Tokoh Inspiratif Sejarah SHOLATUNNAHDLATAIN Karya Kyai HAMZANWADI

banner post atas

Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah atau yang biasa disingkat dengan sebutan Hamzanwadi atau Kyai Hamzanwadi adalah nama yang sudah melekat dalam sanubari warga Nahdlatul Wathan Lombok Nusa Tenggara Barat dan belum lama ini telah memperoleh gelar Pahlawan Nasional atas kiprahnya sebagai inovator, pemula, pejuang kebangkitan pendidikan sosial dan dakwahnya yang langsung dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia.

Dalam tradisi (sunnatan hasanah) Nahdlatul Wathan ada beberapa tradisi yang mejadi mulazamah bagi warganya seperti kalimat Bismillahiwabihamdihi (بسم الله وبحمده) sebelum membaca Basmalah. kalimat ini dibaca ketika berpidato, atau musyawarah bahkan menjadi ciri khas dalam surat menyurat bagi warganya Nahdlatul Wathan. kemudian ada juga ucapan penutup sebelum mengucapkan salam seperti ucapan atau kalimat yang menjadi ciri khas NU, Muhammadiyah dan NW pun demikian mempunyai ciri khas sebelum salam yaitu “Wallahul Muwaffiqu Wal Hadii Ilaa Sabilirrasyad” (والله الموفق والهادي الى سبيل الرشاد) yang menandakan bahwa pembacanya adalah jebolan Nahdlatul Wathan. Masih banyak lagi yang menjadi ciri khas dari Nahdlatul Wathan ini.

Di samping ciri-ciri khas lain dari NW adalah ada satu sholawat yang sejarahanya perlu untuk dikemukakan dimana sholawat ini selalu menggema dimana-mana setiap pelosok desa dan kota di bumi Lombok yaitu Sholatunnahdlatain (صلاة النهضتين) ayo kita telusuri sejarahnya.

Iklan

Sejarah Sholatunnahdlatain (sholawat)

Ketika Kyai Hamzanwadi (TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Pancor) diberi tugas oleh negara menjadi amirul hajj (ketua haji) bagian Negara Indonesia timur (NIT) pada tahun 1947 masehi atau 1366 hijriah. Dalam perjalanannya menuju Madinah tepatnya di Raudhah makam baginda Rasulullah SAW beliau terinspirasi dari para ulamak yang berdoa di raudhah pada saat ini melantukan sholawat kepada baginda Rasulullah SAW. Para ulama-ulamak itu seperti dari Bagdad, Mesir, dan sekitarnya. Melihat para ulama’ tersebut beliau akhirnya menulis dan menyusun do’a tersebut dengan penuh ketenangan dan kekhusyuan. Beliau menulis kalimat demi kalimat doa pada secarik kertas sehingga terwujudlah sholawat tersebut.

Setelah selesai menulis sholawat tersebut kemudian beliau bergegas pulang dan menghadap kepada guru beliau Syaikh Hasan Muhammad al-Masysyat dan akhirnya syaikh hasan menerima dan membaca sholawat tersebut dan setelah belaiu selesai melihat dan membaca sholawat tersebut beliau akhirnya mengungkapkan kekagumannya dengan rasa haru, tersenyum dan kagum dengan tulisan dan utaian sholawat yang dibuat oleh TGH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang merupakan salah satu murid kesayangan beliau.

Setelah mendapat izin dan restu dari sang guru akhirnya beliau jadikan sholatunnahdlatain tersebut sebagai kenangan-kenangan berharga buat para murid dan jama’ah beliau di Lombok dan sampai sekarang masih dapat didengar dan sudah menjadi tradisi di lingkungan warga NW.

TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid memeberi sholawat ini dengan nama Sholatunnahdlatain karena diperuntukkan bagi kedua lembaga yang beliau miliki yaitu Nahdlatul Wathan Diniyyah Islamiyyah (NWDI) dan Nahdlatul Banat Diniyyah Islamiyyah (NBDI) sebuah lembaga pertama yang melahirkan organisasi terbesar di Nusat Tenggara Barat yang disebut dengan nama Nahdlatul Wathan (NW).

Berikut Sholatunnahdlatain yang beliau tulis itu
اللهم انا نسئلك بك ان تصلي وتسلم على سيدنا محمد وعلى سائر الانبياء والمرسلين وعلى الهم وصحبهم اجمعين وان تعمر نهضة الوطن ونهضة البنات بفروعهما الى يوم الدين ون تنصرنا وتفتح علينا وترزقنا وتحفظنا وتغفرلنا ولجميع المسلمين يا الله يا حي ياقيوم لااله الا انت.
“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dengan keagungan dan kemuliaan-Mu, sampaikanlah sholawat dan salam kepada junjungan kami nabi Muhammad dan kepada semua para nabi dan rasul dan kepada keluarga serta sahabat mereka. Dan subur makmurkanlah Nahdlatul Wathan & Nahdlatul Banat beserta cabang – cabang keduanya sampai hari kiamat. Dan bantulah kami, bukakanlah kami pintu rahmat, berikanlah kami rezeki, peliharalah kami, dan ampunilah kami dan seluruh ummat Islam. Ya Allah Ya Tuhan yang Maha hidup dan mengurus sekalian mahluk-Nya, tidak ada Tuhan selain Engkau.”

Sholawat ini berisi tentang untaian doa kepada Allah SWT, doa untuk Nahdllatu Wathan beserta seluruh cabang-cabangnya sampai pada hari qiyamat. Selain do’a juga terdapat sholawat kepada baginda Rasulullah SAW, kepada para Nabi dan Rasul, para keluarga dan para Sahabat Rasulullah SAW._ Abi Yazid.