Solusi bagi yang lupa niat puasa pada malam harinya||edisi ke-8 1443 H

Solusi bagi yang lupa niat puasa pada malam harinya||edisi ke-8 1443 H

Niat adalah bagian utama dalam sahnya pelaksanaan ibadah puasa. Tampa didasari dengan niat yang benar, puasa sudah jelas tidak sah dan akan tertolak.

Pada puasa sunnah seperti puasa Senin Kamis, puasa bayad dan puasa Sunnah lainnya dibolehkan memasang niat puasa pada pagi harinya, jika pada malam harinya lupa dalam memasang niat. Berbeda dengan puasa Ramadhan, dalam madzhab Syafi’i, niat puasa harus dipasang pada malam harinya. Itulah sebabnya diujung shalat tarawih biasanya disebagian Masjid atau Mushalla dibacakan niat puasa untuk esok harinya, sebagai antisipasi supaya niat puasa tidak terlewatkan.

Karena niat puasa Ramadhan harus dipasang pada malam hari, maka seorang yang hendak berpuasa harus benar-benar memperhatikan masalah niat, supaya puasa Ramadhannya lancar.

Apakah ada solusi bagi orang yang terlewat atau lupa memasang niat pada malam harinya ?.

Memang, dalam madzhab Syafi’i niat puasa Ramadhan harus dipasang pada malam hari, namun Syaikhuna Ibnu Hajar Al-Haitami membolehkan untuk memasang niat diawal Ramadhan dengan bertaqlid kepada imam Malik, dan membolehkan niat pagi harinya dengan bertaqlid kepada imam Hanafi sebagai langkah kewaspadaan. Lebih jelasnya mari kita simak penjelasannya dalam kitab Fathul Mu’in berikut :

قال شيخا لكن ينبغي ذلك ليحصل له صوم اليوم الذي نسي النية فيه عند مالك كما تسن له أول اليوم الذي نسيها فيه ليحصل له صومه عند أبي حنيفة وواضح أن محله إن قلد وإلا كان متلبسا بعبادة فاسدة في اعتقاده .

Guru kita Ibnu Hajar Al-Haitami berkata : tapi hal itu sebaiknya saja dilakukan, agar pada hari dimana ia lupa niat dimalamnya, tetaplah berhasil puasanya, menurut imam Malik. Sebagaimana disunahkan niat di pagi hari bagi orang yang terlupakan niat dimalamnya agar tetap berhasil puasanya, menurut Abu Hanifah. Dan jelas, keberhasilan puasa disini adalah bagi orang yang taqlid (mengikuti pendapat kepada Imam Malik, Imam Abu Hanifah) Kalau tidak, maka berarti ia melakukan ibadah yang rusak menurut keyakinannya sendiri”.

Wallahu A’lam
Fath

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA