl ayat 68-69 ).

Oleh karenanya, dalam ayat tersebut di atas, Allah SWT secara khusus memperkenalkan manfaat lebah dan produknya kepada umat manusia untuk digunakan sebagai penyembuh berbagai macam penyakit.

Jelas sekali ya ayatnya….. coba scroll lagi ke atas tentang madu dalam perpektif kimia yang sudah saya bold tulisannya, disitu jelas dikatakan bahwa kualitas madu ditentukan dari asal nektar, serta banyak sekali macam ragam jenis madu berdasar lingkungan lebah serta berdasar hasil penelitian dari bermacam sumber nektar madu juga menghasilkan khasiat yang beragam pula. Seperti halnya sering kita dengar tentang madu hutan, madu randu, madu kopi, madu kapas, dll pokoknya buanyaak sekali ragam madu serta khasiat yang diberikan.

Bahkan dalam sebuah hadis, Rasulullah mengatakan bahwa perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah, yang selalu makan dari sesuatu yang bersih, mengeluarkan hal hal yang bersih, selalu ke tempat-tempat yang bersih, dan tidak bersikap merusak, tidak mengganggu jika tidak diganggu. Jelas sekali Allah hendak menyampaikan melalui binatang yang mungil ini sebegitu indahnya kehidupan mereka, begitu teratur, rukun bekerjasama menghasilkan sesuatu yang baik dan segala hal tentangnya adalah toyib…. dan sangat memberikan manfaat yang besar. subhanallah…Indah sekali ya mengkaji lebah, ga salah kan kalau kita sebut hadiah dari surga…
So… end of discussion, kesimpulan kita pada materi kali ini adalah, jika kita cermati dari atas sampai bawah setidaknya ada delapan keajaiban yang dimilki oleh lebah antara lain :

1. Dari keragaman spesies dan habitatnya. Lebah madu terdiri dari beberapa spesies dengan ciri fisik dan “tempat mangkal” yang saling berbeda : ada Apis dorsata atau lebah hutan, yang disunda disebut odeng, dengan daerah penyebaran disekitar wilayah sub-tropis dan tropis Asia seperti Indonesia ( dari Sumatra sampai papua), Filiphina dan sekitarnya. Selain itu, Apis laboriosa yang bisa dijumpai didaerah pegunungan Himalaya.

BACA JUGA  Idgham (ادغام)

2. Dari sifat polimorfofismenya yang betul-betul bhineka. Setiap anggota koloni memiliki keunikan anatomis, fisiologis, dan fungsi biologis yang sangat berbeda. Selain ada betina yang kelak menjadi ratu (queen) dan jantan (drone ), ada juga kelompok lebah pekerja (worker bees), yang sebenarnya adalah lebah betina namun organ reproduksinya tidak berkembang sempurna. “Pencetakan” jenis kelamin ini sendiri telah disadari jauh-jauh hari, bahkan sejak masih dalam fase awal telur. Setelah kawin, lebah ratu akan mengelilingi sarang untuk mencari sel-sel yang masih kosong. Untuk mengeluarkannya sebutir telur, diperlukan waktu 0,5 menit. Setelah mengeluarkan 30 butir, sang ratu akan istirahat 6 detik untuk makan-diletakkannya didasar sel. Telur calon lebah pekerja disimpannya dibagian sel berukuran kecil, tutup yang rata, dan paling banyak jumlahnya. Sementara telur calon lebih jantan ditempatkan di sel yang ukurannya agak lebih besar, dengan tutup menonjol serta terdapat titik hitam di tengahnya. Ada pun telur calon ratu ditempatkan di sel paling besar, tak teratur dan bisanya terletak dipinggir sarang.

3. Dari sisi tatanan kehidupannya. Lebah merupakan insektisida sosial yang senantiasa hidup gotong royong dan saling ketergantungan. Pembagian tugas dan organisasinya sangat teratur, tertib, dan disiplin atas kesadaran sendiri untuk mencapai prestasi seoptimal mungkin sehingga kelangsungan dan kesanggupan membentuk koloni sangat kuat. Disamping ada tugas individual , misalnya lebah ratu tugasnya bertelur terus-menerus, lebah jantan mengawini ratu, sementara kelompok lebah pekerja menjaga dan memberi makan larva, membangun sel-sel baru dan memperbaiki yang lama, serta memproses nektar jadi madu. Ada juga tugas lain yang diemban secara bersama-sama, yaitu menjaga sarang dari serangan musuh.

