Model owning economy
merupakan usaha secara perorangan, yang dikelola dan diselenggarakan secara mandiri, sehingga berbagai investasi ditanggung sendiri dan untung atau rugi dinikmati atau di tanggung sendirii.
Sharing economy, adalah usaha bersama dengan mengolaborasikan aset-aset yang belum termanfaatkan atau yang menganggur (idle asset) dari melibatkan banyak orang.
Cooperative economy merupakan kumpulan orang yang melilit tujuan yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.
Atas dasar pemahaman di atas model kedua dan ketiga sering disebut collaborative economy,
dan hingga saat ini kedua model tersebut yang berkembang di banyak sektor, mulai dari ritel, transportasi, pariwisata jasa rental dan sebagainya..
Model kedua, dan ketiga , lebih efisien daripada yang pertama. Dengan model bisnis nonkonvensional ditambah teknologi berbasis platform, model kedua dan ketiga membuat banyak pihak yang terhubung bisa menikmati kue ekonomi lebih baik lagi.
Sharing economy platform seperti dimaksd contohnya, Uber, Grab, dan Go-Jek yang mampu mencptakan peluang peluang bagi para pencari kerja pengemudi, pengguna dan pelaku usaha kecil menengah
Platform tersebut berperan sebagai daya dukung dari aktivitas bisnis yang mempertemukan supply dan demand. Sederhananya kita sebut sebagai market place.
Atas fasilitasi tsb, dapat memperoleh pendapatan dengan pola fee based income. Artinya, makin banyak pihak yang berada dan beraktivitas , makin besar fee yang diperoleh pemilik platfom.
Model bisnis, pihak-pihak yang terhubung, teknologi yang dipakai, pola big data analytic dan seterusnya begitupun sebaliknya, tidak pernah menyoal siapa pemiliknya siapa.
Adapun apa yang berada di dalamnya adalah para venture modal dan sarana pendukungnys.
Menyamakan sharing economy berbasis platform dengan ekonomi gotong royongnya sebenarnya ya hampir sama,cuma yang membedakan hanyalah pemodal cooperatif economy atau ekonomi gotong royong merupakan modal bersama.
Model kooperatif economy atau ekonomi gotong royong ciri utamanya terletak pada sisi demokratisnya, dari , oleh , dan untuk kepentingan semua anggota.
Saat ini ada sedikitnya 217 co-op platform di seluruh dunia. Sebagai alternatif dari Uber, misalnya mereka buat LibreTaxi, alternatif dari AirBnB mereka bangun FairBnB, dalam crowdfunding mereka inisiasi Seedbloom dan banyak ragam lainnya yang semuanya berbasis co-op.
Sharing economy telah mengajarkan kepada masyarakat bagaimana cara berbagi sumber daya yang dapat menghasilkan ekonomi yang lebih efisien. Dengan teknologi yang ada saat ini, dan pola sharing menjadi lebih mudah.
Model sharing economy perlu didorong maju sampai sepenuhnya sumberdaya itu terbagi (shared). Sebagai coba, bayangkan bila Gojek bertransformasi menjadi Multistakeholder Worker Co-op atau Koperasi Pekerja Multi Pihak.
Dengan model itu, strategi predatory price di mana harga layanan sangat murah hasil subsidi modal venture capital bisa dihilangkan. Persaingan usaha tetap berjalan dengan sehat.
Di tahun 2011 ditemukan bahwa perusahaan koperasi (co-op) cenderung bertahan lebih lama dibanding swasta.
Dan predeksi di masa depan , cooperative economy lebih menjanjikan karena terbukti memiliki daya tahan yang kuat.




