Prof Dr H Agustitin Wisata Batiniah Bagaimana Memanfaatkan Waktu

Prof Dr H Agustitin Wisata Batiniah Bagaimana Memanfaatkan Waktu

*Nabi Muhammad Shallallhu ‘Alaihi Wassallam berkata: “Umur umatku antara 60 dan 70 tahun, sedikit dari mereka yang melampauinya.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)*

*Karenanya jika tidak dimanfaatkan dengan baik, maka waktu akan terbuang sia-sia. Dan, waktu yang telah berlalu tidak akan kembali. Dia akan pergi selamanya dengan segala kenangannya: baik kenangan yang penuh penyesalan atau kebahagiaan. Manusia harus memanfaatkan waktu. Hanya orang-orang yang mampu memanfaatkan waktu dengan baik yang akan jadi mulia*

*Kalau mau jujur, sebenarnya kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat daripada yang bermanfaat. Kita lebih banyak bermain daripada belajar. Kita lebih banyak bersendagurau daripada berfikir. Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk duniawi daripada ukhrowi. Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk membuat dosa ketimbang memupuk pahala. Nauzubillah. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla mengampuni kealpaan kita.*

*Nasihat penting yang disampaikan Imam Al Ghazali terkait waktu. Kita kebanyakan menghabiskan waktu hanya untuk tidur ketimbang untuk hal-hal yang bermanfaat dan ibadah. Coba bayangkan, jika rata-rata usia umat manusia di jaman Nabi Muhammad ini sekitar 60 tahun dan waktu yang digunakan untuk tidur sekitar 8 jam dalam sehari.*
*Seperti diketahui, kebanyakan orang—terutama di Indonesia—tidur mulai pada pukul 20.00 malam dan bangun sekitar pukul 05.00 pagi.*

*Iya kalau bangun tidur jam 05.00 pagi. Pasalnya, tidak sedikit di antara kita yang masih suka bangun tidur di atas jam 05.00 hingga ada yang telat dan tertinggal shalat shubuh. Nauzubillah!*

*Nah, kalau misalnya, rata-rata tidur 8 jam sehari itu dikali dengan masa usia rata-rata manusia yang mencapai 60 tahun, maka setidaknya kita menghabiskan masa 20 tahun untuk hanya tidur. Saya ulangi lagi: kita menghabiskan waktu 20 tahun hanya untuk tidur!*

*Sekarang, kita hitung lagi berapa banyak waktu yang kita manfaatkan untuk ibadah. Jika 20 tahun kita manfaatkan untuk tidur, maka sisa 40 tahun. Coba bayangkan berapa waktu untuk ibadah, berapa lama untuk belajar menuntut ilmu, dan berapa tahun waktu yang dihabiskan untuk main-main dan mencari kehidupan duniawi! Tentu jawabnya berbeda-beda. Tergantung pribadi masing-masing. Sebab, biasanya, manusia punya jadwal hidup (life schedule) masing-masing.*

*Bisa dibayangkan jika perhari kita habiskan berapa lama hanya untuk bermain atau sekedar bersendau gurau. Berapa lama waktu dihabiskan untuk membaca al-Quran, berzikir, dan belajar. Padahal, waktu itu terus berjalan dan tidak akan kembali. Waktu juga ibarat pedang tajam yang apabila tidak digunakan untuk memotong sesuatu dengan baik, maka pedang waktu tersebut akan memotong kita bahkan memutilasi kita perlahan-lahan.*

*Karenanya, yang membedakan kualitas kemuliaan seseorang adalah dari pemanfaatan waktu. Kalau waktunya habis dengan kerja-kerja intelektual, spiritual, dan kebermanfaatan kolektif maka dia akan menjadi pribadi yang mulia. Karenannya, seseorang akan jadi mulia dengan menghabiskan waktu-waktunya untuk belajar dan senantiasa berzikir pada Allah. Seseorang juga akan jadi mulia dan terhormat bila menghabiskan malam-malam yang gelap gulita itu dengan belajar, dan shalat tahajud.*

*Seperti kata pepatah Arab di atas: “Man tholabal ‘ula sahiral layali” (Barangsiapa yang menginginkan kemuliaan maka seringlah bergadang pada malam hari).*

