Menjadi orang yang beriman adalah sebuah keistimewaan dari Allah bagi manusia. Ketika sudah mengikrarkan dua kalimat syahadat, maka semenjak itulah seseorang menjadi orang yang beriman dan secara langsung sudah diistimewakan oleh Allah SWT.
Keistimewaan yang diberikan oleh Allah tersebut akan bisa dirasakan keindahannya disaat seseorang serius dalam menerapkan dan mengembangkan imannya dalam kehidupan sehari – hari. Keistimewaan itu juga akan sangat terasa apabila seseorang memahami agamanya dengan baik.
Karena begitu istimewanya orang yang beriman, maka apa yang ada pada dirinya dijaga oleh Allah SWT. Darahnya, harkat dan martabatnya dijaga sehingga mereka tidak boleh dicaci maki, apalagi sampai dibunuh.
Keistimewaan tersebut disebutkan dalam sebuah hadis yang penjelasannya dapat kita temukan pada kumpulan hadits Sahih Bukhari pada No. Hadist: 46. Pada hadits ini disebut fasiq orang yang mencaci atau mencerca orang yang beriman, dan membunuh nya merupakan sebuah kekafiran.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَرْعَرَةَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ زُبَيْدٍ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا وَائِلٍ عَنْ الْمُرْجِئَةِ فَقَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ar’arah berkata, Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Zubaid berkata: Aku bertanya kepada Abu Wa’il tentang Murji`ah, maka dia menjawab: Telah menceritakan kepadaku Abdullah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “mencerca orang muslim adalah fasiq dan memeranginya adalah kufur”.
Muhammad fathi




