Sinar5news.com – Lombok Timur – Pasar Umum Pringgabaya, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tebakar hebat mulai sekitar pukul 18.30 WITA yang mengakibatkan 164 lapak pedagang hangus di lalap si jago merah. Senin (27/04/2026)
Kebakaran ini menyisakan dampak yang sangat memprihatinkan bagi stabilitas ekonomi masyarakat setempat. Terutama kepada 164 orang pemilik lapak yang hangus terbakar api.
Kepala Pasar Umum Peringgabaya Sukarlan kepada awak media mengungkapkan, jumlah lapak yang terbakar bersama isinya mencapai ratusan lapak. .
”Lapak yang terbakar sekitar ratusan, beserta barang-barang yang di dalamnya seperti sembako, sayur dan sejumlah barang konveksi seperti sandal dan pakaian,” ungkap Sukarlan.
Sukarlan menuturkan, dirinya sedang berada di labuhan Lombok saat kejadian. Sehingga diperkirakan api berawal dari tengah lorong pasar. Di tempat tu, banyak barang dan lapak pedagang dari kayu sehingga api dengan cepat membesar dan ganas melahap kios-kios berbahan kayu serta tenda para pedagang yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar.
Berdasarkan pendataan awal dari Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, tercatat sedikitnya 164 lapak pedagang ludes tak tersisa akibat amukan si jago merah. Angka ini menjadi potret betapa besarnya kerugian yang harus ditanggung para pedagang, terutama mereka yang menggantungkan hidup dari berjualan sembako dan pakaian dipasar tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Hadi Fathurahman merinci bahwa ratusan lapak yang hangus tersebut diawali dari blok pedagang sembako dan konveksi. Cepatnya api menjalar disebabkan oleh material dagangan yang mudah terbakar, sehingga dalam waktu singkat api melumat habis area tersebut dan turut merusak tiga unit toko di sekitarnya.
”Beruntung, gerak cepat petugas pemadam kebakaran berhasil menyelamatkan deretan ruko lainnya dari kerusakan yang lebih parah,”ujar Fathurrahman.
Menyikapi musibah ini, Pemerintah Daerah Lombok Timur memastikan tidak akan tinggal diam. Hadi Fathurahman menegaskan bahwa kebijakan pertama yang akan diambil adalah melakukan pembersihan lokasi secara total dengan menggandeng Dinas PUPR untuk mendatangkan alat berat.
Hadi Fathurahman menekankan bahwa aspirasi utama pedagang saat ini adalah bisa kembali berjualan secepat mungkin. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk segera menyiapkan tempat berjualan sementara guna menampung para korban kebakaran.
Langkah darurat ini diambil agar roda ekonomi di Pasar Pringgabaya tidak terhenti total dan para pedagang tetap memiliki pemasukan untuk menyambung hidup.
Ia juga menyampaikan, revitalisasi pasar umum Pringgabaya pasca kebakaran akan masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah, karena sifatnya yang sangat mendesak. Melalui revitalisasi ini, pemerintah berharap Pasar Pringgabaya tidak hanya sekadar dibangun kembali, tetapi juga ditingkatkan standarnya agar lebih aman, tertata, dan mampu meminimalisir risiko kebakaran kedepannya.(red)