*Bergadang di situ tentunya bukan untuk sesuatu yang semu dan tidak manfaat. Seperti main, menonton film sepanjang malam, melihat pertandingan bola, dan hang out hingga larut malam. Tapi, bergadang di situ adalah dengan melakukan kerja-kerja spiritual dan intelektual: belajar dan beribadah.*

*Ada banyak kisah orang sukses yang memanfaatkan waktunya. Dan, hampir semua orang sukses adalah orang yang memanfaatkan waktunya dengan baik.*

*Sebaliknya, orang gagal adalah orang yang tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik. Waktu-waktu yang dimanfaatkan orang beriman itu seharusnya seperti yang dilakukan para sahabat dan pejuang jaman Rasulullah.*

*Usia adalah sebuah misteri. Tidak ada seorang pun yang tahu berapa jatah usia yang dimilikinya. Ada yang usianya mencapai hingga ratusan ratusan tahun, tapi tidak sedikit juga yang bahkan menjemput ajal di usia muda. Namun yang terpenting adalah bagaimana seseorang mampu memanfaatkan nikmat umur yang diberikan oleh Allah SWT dengan memperbanyak amal saleh dan beribadah kepada-Nya. Begitulah sikap yang seharusnya ditampilkan oleh seorang muslim sebagai bentuk syukur kepada Allah atas nikmat umur yang masih ia miliki.*

*Rasulullah bersabda, “Orang yang panjang umurnya dan bagus amalnya.” dan “Orang yang panjang umurnya namun jelek amalnya.”. Begitulah, setiap muslim seharusnya memanfaatkan usianya untuk terus menambah bekal amal saleh, sehingga umur yang dimiliki menjadi umur yang berkah.*

*Cara seseorang memanfaatkan umur ini akan membawanya kepada sejumlah kemungkinan. Apakah dia termasuk golongan manusia yang tertipu oleh waktu, yang kualitas hidupnya hari ini sama saja dengan hari kemarin. Atau dia termasuk golongan orang yang merugi, kualitas hidupnya hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Ataukah dia masuk ke dalam golongan orang beruntung, yang kualitas hidupnya semakin baik dari hari ke hari.*

*Memanfaatkan nikmat usia untuk hal-hal yang bermanfaat adalah kunci untuk meraih umur yang berkah. Berikut ini beberapa kata mutiara islam tentang usia yang membicarakan tentang usia seseorang, masa muda dan hari tuanya. Memuat nasehat islami yang indah dan menggugah.*
*Bagaimana kita menghabiskan masa muda akan menentukan keadaan kita di hari tua dan keadaan kita menjelang ajal.*

*Usia adalah sebuah misteri. Tidak ada seorang pun yang tahu berapa jatah usia yang dimilikinya. Ada yang usianya mencapai hingga ratusan ratusan tahun, tapi tidak sedikit juga yang bahkan menjemput ajal di usia muda. Namun yang terpenting adalah bagaimana seseorang mampu memanfaatkan nikmat umur yang diberikan oleh Allah SWT dengan memperbanyak amal saleh dan beribadah kepada-Nya. Begitulah sikap yang seharusnya ditampilkan oleh seorang muslim sebagai bentuk syukur kepada Allah atas nikmat umur yang masih ia miliki.*

*“Siapakah diantara manusia yg terburuk wahai Rasulullah?” Rasulullah menjelaskan, “Orang yang panjang umurnya namun jelek amalnya.”. Begitulah, setiap muslim seharusnya memanfaatkan usianya untuk terus menambah bekal amal saleh, sehingga umur yang dimiliki menjadi umur yang berkah.*

*Cara seseorang memanfaatkan umur ini akan membawanya kepada sejumlah kemungkinan. Apakah dia termasuk golongan manusia yang tertipu oleh waktu, yang kualitas hidupnya hari ini sama saja dengan hari kemarin. Atau dia termasuk golongan orang yang merugi, kualitas hidupnya hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Ataukah dia masuk ke dalam golongan orang beruntung, yang kualitas hidupnya semakin baik dari hari ke hari.*

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA