Prof H Agustitin: FONDA MENTAL EKONOMI

banner post atas

 

Pemerintahan Jokowi saat ini telah mampu menjaga keseimbangan antara 
supply dan demand. Supply berhubungan dengan pembangunan infrastruktur, sedangkan demand dalam hal moneter dan fiskal. Manfaat menjaga supply dan demand tetap seimbang adalah Indonesia siap melakukan transformasi ekonomi tanpa harus memindahkan sumber daya manusia dari sektor pertanian ke sektor industri.

Pembangunan Fundamental Ekonomi
Fundamental ekonomi harus selalu didorong dan diarahkan untuk berkembang dengan cara sebagai berikut.

Iklan

Memajukan variabilitas instrumen pembiayaan pasar modal seperti sekuritisasi, obligasi perpetual, greenbonds, obligasi daerah, dan blended finance. Membuat proses penerbitan di pasar modal lebihmudah. Menerapkan beberapa kebijakan yang mendukung pasar modal seperti pengembangan instrumen dan pasar hedging. Berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan tentang kebijakan yang berhubungan dengan insentif pajak bagi produk pasar modal. Basis investor domestic diperluas dan peran lembaga keuangan nonbank dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur termasuk melalui pasar modal juga diperkuat.
Indonesia mempunyai banyak outlet atau lahan bagi investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Kelebihan yang ditawarkan kepada para investor asing dan lokal adalah fundamental ekonomi yang kuat, keuntungan (profit) yang lebih baik, dan risiko yang selalu terkendali. Dengan banyaknya keunggulan yang ditawarkan, kondisi ini diharapkan semakin membuat kondisi fundamental ekonomi Indonesia semakin kokoh sehingga tidak mudah terpengaruh oleh kondisi perekonomian dunia.

Fundamental Ekonomi
Fundamental ekonomi artinya segala hal yang menjadi elemen penting dan mendasar dalam aktivitas ekonomi. Beberapa hal tersebut antara lain pertumbuhan ekonomi, inflasi, defisit anggaran, defisit anggaran berjalan, dan lain-lain. Dalam perekonomian juga ada istilah analisis fundamental, yaitu metode analisis yang dipakai oleh para pelaku ekonomi di pasar modal berdasarkan dasar-dasar ekonomi suatu perusahaan. Analisis fundamental ini merujuk pada berbagai informasi tentang ekonomi seperti kondisi industri, kondisi perusahaan secara keseluruhan, dan kondisi perekonomian di suatu negara.

Beberapa faktor fundamental yang harus selalu diperhatikan dalam kegiatan ekonomi dan bisnis antara lain nilai instrinsik, nilai pasar, Return On Asset (ROA), Return On Investment (ROI), Return On Equity (ROE), Book Value (BV), Debt Equity Ratio (DER), Devident Earning, Price Earning Ratio (PER), Devident Payout Ratio (DPR), Devident Yield, dan Likuiditas Saham.

Fundamental Ekonomi Indonesia
Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Indonesia mempunyai fundamental ekonomi yang kuat. Tekanan yang terjadi di pasar keuangan hanyalah fenomena sementara sebagai akibat dari rebalancing portfolio dari global investor. OJK bersama Bank Indonesia (BI) dan pemerintah senantiasa berkoordinasi untuk memutuskan berbagai kebijakan dalam koridor kewenangan masing-masing untuk meredam gejolak ini.

OJK memiliki kebijakan untuk mendukung program strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di berbagai daerah dengan berbagai inisiatif pengembangan di pasar modal.  Pembangunan infrastruktur ini penting bagi Indonesia untuk memacu pertumbuhan ekonomi, mengurangi jumlah pengangguran, serta mendorong konektivitas dan kegiatan ekonomi di daerah sekitarnya.

Pemerintah Indonesia senantiasa menerapkan reformasi struktural dengan mengalihkan subsidi bahan bakar ke pembangunan infrastruktur dan program jaminan sosial. Demi pembiayaan pembangunan infrastruktur yang optimal, pengembangan pasar modal menjadi penting sebagai penyedia alternatif pembiayaan jangka panjang. Namun, beberapa alternatif program pembiayaan juga didukung oleh OJK.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, kondisi fundamental ekonomi makro Indonesia selama 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK tergolong cukup kuat dan sehat. Walaupun demikian, pertumbuhan ekonomi sejak tahun 2014 hingga 2017 mengalami peningkatan yang tidak signifikan. Faktor yang membuat perekonomian membaik adalah jumlah orang miskin berkurang hingga 9,82%. Rasio gini juga mulai membaik selama 7 hingga 8 tahun terakhir, yaitu mencapai 0,389. Jumlah pengangguran juga berkurang secara konsisten hingga 5,13%.

Tingkat inflasi pada tahun yang sama juga bisa dikendalikan. Sebelumnya, inflasi mencapai double digit, sedangkan dalam periode tersebut kinerjanya jauh lebih stabil, yaitu mencapai 3,5% saja. Kinerja fiskal semakin menguat setelah melemah pada 2 hingga 3 tahun silam. Penguatan ini bisa dilihat dari kegiatan ekonomi sektor riil. Selain itu, berdasarkan indeks ketahanan pangan, Indonesia mencapai indeks yang terbilang, yaitu elektabilitasi yang mencapai  97,50%. Namun, indeks ketahanan pangan Indonesia tetap masih kalah dari Malaysia, Thailand, dan Vietnam.Keseimbangan antara supply dan demand. Supply berhubungan dengan pembangunan infrastruktur, sedangkan demand dalam hal moneter dan fiskal. Manfaat menjaga supply dan demand tetap seimbang adalah Indonesia siap melakukan transformasi ekonomi tanpa harus memindahkan sumber daya manusia dari sektor pertanian ke sektor industri.

Fundamental ekonomi harus selalu didorong dan diarahkan untuk berkembang dengan cara sebagai berikut. Memajukan variabilitas instrumen pembiayaan pasar modal seperti sekuritisasi, obligasi perpetual, greenbonds, obligasi daerah, dan blended finance. Membuat proses penerbitan di pasar modal lebih mudah.
Menerapkan beberapa kebijakan yang mendukung pasar modal.