Sistem Perizinan OSS, Pemda Tidak Bisa Melarang Investor Masuk Ke Daerah

Foto : Drs.H.Muhammad Juaini Taofik,M.AP ( Sekda Lotim - NTB )
banner post atas

Sinar5news.com – Selong – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) Drs. H. Muhammad Juaini Taofik,M.AP menjelaskan, kehadiran Ritel Moderen di Lombok Timur, telah sesuai dengan surat edaran dari Mendagri tahun 2020.

“Dalam surat edaran itu dijelaskan jadi sekelas Perda atau Perbub, kalau itu menjadi Penghambat investasi harus di Brangus atau dihapus,” Ungkap Sekda kepada Wartawan. Kamis (16/07/2020).

Bahkan Pemerintah saat ini menggalakkan akses perizinan melalui online sesuai dengan surat Menteri Dalam Negeri Nomor.503/9534/SJ/2018 yang berisi Penyelenggaraan Perizinan di Daerah melalui Online Single Submission(OSS) sebagai upaya peningkatan kemudahan berusaha (Ease of Doing Busstnes/EoDB) di PTSP Daerah, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik.

Iklan

Sekda M. Juaini Taofik juga menambahkan di kantor DPMPTSP Kabupaten Lombok Timur sudah memakai Aplikasi tersebut, untuk bisa mengakses Perijinan melalui internet Sitem Online.

Ia juga menambahkan, salah satu persyaratan untuk bisa mendapatkan izin Ritel Moderen yaitu, harus ada pernyataan dari Ritel Moderen ini untuk bisa menampung hasil dari prodak UMKM dan lahan Parkir nya itu harus di perdayakan untuk kepentingan umum juga yang perlu kita atur.

“Sehingga kita perlu Kroscek regulasi yang ada, kalau lahan parkir itu di area Publik, maka pajak parkirnya masuk di PAD, Lapak nya juga harus masuk Ke PAD,” Terang Sekda.

Masalahnya sekarang menurut Sekda yang harus kita kedepankan bagaimana memastikan produk UMKM kita masuk ke Alfamart dan Indomart, dan mereka bisa kita jadikan galeri. (Bul)

BACA JUGA  TGB dan RTGB Bertemu, NW segera Islah.