KHUTBAH JUM’AT EDISI 3 APRIL 2020 HIKMAH DIBALIK VIRUS CORONA (COVID-19)

banner post atas

بِسْمِ اللهِ وَبـِحَمْدِهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلا ّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اَمَّا بَعْدُ.

Kaum muslimin sidang jumat yang berbahagia, Rahimakullah.

Puji dan syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah Robbul’izzati, pada kesempatan Jumat ini kita dapat melaksanakan kewajiban kita sebagai seorang muslim yaitu shalat Jumat secara berjamaah di masjid yang kita cintai ini. Shalawat dan salam marilah kita sampaikan kepada uswatun hasanah kita yaitu baginda nabi besar Muhammad SAW. Juga kepada segenap keluarga dan sahabatnya, semoga kelak di hari kiyamat, kita semua yang hadir di masjid ini mendapatkan syafaat dari beliau. Aamiin yaa Robbal ‘aalimiin.

Mengawali khutbah singkat pada kesempatan ini, sebagaimana biasa khatib berwasiat kepada diri saya dan kepada seluruh jamaah, marilah kita senantiasa bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa yaitu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Kaum muslimin sidang jamaah jumat yang berbahagia, Rahimakullah.

Sepanjang sejarah perjalanan hidup umat manusia di dunia ini, belum pernah mengalami situasi yang segenting seperti sekarang ini. Dimana dalam waktu yang relatif singkat, puluhan ribu korban meninggal dunia akibat suatu virus yang teramat kecil bentuknya, tidak bisa dilihat secara kasat mata, tapi begitu dahsyat menggemparkan umat manusia seantero dunia. Virus itu dikenal dengan nama virus corona atau covid-19.

Data terbaru yang dilansir laman CSSE Johns Hopkins University, per pukul 15.30 WIB, tanggal 2 April 2020, menunjukkan total jumlah kasus Covid-19 di dunia saat ini telah mencapai 939.436 pasien. Secara global, kematian akibat Covid-19 tercatat sudah sebanyak 47.273 jiwa. Adapun pasien Covid-19 yang berhasil sembuh di seluruh dunia sejumlah 194.405.orang.

Di Indonesia sendiri juga tidak luput dari serangan virus corona ini. Berdasarkan data yang diperbarui oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada pukul 15.40 WIB, Kamis, 2 April 2020, terdapat penambahan kasus positif baru sebanyak 113 pasien. Penambahan ini membuat total jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 1.790 pasien. Sebanyak 1.508 pasien positif Covid-19 di tanah air saat ini sedang menjalani perawatan. Sementara jumlah pasien Covid-19 yang berhasil sembuh bertambah menjadi 112 orang. Namun, angka kasus kematian pasien positif Covid-19 di Indonesia juga meningkat menjadi 170 jiwa.

BACA JUGA  Hadist Hari Ini Robiul Awwal 1442

Kaum muslimin sidang jumat yang berbahagia, Rahimakullah.

Dengan tingginya jumlah kasus corona atau covid-19 ini dan korban meninggal hingga puluhan ribu, maka dapat kita mengambil beberapa hikmah untuk kita jadikan sebagai pembelajaran yang sangat berharga yaitu :

Pertama, kematian bisa terjadi kapan saja entah karena ada virus atau yang lainnya.

Banyak sekali penyebab kematian yang dialamai oleh manusia di dunia ini, ada yang karena sakit, kecelakaan, kebakaran, terbunuh atau karena adanya serangan virus yang mematikan seperti virus corona yang melanda dunia seperti sekarang ini.

Bagi kita umat Islam mesti mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum kematian tersebut datang. Tentu persiapan yang paling utama adalah dengan menegakkan nilai-nilai takwa dalam kehidupan. Untuk dapat menegakkan nilai-nilai takwa tersebut hendaknya kita istiqamah melaksanakan ketentuan syari’at agama secara total (kaffah), baik dalam bentuk perintah maupun dalam bentuk larangan.

Kedua, mesti selektif dalam mengkonsumsi makanan/minuman yang halal

Jangan sekali-kali mengkonsumsi makanan/minuman yang haram, karena ini akan berakibat fatal bagi kesehatan tubuh manusia, bahkan berdampak pada kematian yang mengerikan. Termasuk virus Corona ini, muncul karena mengkonsumsi binatang liar yang diharamkan untuk dimakan . Seperti diketahui, virus corona ini muncul pertama kali di Cina tepatnya di kota Wuhan. Setelah diadakan penelitian oleh para ahli, ternyata virus ini dipercaya muncul dari dua binatang liar yaitu musang dan kelelawar. Menurut WHO sendiri, sebanyak 70 persen patogen penyebab terjadinya penyakit global yang telah ditemukan dalam 50 tahun belakangan berasal dari hewan.

Untuk menjaga dan memelihara kesehatan tubuh manusia, sehingga terhindar dari bahaya-bahaya yang tidak diinginkan, maka melalui kitab suci Al Quran Allah memerintahkan dengan sangat tegas agar memakan makanan yang halal lagi baik (thoyyib). Perhatikan surat Al Baqarah ayat 168 berikut ini;
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Artinya : “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.

Ketiga, mesti memperhatikan kebersihan diri, tempat tinggal dan lingkungan.

Untuk mencegah makin merajalelanya penyebaran virus corona dan virus-virus lainnya, para dokter di seluruh dunia menghimbau agar selalu menjaga dan memperhatikan kebersihan diri, tempat tinggal dan lingkungan sekitar. Ini penting, dengan hidup bersih badan akan selalu sehat, tempat tinggal menjadi nyaman dan lingkunganpun menjadi seteril dari virus/kuman yang dapat membahayakan kesehatan tubuh.

Dalam Islam sendiri hidup bersih itu sangat ditekankan, bahkan dikatakan bersih adalah sebagian dari iman. Di akhirat nanti yang berhak masuk surga adalah orang-orang yang selalu menjaga kebersihan lahir maupun batin. Perhatikan hadits Nabi Muhammad SAW,
اَلاِسْلاَمُ نَظِيْفٌ فَتَنَظَّفُوْافَاِنَّهُ لاَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ اِلاَّ نَظِيْفٌ
Artinya : ”Agama Islam itu adalah agama yang bersih, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan. Sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang yang bersih”. (HR. Al Baihaqiy)

BACA JUGA  Prof H Agustiti: MELAWAN PADEMI COVID 19 DENGAN KHALWAT DAN UZLAH

Keempat, hubungan dalam keluarga makin akrab dan menyatu dalam kebersamaan

Selama ini banyak orang tua yang sangat sibuk dengan pekerjaannya, sehingga komunikasi dengan keluarga baik itu dengan pasangan suami/istri, maupun anak-anaknya menjadi renggang. Orang tua yang bijak betul-betul memanfaatkan kebersamaan dalam keluarga selama musim penyebaran corona ini berlangsung.

Nikmatilah suasana keakraban bersama keluarga, karena bagi kita keluarga adalah segala-galanya. Mungkin selama ini, karena kesibukan mencari nafkah menyebabkan kurangnya keakraban dan komunikasi. Sekaranglah saatnya kita betul-betul mengakrabkan diri dengan keluarganya masing-masing. Mari kita manfaatkan moment-moment penting bersama keluarga seperti sekarang ini.

Kita berdoa, semoga Allah segera menghentikan penyebaran virus corona di negara kita Indonesia dan di negara-negara lain yang ada di dunia, Aamiin yaa Robbal’aalamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ. وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَ اعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَ يَكْرَهُ سَفَاسِفَهَا يُحِبُّ مِنْ عِبَادِهِ اَنْ يَّكُوْنُوْا فِى تَكْمِيْلِ اِسْلَامِهِ وَ اِيْمَانِهِ وَ اِنَّهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبَنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ, اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ .

Bekasi, 9 Sya’ban 1441 H/3 April 2020 M