*SENTUHLAH JIWAMU* Oleh : Abu Akrom

Ust. Amrullah Khair,M.Pd Praktisi sosial masyarakat
banner post atas

Diantara sekian banyak unsur yang ada dalam diri manusia, ada satu unsur yang paling penting yaitu jiwa. Jiwa itu bagian terdalam dalam diri manusia.

Dari jiwa dimulai segala sesuatu, jika jiwa itu bersih dan suci maka instruksi yang diberikan adalah melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat. Jika jiwa itu kotor maka instruksi yang diberikan adalah hal-hal yang buruk dan membawa malapetaka. Maka pantaslah Allah memberi penegasan, “beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya dan merugilah orang yang mengotorinya”. (QS. Asy Syams 91:9-10).

Betapa banyak orang terganggu jiwanya, sehingga mengalami kerusakan pada akalnya. Orang yang tergangu jiwanya biasanya mengalami stres dan depresi berat, akhirnya menjadi gila. Ini semua terjadi, karena kotornya jiwa manusia.

Iklan

Saking pentingya namanya jiwa, sampai-sampai WR. Supratman menciptakan sebuah lagu wajib nasional Indonesia Raya, dimana terdapat kalimat pamungkas, “bangunlah jiwanya bangunlah badannya”. Lagu Indonesia raya ini senantiasa dinyanyikan oleh seluruh guru dan siswa di seluruh Indonesia pada acara upacara bendera setiap hari Senin. Demikian juga snantiasa dinyanyikan untuk mengawali acara-acara penting dalam satu kegiatan.

Hal ini menunjukkan betapa berartinya hidup bila jiwa terbangun dan terbentuk oleh hal-hal yang positif. Karena jika jiwa rapuh, hancurlah sistem kinerja otak dan organ-organ tubuh lainnya. Sehingga menyebabkan hilangnya keseimbangan tubuh manusia.

Bagaimana mungkin Indonesia bisa maju dan menunjukkan eksistensi kemandiriannya, jika jiwa rakyatnya lemah dan rapuh. Seharusnya setiap kita mengamalkan isi lagu tersebut, tetapi sayang tidak semua menjiwainya hanya sekedar sebagai pemanis yang terucap di bibir saja.

BACA JUGA  Kapolsek Masbagik Sosialisasi Covid Dan Kampung Sehat Di Pasar Ternak Masbagik.