4. Mengonsumsi makan yang baik, menghasilkan yang tak kalah baiknya. Hampir semua tanaman berbunga merupakan “ladang” bagi lebah. Dari sana hewan ini mengambil nectar, serbuk sari (pollen) dan air. Nectar adalah suatu senyawa kompleks yang dihasilkan kelenjar necterfier tanaman dalam bentuk larutan, dengan konsentrasi gula bervariasi, mulai 5% sampai 70% atau lebih- makin banyak nectar mengandung gula, makin senang lebah mengunjungi bunga tersebut dan air, antara 40% hingga 80%. Sementara tepung sari, yang dimanfaatkan lebah, terutama sebagai sumber protein, lemak, karbohidrat, serta sedikit mineral diperoleh dari “antena” atau sel kelamin jantannya tumbuhan. Satu koloni lebah madu membutuhkan sekitar 50 kg tepung sari pertahun. Sekitar separuh dari tepung sari tersebut digunakan untuk makanan larva. Adapun unsur yang dihasilkan, selain madu, yang dipercaya bisa dijadikan makanan dan obat bagi sekian banyak penyakit, terdapat pula royal jelly, bee pollen, lem atau propolis, lilin lebah atau malam (beeswax), serta racun lebah ( bee venom atau apitoxin).

BACA JUGA  SYAIR INSPIRATIF (110) PESANTREN NURUL HARAMAIN NW BOGOR TERUS BERKARYA

5. Pekerja keras. Lebah pencari pakan merupakan lebah pekerja “ paling senior “ sekaligus tergesit, dengan kecepatan terbang mencapai 65 km perjam, bisa menempuh jarak 46 km nonstop. Bila sedang membawa nektar, diangkut dalam kantong tepung yang ada di kaki, kecepatannya tinggal 30 km perjam dengan kecepatan getaran sayap sebanyak 250 kali perdetik. Untuk mengumpulkan 1 kg madu, seekor lebah harus mengadakan perjalanan 90.000-180.000 kali dan mengunjungi banyak bunga sebelum pulang ke sarang. Ini berarti, jika setiap perjalanan menempuh jarak 3 km pulang pergi, seekor lebah harus menempuh jarak 3 x(90.000-180.000) km untuk menunaikan tugasnya itu.

6. Memiliki cara komunikasi yang khas diantara sesamanya. Selain melalui feromon-senyawa kimia yang dihasilkan dari kelenjar hipofarink ratu lebah-yang berfungsi mengatur aktifitas lebah-lebah pekerja, sebagai daya tarik seksual atau sebgai kompas penuntun koloni bila sedang migrasi, lebah utamanya dilakukan lebah pekerja mampu berkomunikasi lewat tarian. Saat seekor lebah pemandu (scout) mendapat sari bunga, sebenarnya memasuki sarang, ia akan melakukan gerakan dalam delapan tarian seperti mengibaskan perut , ditengah kerumunan lebah lainnya. Kibasan dan tarian tersebut dilakukan dalam pola berbeda dan terorganisasi. Lewat isyarat itu, lebah-lebah pekerja lain dapat mengetahui posisi sumber makanan dimaksud tanpa kesulitan.

7. Arsitek cermat. Lebah membangun sarangnya dalam bentuk sel-sel heksagonal ( segi enam). Disamping sebagai bentuk “gudang” paling efektif untuk menyimpan madu, mesti diakui, bentuk ini pun dapat memerangkap lebih banyak oksigen dan unsur lainnya yang mereka perlukan dibanding bentuk geometris lain, semisal lingkaran atau segi empat. Pembangunan sarang itu sendiri dimulai dari sudut-sudut yang berbeda hingga akhirnya bertemu secara tepat di tengah.

8. Tidak mengganggu kecuali diganggu. Lebah, kecuali yang jantan dibekali senjata andalan berupa sengat berduri, dengan racun didalamnya . Bagi yang hipersensitif, setiap sengatan dapat menyebabkan reaksi serius. Walau bagi yang tidak hipersensitif, tidak akan menimbulkan dampak apa-apa. Beruntung lebah jarang menggunakannya untuk mengganggu. Baginya, senjata tersebut berfungsi sebagai alat untuk mempertahankan diri manakala diusik. Boleh jadi, karena keajaiban yang dimilikinya itulah, lebah dipilih untuk menggambarkan manusia seutuhnya. Karena manusia seutuhnya manusia mukmin, menurut rasul adalah bagaikan lebah, tidak makan kecuali yang baik dan indah, seperti kembang yang semerbak; tidak menghasilkan sesuatu kecuali yang baik dan berguna, seperti madu dan beragam produk lainnya, disamping mampu beradaptasi dengan baik di berbagai tempat, menerima kebhinekaan, suka bergotong royong, ulet dalam bekerja, cermat dan tepat dalam berfikir serta tidak mengganggu, kecuali diganggu.