Sinar5news – Jakarta- Imperialisme modern adalah kejahatan,
Posisi Indonesia menjadi ladang penjajah ( Dialog kebangsaan Forum). Pertumbuhan tidak cukup harus ada pemerataan ke seluruh wilayah. Bangsa besar kaya raya jika tidak dikelola dengan baik lambat laun, ketimpangan kemiskinan akan menjadi gejolak sosial yang dapat merusak persatuan sebagai bangsa yang menganut ajaran Pancasila. Akhir – akhir ini semakin terasa.
Agama harus di dorong untuk menumbuhkan semangat wirausaha, tidak melulu hanya sampaikan persoalan fikih yang berkelinden dengan halal haram. Ayat quran dan hadist serta contoh Rasulullah menjalankan bisnis perlu lebih dielaborasi lebih luas dan dalam. Sehingga, pemahaman ummat hal perniagaan menjadi lebih komprehensif dan masif. Ayat yang bertemakan penumbuhan, semangat wirausaha, entrepreneur, terus dibahas dan dikaji. Melalui mimbar atau majlis ilmu yang bertebaran baik di masjid maupun sekolah formal dan non formal.
Kualitas pendidikan, sistem pembelajaran, gaji guru harus terus ditingkatkan. Pendidikan sebagai hak warga negara harus terjangkau baik ditingkat dasar dan perguruan tinggi. Pendidikan tidak boleh dikomersialkan pada semua lapisan masyarakat. Mutu dan kwalitas pendidikan harus merata dijamin undang undang. Inilah hajat kehidupan warga bangsa yang utama dihamparkan. Sebagai wujud makna dasar bangsa merdeka. Akses UKM harus dibantu negara dalam bidang permodalan. Inilah cara negara maju membesarkan membangkitkan semangat wirausaha warganya.
Habiskan tradisi korupsi, jangan ada lagi eksploitasi penyelengara negara terhadap rakyat miskin dengan membagikan bansos. Hadirkan pelayanan penyelenggara negara untuk warganya sehingga mampu berdikari. Tumbuh dalam berekonomi dan terus lanjut dalam pendidikan. Inilah kesejatian makna kemerdekaan yang dicita citakan para funding fathers leluhur bangsa kita. Pendidikan yang bermutu harus dapat diakses oleh semua warga bangsa.
Hari kemerdekaan bukan sekedar perayaan, namun sebuah evaluasi kinerja bagi penyelenggara negara dari tingkat kepala desa sampai presiden. Sejauh mana telah menjalankan amanat yang diberikan oleh seluruh warga bangsa. Deklarasi bahwa Indonesia siap menuju Indonesia emas, harus ditopang dengan perbaikan kinerja semua aparatur negara. Pelayanan prima, good government adalah kata konci yang harus tumbuh sebagai budaya kerja aparatur. Pemerataan harus segera kita capai sebagai simbul keadilan, amanat sila ke – 5 Pancasila.
Pembangunan IKN sebagai negara besar yang merdeka berdaulat haruslah dibangun dengan kesinambungan melalui investasi karena dana APBN sebagai hak warga negara harus diutamakan bukan melulu mengambil dana APBN. Keberlanjutan pembangunan IKN sebagai simbul ibukota negara mutlak harus dilakukan oleh negara tanpa perlu dipaksakan rampung dalam waktu cepat.
Hadirnya ibu kota negara di luar pulau jawa sebagai makna mengokohkan nasionalis ekonomi bangsa membangun Indonesia buka hanya Jawa centris. Untuk lebih menata Indonesia agar mampu bangkit berdiri tegak sejajar dengan bangsa maju di belahan dunia. Konektivitas, kecepatan pelayanan, menumbuhkan kesadaran yang sama dalam kebhinekaan. Berkepribadian dalam kebudayaan menjunjung tinggi Pancasila.
Dalam usia yang sudah tua 79 tahun merdeka, tidak boleh lagi ada ketimpangan yang menganga antara kaya miskin. Semua bentuk kejahatan besar kecil dalam negara yang berketuhanan sepatutnya sudah selesai karena kita bangsa merdeka. Anehnya bangsa merdeka masih penuh dengan korupsi dan kejahatan lainnya. Aku dapat mengusir penjajah tidak gentar menghadapi penjajah dari bangsa manapun tapi yang aku sangat khawatirkan penjajah dari bangsamu sendiri ( Bung Karno). Ayo berantas penjajah dari dalam untuk masa depan anak cucuk kita negri Indonesia yang adil makmur sentosa sejahtera lahir batin. Amien yra.
( Presiden Forum Kebangsaan )





