Tanya jawab seputar Ramadhan bagian 14

Tanya jawab seputar Ramadhan bagian 14

Soal : Bagaimana hukum niat yang hanya menyebutkan نَوَيْتُ صَوْمَ رَمَضَان “saya niat puasa Ramadhan” ?
Jawab : Yang demikian itu sudah mencukupi sebagai niat puasa dan ini pendapat yang mu’tamad. Pendapat seperti ini disahihkan oleh Imam Nawawi dalam Al – Majmu’.

Soal : Bagaimana niat yang paling baik dalam puasa Ramadhan ?
Jawab : Niat yang paling baik adalah niat yang paling sempurna sehingga keluar dari berbagai pendapat yang manyalahi kebolehannya seperti :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَان هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

“Nawaitu shauma ghodin ‘an adaa’i fardhi syahri romadhoona haazdihis-sanati lillaahi ta’aalaa.”

Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di Bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’aala.

Soal : Manakah yang benar dalam lafadz رَمَضَان, nun nya dibaca kasrah atau fathah ?
Jawab : Bila melanjutkan lafadz niat puasa seperti نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَان kepada هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى
Maka lafadz رَمَضَان nun nya dibaca kasrah (baris bawah), karena disandarkan kepada kalimat berikutnya. Demikian penjelasan dalam kitab Fathul Mu’in.

Soal : Apa yang dimaksud “disandarkan kepada kalimat berikutnya” sehingga nun pada kalimat رَمَضَان menjadi kasrah (baris bawah) ?.
Jawab : Disandarkan pada kalimat berikutnya maksudnya adalah dari segi ilmu nahwu, bahwa kata رَمَضَان dimudofkan kepada kata هذِهِ السَّنَةِ sehingga ketentuan ismulladzi laa yansorif (isim yang tidak boleh bertanwin) yang jarnya dengan fathah berubah menjadi kasrah karena dimudofkan (disandarkan pada kalimat berikutnya).
Kata رمضان adalah bagian dari ismulladzi laa yansorif karena diakhir kalimatnya ada huruf Alif dan Nun.

Soal : Bolehkah kata رمضان dibaca akhirnya dengan harokat yang lain ?
Jawab : Kata رمضان akhirnya boleh dibaca fathah apabila tidak disandarkan kepada kalimat berikutnya yaitu kalimat هذه السنة ، dengan mencukupkan bacaan sampai رمضان .
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَان

Boleh juga nun pada kalimat رَمَضَان dibaca sukun sesuai kaedah membaca ketika wakaf.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA