SK Penolakan Yang Telah ditandatangani oleh Ketua DPRD Loteng M. Tauhid, cacat

banner post atas

Sinar5news.com  – dirilis dari Suararinjaninews.co.id  Lombok Tengah SR- Ketua DPRD bersama Wakil Ketua Dewan, Lombok Tengah (Loteng) telah menandatangani penolakan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, nomor 1421/2018 terkait pergantian nama Bandara Internasional Lombok menjadi Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid.

Keputusan sepihak tersebut, telah mendapat reaksi dan penolakan keras dari sejumlah anggota dewan, salah satunya H. Sunariawan.

Politisi partai Hanura kepada Suara Rinjani, di ruang kerjanya, Kamis (21/11) mengatakan, penandatanganan penolakan terhadap SK Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, nomor 1421/2018 terkait nama Bandara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid.

Iklan

Yang telah ditandatangani oleh Ketua DPRD Loteng M. Tauhid, cacat. Pasalnya, dalam penandatanganan SK penolakan tersebut, pihak ketua dewan dan wakil ketua, tidak melibatkan anggota lainnya. Padahal, pihaknya bersama anggota lainnya, duduk dalam satu lembaga parlemen yang memiliki hak dan kesamaan dalam menentukan sikap.

Surat Penolakan Bupati dan Ketua DPRD Loteng soal pergantian nama bandara yang mendapat reaksi keras dari anggota dewan setempat.
“Saya sangat terkejut, ketika saya dikirimin SK penolakan nama bandara dan sudah di sahkan oleh Ketua dan Wakil Ketua, sedangkan selama ini, saya merasa tidak pernah diundang untuk membahasnya,” katanya kesal.

Semestinya, pihak pimpinan harus mengundang anggota untuk menentukan sikap, terkait kemelut SK Menterian Perhubungan tersebut, bukan malah sebaliknya mengambil sikap tanpa melibatkan anggota lainnya.

“Kita punya hak dan wewenang yang sama di parlemen ini, mestinya ketua jangan otoriter mengambil keputusan vital seperti ini tanpa persetujuan dari anggota,” kesalnya.

Dikatakan, TGH Sunariawan sangat yakin, keputusan sepihak yang telah diambil ketua dan wakil ketua, bertentangan dengan keinginan anggota lainnya. Sebab, dari 50 anggota dewan lainnya, banyak yang menyetujui Bandara Internasional Lombok segera memiliki nama. Sedangkan selama ini, bandara internasional kesayangan bersama, belum memiliki nama, hanya memiliki nama tempat, yakni Lombok.

BACA JUGA  Peduli Bencana Banjir Jabodetabek, Ketum DPP KAMIJO Turun Langsung ke Lokasi

“Banyak kok anggota dewan yang setuju dengan keputusan menteri perhubungan tersebut. Pasalnya bandara kesayangan kita, sampai saat ini belum memiliki nama, hanya baru memiliki nama tempat saja, yakni Lombok,” terangnya.

Terhadap hal itu, pihaknya selaku anggota dewan meminta kepada Ketua dan Wakil Ketua, untuk tidak sesuka hati mengambil keputusan sepihak, tanpa melibatkan anggota yang lain.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Loteng Lalu Rumiawan, saat dimintai keterangan melalui inbox akun medsos FBnya mengatakan untuk lebih jelasnya silahkan adik hubungi ketua langsung dan beliau masih ada di kantor.

“Silakan tanyakan langsung saja ke ketua dik, dan saat ini beliau masih di kantor,” jawabnya singkat.

Ketua Dewan Loteng M. Tauhid ketika dikonfirmasi Suara Rinjani terkait persoalan tersebut, seolah nggan menanggapi pertanyaan wartawan dan terkesan sangat irit bicara.

“Maaf dik bukannya saya tidak mau menjawabnya, tapi pikiran saya dan badan saya sangat letih, dan butuh istirahat, nanti aja ia,” katanya sembari berlalu menuju ke ruang kerjanya. (Ap).