Ada hal yang sangat aneh dan bertentangan pada diri manusia, khususnya berkaitan dengan kedatangan bulan suci Ramadan.
Sebelum Masuk bulan suci Ramadan sering dilantunkan doa berikut :
اللهم بارك لنا فى رجب وشعبان وبلغنا رمضان
Artinya : ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikan umur kami kepada bulan Ramadhan.
Dalam do’a ini ada gambaran seorang yang bermohon sangat ingin dipanjangkan umurnya kepada bulan Ramadhan, supaya bisa mengisi Ramadhan dengan amal kebaikan. Namun setelah do’a nya terkabul, malah yang terjadi di sebagian kalangan kaum muslimin adalah keadaan yang bertentangan. Seharusnya mengisi Ramadhan dengan hal yang baik, malah diisi dengan perbuatan – perbuatan tercela.
Adapun diantara perbuatan tercela tersebut adalah tidak menjalankan puasa Ramadhan, tidak melakukan shalat tarawih dan meninggal kewajiban shalat. Sebenarnya masih banyak lagi perbuatan tercela di bulan suci Ramadan, namun penulis anggap ini adalah perkara utama dan sudah umum dikalangan masyarakat yang tidak seharusnya dilakukan bagi orang yang berpuasa, sehingga tidak mencederai pahala puasanya.
Tidak menjalankan puasa Ramadhan
Sangat unik bila seorang muslim tidak berpuasa di bulan Ramadhan, sementara dia dalam keadaan sehat wal afiat dan tidak ada udzur syar’i. Padahal kita ketahui bersama, bahwa puasa Ramadhan adalah bagian dari rukun Islam yang wajib dilakukan oleh orang muslim yang sudah baligh (mukallaf).
Bila meninggalkan puasa dilakukan atas dasar malas dan tidak mengingkari atas wajibnya berpuasa, maka dia berdosa dan puasanya wajib di qada’. Dan jika ia tidak berpuasa karena mengingkari wajibnya berpuasa, misalnya mengatakan puasa Ramadhan hukumnya tidak wajib, itu bagi siapa yang mau melakukannya, maka dia telah melakukan sesuatu yang telah membuatnya keluar dari agama Islam (murtad), karena telah menjadikan sesuatu yang sudah pasti (qat’i) hukumnya wajib diubah menjadi tidak wajib.
Tidak melakukan shalat tarawih
Diantara cara bersyukur kepada Allah atas sampainya umur kita di bulan Ramadhan adalah diantaranya berpuasa di bulan Ramadhan di siang harinya dan shalat malam (tarawih) di malam harinya.
Lantas, apa maksud kita mohon kepada Allah supaya disampaikan di bulan Ramadhan kalau ternyata kita tidak shalat tarawih, shalat yang eksklusif hanya ada di bulan Ramadhan. Bukankah kita telah berbohong dihadapan Allah atas do’a yang telah kita panjatkan kepadanya?.
اللهم بارك لنا فى رجب وشعبان وبلغنا رمضان
Artinya : ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikan umur kami kepada bulan Ramadan.
Berbohong kepada sesama manusia saja sudah merupakan perbuatan dosa. Lalu bagaimana halnya kalu berbohong kepada Tuhan yang Maha pencipta, yang telah memberikan kita segala-galanya?. Bukankah ini adalah biangnya dosa?. Begitu beraninya kita berbohong kepada pencipta alam semesta.
Meninggalkan kewajiban shalat
Adalah sebuah kekeliruan yang sangat besar bila seorang muslim meninggalkan shalat dengan alasan lemas karena berpuasa. Tindakan ini sama saja dengan membenturkan dua hal yang memiliki kedudukan yang sama. Shalat adalah rukun Islam, begitu juga puasa Ramadhan adalah rukun Islam. Karena keduanya adalah sama-sama rukun, maka keduanya memiliki hak yang sama untuk dilakukan dan tidak boleh ditinggalkan.
Puasa rajin, pahala terus mengalir. Begitu sebaliknya shalat fardhu ditinggalkan, dosa pun mengalir. Antara pahala dan dosa sama-sama mengalir. Apalah gunanya tong terus diisi air, sementara tongnya bocor melebihi jumlah air yang masuk, sudah tentu tongnya akan kehabisan air. Artinya, apalah gunanya pahala puasa masuk kalau ternya dosa meninggalkan shalat terus mengalir.
Masih ingatkah kita pribahasa ini “segelas air putih akan menjadi hitam dengan setetes tinta hitam”. Artinya sedikit keburukan akan bisa menghapus banyak kebaikan.
Puasa dan shalat harus disinergikan. Karena keduanya adalah sama-sama kewajiban yang merupakan pondasi dalam Islam (rukun Islam). Alangkah indahnya bila pahala shalat dan puasa berdampingan dan beriringan.
Fath



