Syarat Ijazah Sanad Keilmuan Dari Syaikh Yasin Isa Al-Fadani Dengan Syarat Ikut Perjuangan Syaih Zainuddin

Syarat Ijazah Sanad Keilmuan Dari Syaikh Yasin Isa Al-Fadani Dengan Syarat Ikut Perjuangan Syaih Zainuddin

Oleh: Prof. Dr. H. Fahrurrozi Dahlan, QH,.MA
✍️ Guru Besar UIN Mataram / Sekjend PBNW

“Saya akan ijazahkan semua kitab yang anda pelajari dengan sanad yang sambung menyambung sampai Nabi, tapi jangan lupa anda terus mengaji dan terus nyambung sanad keilmuan kepada Assyaikh Al-Kabir (الشيخ الكبير ) Mujahid Al-Islam (مجاهد الإسلام ) Syaikh M. Zainuddin Al-Anfanany”: Nasihat Musnididdunya Syaikh Muhammad Yasin Isa Al-Fadani kepada Tuan Guru Muda Ruslan Zain saat pamit pulang ke Lombok.

SINAR5NEWS.COM – Sekitar pukul 11.12 WITA, Tuan Guru Ruslan masih bersemangat bercerita kepada kita yang hadir ziarah ke kediaman beliau di Ponpes Darul Kamal NW, tentang kisah beliau memohon ijazah sanad ilmu ke Sang Sanad Dunia, Syaikh M. Yasin bin Muhammad Isa Al-Fadani.

Saya berjalan kaki dari tempat kos saya menuju kediaman Syaikh Yasin (panggilan akrab murid-murid beliau) kurang lebih satu kilo meter, penuh semangat dan penuh harap untuk mendapatkan ijazah ilmu dari Syaikh Yasin. Sesampai saya di Gedeng (rumah) beliau, saya ucapkan Salam dengan penuh takziem kepada beliau, sembari saya mohon ijazah kitab dan ijazah sanad keilmuan.

Sepontan Syaikh Yasin bertanya, Anda tamat di mana? Saya jawab, Alhamdulillah saya baru tamat qism al-aly madrasah asshaulatiyyah dan saya akan pulang ke Lombok Sayyidy Assyaikh.

Syaikh Yasin langsung bilang, tidak bisa kamu dapat ijazah karena belum pernah mengaji di saya, tapi jika kamu dapat Rekomendasi dari Syaikh – Syaikh Asshaulatiyyah saya akan berikan ijazah. Pungkas Syaikh Yasin.
Yaaa. Karena itu syaratnya saya pun berangkat lagi ke tempat kediaman para Masyayikh madrasah asshaulatiyyah, saya jalan kaki lagi, saya temui, Syaikh Ismail Usman Zain, Syaikh Abdullah Allahji, Syaikh Sa’id Mas’ud. Setelah saya utarakan syarat dapat ijazah dari Syaikh Yasin, beliau- beliau dengan senang hati memberikan rekomendasi bahwa Muhammad Ruslan Zain ini murid saya dan telah saya IJAZAHKAN semua kitab yang dibaca di madrasah asshaulatiyyah. Cerita beliau.

BACA JUGA  Alasan Mengharukan Muallaf Yang Ikrar di Pesantren NW JKT
BACA JUGA  Setinggi Apapun Ilmu dan Jabatanmu, Jangan Pernah Tinggalkan Gurumu

Setelah saya dapat Rekomendasi tersebut, saya pun bergegas kembali ke kediaman Syaikh Yasin untuk mendapatkan ijazah sanad ilmu. Saya perlihatkan Rekomendasi itu dan beliau pun berucap, Muhammad Ruslan, saya akan IJAZAHKAN semua ilmu yang saya terima dari guru-guru saya, dan sanad keilmuan yang saya terima dari guru saya sampai Nabi Muhammad SAW, tapi ada syarat satu lagi yang akan anda penuhi sepulang anda ke Lombok. Salam takziem saya ke Syaikh al-Kabir (maha guru) Syaikh Zainuddin dan saya pesan kan kepada Anda, jangan pernah anda berhenti mengaji ilmu di beliau dan jangan pernah Anda tinggalkan Perjuangan beliau.

Sayapun menjawab, Sam’an Wa Thoatan ya Siidy Ssyaikh (enggih tiang ngiring Syaikhuna). Barulah beliau mengijazahkan saya dan sayapun dengan penuh kebahagiaan menjawab, Qobiltu al-Ijazah. Saya baru merasa lengkap silsilah Keilmuan setelah saya dapat dari dua madrasah penting di Makkah, Madrasah Darul Ulum dan Madrasah Asshaulatiyyah.

Lebih lanjut Tuan Guru Ruslan bercerita, saya sampaikan ini agar menjadi pelajaran kepada kita bahwa sanad ilmu itu tak boleh putus, sanad keberkahan itu tak boleh putus. Maka kita tidak boleh putus hubungan keilmuan kita dengan bapak Maulanassyaikh, kita harus lanjutkan amanah yang Maulanassyaikh wariskan kepada kita. Amanah NW harus kita jaga dan majukan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan kita. Kita melanjutkan amanah NW ini dengan semangat bakti taat kepada bapak Maulanassyaikh.

Itulah hikmah yang kami petik dari ziarah keilmuan dengan TGH. M. Ruslan Zain Anahdhy.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA