Sinar5news -Jakarta- Di bawah langit yang belajar diam. Semesta mencatat hari ini dengan tinta emas. Bertempat di Darul Aitam Kp.Baru rumah yatim tempat anak mengaji yang selalu dipenuhi alunan ayat – ayat suci dilangsungkan ikatan suci dua insan penuh cinta.
Disaksikan lansung oleh kedua orangtua mempelai serta tamu undangan yang hadir dengan saksi dari pihak wanita Abdu Aziz dan pihak pria Sahril Ali Basa. Dibuka MC yang sangat inspiratif vitaloka. Acara mulai tepat pukul 09.00 wib sampai selesai.
Wafa dan Hakiki telah menyatukan dua nama, dua doa, dua detak yang selama ini berjalan sendiri-sendiri, kini berlabuh di satu pelabuhan: akad.
Pagi ini, mentari tidak terburu-buru terbit. Ia seakan malu, enggan mengalahkan cahaya yang terpancar dari senyum Wafa saat ia melangkah, putih, seperti doa pertama yang belum pernah putus. Di pelupuk matanya, ada ketenangan perempuan yang telah menemukan rumah, bukan sekadar tempat, tapi pulang.
Di hadapannya, Hakiki berdiri. Tenang. Namanya memang janji: _yang sejati_. Tangan yang ia ulurkan bukan hanya untuk ijab, tapi untuk menjaga, untuk menuntun Wafa melewati semua musim. Suaranya ketika mengucap kabul tidak gemetar. Ia lantang, karena ia yakin. Ia lembut, karena ia cinta.
Para saksi menjadi langit. Para tamu menjadi saksinya angin. Ketika “Sah” terdengar, serentak gema doa dan cucuran airmata mengiringi, di halaman ikut bertepuk tangan menyibak keheningan. tamu tamu undangan yang sedari tadi menunggu di sekeliling membawa kabar ke seluruh penjuru: bahwa cinta telah memilih wujudnya hari ini.
Wafa, yang artinya _setia_, kini mengikat setianya pada satu nama. Hakiki, yang artinya _kebenaran_, kini menjadikan kebenaran itu rumah.
Mereka bukan lagi “aku” dan “kamu”.
Mereka adalah “kita”, yang ditulis Tuhan dengan huruf paling indah di lembaran usia.
Selamat menempuh bahtera, Wafa & Hakiki. Kiranya tiap pagi kalian dibangunkan oleh rindu yang tidak pernah habis, dan tiap malam kalian ditidurkan oleh syukur yang tidak pernah lelah.
Ahad 21 April 2026, ditulis oleh waktu, untuk dikenang selamanya. Kedua mempelai mengucapkan janji setia dalam keabadian cinta menjalankan Sunnah Rasul menyatukan hati yang terserak dalam satu janji dan ikatan pernikahan suci mawadah warahmah. ( Red)



