Jika kita mau diperbandingkan antara ekonomi Indonesia masih berpotensi tumbuh postif di tengah-tengah pandemi virus corona atau Covid-19 meski hampir seluruh negara pertumbuhan ekonominya negatif. “Indonesia masuk negara yang masih dapat tumbuh positif,”
Tetap tumbuh positifnya ekonomi Indonesia karena share ekonomi Indonesia terhadap salah satu negara penggerak ekonomi utama seperti China tidak terlalu tinggi. “Share dari Chinese global ekspor untuk elektronik product sangat besar, mereka paling signifikan jadi kalau mereka kena, produksi global pasti terkena. Dampaknya buat Indonesia relatif terbatas. Share dari trade terhadap GDP Indonesia hanya 32 persen. Dibandingkan dengan Singapura yang 216 persen. Singapura growthnya di hit (hajar) lebih jauh ketimbang kita,”.
Ekonomi Indonesia masih bisa diselamatkan dengan kondisi ekonomi domestik yang lumayan besar. “Eknomi domestiknya masih relatif lumayan. Sementara kalau melihat Singapura, itu rasio dari trade terhadap GDP relatif besar. Itu menjelaskan mengapa pertumbuhan ekonominya Singapura masih jauh lebih lambat ketimbang Indonesia,”.
Memang penyebaran virus corona terjadi di berbagai bidang, baik di sektor riil, bursa saham. Dan yang paling dirasakan berat terhadap perekonomian secara global di Indonesia, di mana mengalami pelambatan pertumbuhan.
Apabila Covid-19 bisa segera tertangani maka pertumbuhan ekonomi masih di atas 4%. Tetapi pemerintah juga harus bersiap apabila pandemi ini masih bertahan antara 3-6 bulan lagi maka situasi akan lebih memburuk, dimana pertumbuhan ekonomi diperkirakan pada kisaran 2,5% bahkan 0%.
Mewabahnya virus corona juga berdampak pada anjloknya perdagangan saham. Indeks Harga Saham Gabungan telah merosot tajam, bahkan analis Sucor Sekuritas menjelaskan, IHSG bisa berkemungkinan turun di bawah level 3000.
Dampak lain juga berpengaruh terhadap kestabilan nilai tukar rupiah, yang pada saat ini rupiah di level Rp 15.900 per Dollar AS. Sempat mengalami tekanan pada level terendah pada Senin (23/3 ) Rp 16.575 per Dollar AS.
Jika dilihat dari kronologis, sebenarnya ada saling keterkaitan antara dampak mewabahnya virus di Cina dengan Indonesia. Sebab, Cina merupakan negara eksportir terbesar di dunia dan Indonesia dengan Cina merupakan mitra dagang. Dengan demikian memburuknya perdagangan di Cina akan sangat mempengaruhi kondisi di Indonesia, seperti misalnya adanya permintaan bahan baku di Cina. Karena kegiatan perdagangan di Cina mengalami gangguan, maka terjadi penurunan harga komoditas.




