Wawancara Khusus Dengan dr. Satria Ghaibi Saputra, M.Si Ketua Yayasan Pendidikan Acprilesma Indonesia Baru

Wawancara Khusus Dengan dr. Satria Ghaibi Saputra, M.Si Ketua Yayasan Pendidikan Acprilesma Indonesia Baru

Disela-sela kesibukan dr. Satria Ghaibi Saputra, M.Si sebagai seorang dokter dan sekaligus sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Aprilesma Indonesia Baru, kru media SinarLIMA (Sinar5News.com) mengadakan wawancara khusus dengan beliau di kampus STISIP Trimasda yang dikelolanya. Perlu diketahui bahwa dr. Satria adalah salah seorang putra dari Almarhum Prof. Dr. H. Agustitin Setyobudi, MM, Ph.D (Dewan Pembina dan penasehat media Sinar5News.com)

Setelah kepergian Ayahanda almarhum Prof. Dr. H. Agustitin Setyobudi, MM, Ph.D, menghadap kepada Allah Selasa, 4 Agustus 2020, apa pembelajaran berharga yang dapat digambarkan dari sosok Profesor?

Pembelajarannya adalah bahwasannya ilmu itu menjadi suatu hal yang sangat penting. Saya disuruh belajar oleh profesor dengan menyekolahkan saya sampai setinggi-tingginya, bahkan sampai dua kali saya kuliah dalam waktu yang bersamaan. Ternyata sebanyak apapun uang yang kita miliki walau sampai segunung, semua akan habis dengan sia-sia bila tidak dikelola dengan ilmu manajemen yang baik. Tapi ketika kita punya ilmu manajemen yang baik, maka kita akan berusaha mengatur keuangan tersebut secara tepat, cermat dan proporsional, tidak hanya untuk kepentingan pribadi, juga untuk kemaslahatan bersama.

Setelah mendapatkan amanah untuk menjabat sebagai ketua Yayasan, apa prioritas utama yang perlu ditindaklanjuti untuk kemajuan Yayasan Pendidikan Acprilesma Indonesia Baru dan lembaga yang bernaung dibawahnya? Dan apa pula pesan Profesor sebelum wafat?

Background dari profesor itu sendiri adalah bidang pendidikan. Memang bisnis beliau kebanyakan di bidang pendidikan, tapi selain itu yang namanya bisnis itu harus dibarengi dengan akhiratnya, kata beliau. Jadi tetap harus memberikan beasiswa kepada anak yatim dan orang-orang yang tidak mampu. Prioritas utamanya adalah ikut berkontribusi mencetak dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan TK, SD, SMP, SMK dan Perguruan Tinggi yang bernaung di bawah Yayasan Pendidikan Acprilesma Indonesia Baru. Selain itu beliau berpesan pada tiga hal yang pokok yaitu memakmurkan masjid, santuni anak yatim dan mengelola pendidikan melalui sekolah/perguruan tinggi yang telah ditinggalkan.

Walaupun baru beberapa bulan menangani Yayasan, apa saja kendala/tantangan yang paling berat dirasakan untuk tahap awal?

BACA JUGA  Berencana Kembangkan Sayap, Raker dan Milad Ke-3 FWMO Lotim Dipusatkan di Kawasan Senggigi Lombok Barat.

Beberapa aset dan bisnis beliau banyak yang tidak mendapatkan perhatian secara intensif, karena beliau juga aktif sebagai Ketua Umum Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia (IKPRI), menjadi pembina di Koperasi keluarga Guru Jakarta (KKGJ), aktif di PGRI, kemudian juga menjadi politisi partai PPP. Memang beberapa bisnis beliau begitu saya memperhatikan, ternyata banyak sekali komponen-komponen yang sifatnya administrative kurang lengkap. Belum lagi beberapa perguruan tinggi yang mesti ditangani secara serius dengan segala permasalahan di dalamnya. Semua ini menjadi tantangan tersendiri yang mesti saya hadapi dan saya selesaikan dengan baik. Yang jelas pendidikan yang ada di yayasan ini harus tetap eksis dengan memaksimalkan apa yang ada dan menggerakkan komponen SDM didalamnya seperti guru, dosen dan tenaga pendidik yang lain.

Hampir setiap hari datang ke sekolah Laboratorium Jakarta, kira-kira prioritas apa yang perlu dibenahi untuk kebaikan bersama di sekolah ini?

BACA JUGA  Renungan Seorang Musafir :Mereka Mengenalkan Tuhanmu

Prioritas utama yang harus dibenahi adalah pertama sarana prasarana yang mesti dilengkapi terutama untuk SMK khususnya yang terkait dengan lab komputer. Lalu untuk sarana penunjang lainnya itu banyak yang harus diremajakan. Kemudian prioritas kedua adalah memperhatikan gaji guru bagaimana agar bisa lebih memadai dan layak, sehingga guru-guru tambah semangat dalam mendidik. Selanjutnya saya akan melakukan pendekatan kepada guru-guru supaya benar-benar merasa memiliki dan menjadi tanggung jawab bersama, sehingga bisa dengan total berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mewujudkan semua ini diantara langkah yang saya lakukan yaitu memanggil Direktur Pendidikan dan koordinator kepala sekolah, juga memanggil kepala sekolah tiap unit bersama wakilnya guna membicarakan berbagai langkah strategis demi kemajuan sekolah pada masa yang akan datang. Saya juga melakukan sidak secara langsung, untuk melihat apa saja komponen-komponen yang perlu dibenahi dan sarana-sarana yang perlu dilengkapi dalam waktu dekat ini.

Bagaimana memotivasi diri agar tetap tegar dan optimis menghadapi segala bentuk tantangan dalam mengelola yayasan ini?

BACA JUGA  TGB Luncurkan Buku Dakwah Nusantara "Islam Wasathiyah"

Untuk memotivasi saya sendiri sih lebih kepada apa yang menjadi cita-cita beliau. Kalau kita yang masih hidup ini masih bisa melakukan segala sesuatu, sementara beliau itu hanya tinggal menunggu segala bentuk amal shalih yang telah beliau tanam selamat hayatnya. Maka saya berkomitmen untuk dapat memberikan cahaya yang melapangkan kuburnya. Salah satu ikhtiarnya adalah menjadikan yayasan yang telah didirikannya ini tetap eksis, maju dan berkembang, sehingga menjadi amal jariyah yang besar pahalanya untuk beliau. Maka inilah yang memotivasi saya supaya ayah di sana bisa hidup penuh bahagia, diampuni dosanya dan juga kuburnya laksana taman di antara taman surga (raudhah min riyadhil jannah). (Mar)

Bekasi, 20 Ramadhan 1442 H/2 Mei 2021 M

BACA JUGA  Gelar Wisuda 3 Hari, Universitas Hamzanwadi Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA