Tanya jawab seputar Ramadhan bagian 26

Tanya jawab seputar Ramadhan

banner post atas

Soal : Manakah dia kekeliruan dalam menyambut Lailatul Qadar ?
Jawab : Adapun diantara kekeliruan dalam menyambut datangnya malam Lailatul Qadar adalah sebagai berikut :
1. Kurang semangat beramal di bawah tanggal 20, karena adanya persepsi bahwa Lailatul Qadar turun diatas tanggal 20.
2. Anggapan yang keliru terhadap malam Lailatul Qadar sebagai puncak Ramadhan yang jatuh biasanya malam ganjil, menimbulkan kemalasan beribadah terhadap malam – malam yang genap, karena beranggapan di malam tersebut tidak turun Lailatul Qadar.
3. Karena menganggap malam Lailatul Qadar adalah puncak Ramadhan, membuat sebagian kita lupa terhadap limpahan Rahmat dan ampunan Allah yang sangat luas. Bukan hanya ada di malam Lailatul Qadar, melainkan pada seluruh siang dan malam bulan suci Ramadhan nya.

Soal : Apa yang dimaksud dengan Kurang semangat beramal di bawah tanggal 20, karena adanya persepsi bahwa Lailatul Qadar turun diatas tanggal 20 ?
Jawab : Kaum muslimin pada umumnya banyak kita saksikan di berbagai tempat atau daerah, pada tanggal 1,2,3 sampai tanggal 5 Ramadhan, masjid masih terlihat ramai. Tanggal seterusnya shaf shalat sudah mulai semakin maju. Kemudian setelah tanggal 20 keatas sudah mulai tekun i’tikap menunggu Lailatul Qadar. Ini adalah langkah yang kurang tepat. Seharusnya dari awal Ramadhan membiasakan diri untuk i’tikap dan tidak meninggalkan tarawih, sebagai persiapan batu loncatan menghadapi malam-malam diatas tanggal 20 Ramadhan.

Soal : Apa yang dimaksud dengan anggapan yang keliru terhadap malam Lailatul Qadar sebagai puncak Ramadhan yang jatuh biasanya malam ganjil, menimbulkan kemalasan beribadah terhadap malam – malam yang genap, karena beranggapan di malam tersebut tidak turun Lailatul Qadar ?
Jawab : Munculnya anggapan bahwa malam Lailatul Qadar sebagai Puncak Ramadhan adalah sebuah kekeliruan, karena puncak Ramadhan adalah memperoleh ampunan dari Allah sebagai tiket meraih taqwa. Adapun malam Lailatul Qadar dapat dikatakan sebagai hadiah tambahan terbesar di bulan suci Ramadhan. Dan kefokusan terhadap malam – malam ganjil, akan dapat mengurangi kualitas dan kuantitas ibadah pada malam genapnya, karena beranggapan disitu dapat dipastikan tidak ada Lailatul Qadar.

Iklan
BACA JUGA  Tanya jawab seputar Ramadhan bagian 4

Soal : Apakah setiap orang memiliki pandangan seperti diatas ?
Jawab : Tidak semua seperti itu, itu hanya pandangan secara umum sebagian kaum muslimin yang membutuhkan perbaikan supaya lebih mantap dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.

Soal : Seperti apa sebaiknya cara memandang malam Lailatul Qadar ?
Jawab : Tetap fokus terhadap keinginan mendapatkan keutamaan bulan Ramadhan, seperti dilipat gandakan pahala amal perbuatan, diampuni segala dosa yang telah dilakukan, dan munculkan harapan untuk mendapatkan bonus terbesar Ramadhan yaitu malam Lailatul Qadar.

Soal : Apakah salah orang yang mengkhususkan diri memburu turunnya Lailatul Qadar di malam – malam ganjil ?
Jawab : Langkah yang demikian itu sangatlah baik, asalkan selain malam ganjil tetap tekun ibadah kepada Allah supaya tidak terlewatkan keutamaan Ramadhan yang lain.