Tidak semua Ilmu harus disampaikan ke khalayak umum || edisi 29 Dzulqa’dah 1444 H

Tidak semua Ilmu harus disampaikan ke khalayak umum || edisi 29 Dzulqa’dah 1444 H

Semua ilmu pengetahuan yang diperoleh dari Nabi sebisa mungkin untuk disampaikan kepada yang lainnya. Nabi menyuruh untuk menyampaikan walaupun hanya satu ayat. Dengan semakin banyaknya orang yang tahu, maka manfaat ilmu itu akan semakin banyak yang menikmati dan merasakannya. 

Kendatipun ilmu itu penting untuk disebarkan dan diketahui oleh banyak orang, namun harus difahami, bahwa kwalitas orang yang menerima ilmu memiliki kemampuan yang bervariasi. Ada yang kemampuan menerima ilmunya sulit, mudah, dan ada pula yang sangat susah faham. Maka dalam keadaan seperti ini dibutuhkan teknik yang baik dan tepat supaya ilmu yang diberikan tidak disalah fahami. Apalagi bila memperhatikan isi dari pengetahuan itu sangat rumit dan sulit difahami oleh orang – orang pada umumnya, maka dibutuhkan metode yang bagus dan efektif dalam menyampaikan.

Demikianlah yang dilakukan oleh salah satu sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yaitu Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu yang telah masyhur sebagai orang yang mengkoleksi banyak hadits, beliau tidak menyampaikan semua hadits yang diterima dari Rasulullah kepada kalangan umum, karena mungkin dikhawatirkan akan salah pemahaman padanya.

Keterangan tentang apa yang telah dilakukan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu tersebut dapat kita temukan pada kumpulan hadits Sahih Bukhari pada No. Hadist: 117. Berikut teks haditsnya :

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي أَخِي عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ حَفِظْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وِعَاءَيْنِ فَأَمَّا أَحَدُهُمَا فَبَثَثْتُهُ وَأَمَّا الْآخَرُ فَلَوْ بَثَثْتُهُ قُطِعَ هَذَا الْبُلْغومُ

Telah menceritakan kepada kami Isma’il berkata, telah menceritakan kepadaku saudaraku dari Ibnu Abu Dzi’b dari Sa’id Al Maqburi dari Abu Hurairah berkata, “Aku menyimpan ilmu (hadits) dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada dua wadah. Yang satu aku sebarkan dan sampaikan, yang satu lagi sekiranya aku sampaikan maka akan terputuslah tenggorakan ini.”

Muhammad Fathi 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA