Kebaikan yang dibalut Keikhlasan Oleh : Erita

Kebaikan yang dibalut Keikhlasan Oleh : Erita

Sahabatku…..

Kebaikan yang engkau lakukan seribu kali sekalipun belum tentu mendapatkan penghargaan dari orang lain. Namun satu kesalahan saja yang engkau lakukan sudah cukup bagi orang lain untuk menertawakan dirimu.
Itulah hukum yang berlaku di dunia ini. Tidak adil dan menyakitkan memang, namun tidak perlu larut dan menjadi bagian untuk berlaku tidak adil dan menyakiti sesama.

Seribu kebaikan dalam hidupmu belum tentu menjadikanmu sebagai malaikat di dunia, tetapi satu kesalahan saja segera dapat membuatmu menjadi iblis terkutuk dan menjadi penghuni neraka jahanam.

Demikianlah manusia seringkali menghakimi sesamanya tanpa perasaan.
Satu kesalahan membuatmu menjadi terdakwa yang seakan layak dihukum mati.
Satu kesalahan saja, dapat memusnahkan seribu kebaikan, karena kesalahanmu lebih berkesan dibandingkan kebaikan yang pernah engkau lakukan sepanjang hidupmu.

Walaupun berbuat baik tidak menjadikanmu sebagai malaikat di dunia, tetaplah hidup dalam kebaikan demi kebaikan itu sendiri.

Walaupun hanya karena satu kesalahan engkau dianggap tiada beda dengan iblis dan setan alas, janganlah kecewa dan hendak membalas.

Lupakan dan tidak perlu sakit hati, tapi jadikan sebagai kesempatan untuk mengkoreksi diri dan berhati-hati dikemudian hari. Jadikan sebagai vitamin lebih untuk menyehatkan jiwamu.
Lagi pula, kata “iblis” tidak akan membuatmu menjadi iblis, bukan?

Kasihanlah orang-orang yang suka menghujat sesamanya dan menghakimi orang lain. Karena orang yang suka menghujat dan menghakimi, adalah orang yang patut dikasihani dalam kebaikan dan kemuliaan palsunya.
Kekotoran batin masih menyelimuti kebersihan hatinya, sehingga tidak dapat melihat terang dan kebaikan orang di sekitarnya.

Dari Abu Hurairah RA, dia mengatakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah SWT melihat (menilai) keikhlasan hatimu” – [HR. Muslim].
Dari hadis di atas, bisa disimpulkan bahwa Allah SWT tidak menilai suatu kebaikan dari bentuk atau jumlah kebaikan yang telah seseorang berikan kepada orang lain.

Tapi, Allah SWT menilai suatu kebaikan dari keikhlasan seseorang yang mau berbagi kebaikan tersebut kapada orang lain.

Intinya yaitu, ikhlas.
Kalau kebaikanmu dilupakan oleh orang lain, itu tidak mengapa. Soalnya hal itulah yang bisa membuat dirimu untuk belajar dalam mengikhlaskan sesuatu serta sabar.

Barokallohufiikum…

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA