وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
Segeralah berbuat kebajikan dan mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan beragam jenis ibadah, agar kalian mendapatkan ampunan yang besar dari Allah dan masuk ke dalam surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang Allah siapkan bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa.
Antara perbuatan kebajikan yang diminta Allah agar segera dijalankan ialah mengkatifkan dua cermin spesial yang dapat digunakan dalam melihat arah kehidupannya.
Cermin Pertama; melihat, menilik dan selalu memeriksa kelemahan dan kekurangan diri sendiri sehingga sibuk mencari solusi dari kekurangan tersebut sehingga menutup peluang untuk sibuk dengan urusan orang lain. Firman Allah dalam hadits qudsi yang berarti;
”Tanda-tanda Allah mencintai hambaNya ialah diberikan kekuatan untuk menjauhkan (mengurangkan) hubungannya dengan dunia, menguatkan hubungannya dengan perkara-perkara akhirat dan memperlihatkan (membukakan) aib dirinya sendiri sehingga tidak perduli dengan kekurangan orang lain”.
Cermin Kedua: Melihat dan menghargai kebaikan orang lain, melihat kebaikan orang lain terhadap diri kita merupakan cermin yang sangat positif, dengan cara ini kita akan terselamatkan dari sifat ghibah dan namimah. (Rahatul Qulub:66).
Hakikat dari cermin kedua ini ialah hendaklah melihat ke arah nilai-nilai kebajikan yang diberikan orang lain kepada kita walaupun tiada seberapa nilainya. Firman Allah kepada Nabi Uzair Alaihissalam;” Wahai Uzair janganlah engkau lihat seberapa besar dan kecilnya nikmat yang engkau dapatkan, tetapi lihatlah siapa yang memberimu nikmat, wahai Uzair, jangan engkau remehkan perbuatan dosa sekalipun kecil, tapi lihatlah kepada siapa engkau melakukan dosa”.
Nikmat walau sekecil apapun mesti disyukuri karena hakikatnya adalah pemberian Allah Azza Wajalla, dan laku dosa (maksiat) sekalipun kecil jangan diremehkan karena hakikatnya kita melakukan pelanggaran terhadap Allah subahanhu Wata’ala.
Wallahu a’lamu bi al-Shawab




