Tanya jawab seputar Ramadhan bagian 11

banner post atas

Soal : Siapa saja yang dikenakan wajib mengqadha’ puasa dan tidak mengeluarkan fidyah ?
Jawab : Adapun orang yang dikenakan qada’ puasa saja tidak fidyah adalah termasuk jenis yang paling banyak, diantaranya adalah :
1. Puasa yang ditinggalkan karena sakit yang memungkinkan untuk diqadha’ setelah sehatnya.
2. Puasa yang ditinggalkan karena musafir (musafir yang dibolehkan untuk tidak berpuasa) yaitu musafir yang bukan karena maksiat dan musafir yang ditempuh memenuhi syarat mengqashar shalat.
3. Puasa yang ditinggalkan oleh orang hamil atau menyusui, karena takut terhadap kesehatan dirinya.
4. Puasa yang ditinggalkan karena haid dan nifas.
5. Puasa yang batal karena terlalu haus dan lapar yang sangat berpengaruh kepada terancamnya kesehatan badan.

Soal : Siapakah yang wajib baginya membayar fidyah dan tidak wajib mengqadha’ puasa ?
Jawab : Orang yang hanya wajib membayar fidyah saja adalah :
1. Puasa yang ditinggalkan oleh orang yang tua renta,
2. Puasa yang ditinggalkan oleh orang yang memiliki keterbatasan fisik yang membuatnya tidak kuat untuk berpuasa (lemah fisik),
3. Puasa yang ditinggalkan oleh orang sakit yang tidak diharapkan sembuhnya.

Soal : Siapakah yang wajib baginya qadha’ dan fidyah ?
Jawab : Adapun orang dikenakan qada’ puasa dan fidyah adalah :
1. Orang yang meninggalkan puasa dan belum diqadha’ sampai datang puasa berikutnya, padahal dia memiliki waktu yang luas untuk mengqadha’ puasanya.
2. Puasa yang ditinggalkan oleh orang yang hamil dan menyusui karena takut terhadap kesehatan anaknya, atau takut terhadap kesehatan dirinya dan anaknya.

Iklan

Soal : Siapakah orang yang tidak dikenakan kewajiban mengqhada’ puasa dan membayar fidyah ?
Jawab : Adapun orang yang tidak wajib baginya qadha’ dan fidyah adalah orang gila (dalam istilah fiqih disebut “laa wa laa” artinya tidak wajib qadha’ dan tidak wajib fidyah)

BACA JUGA  Tanya jawab seputar Ramadhan bagian 12

Soal : Bolehkah berfidyah dengan makanan ringan ?
Jawab : Fidyah yang dikeluarkan harus berupa makanan yang dibolehkan untuk zakat fitrah, yaitu berupa makanan pokok.