Sejarah Sepeda di Indonesia

banner post atas

Sejarah sepeda di Indonesia
Awal mula sepeda diciptakan berawal dari masalah yang dihadapi oleh Karl Drais kemudian popularitas sepeda menjadi ramai dan berkembang diberbagai Negara. Di Indonesia sendiri, popularitas sepeda dikenalkan pertama kali dimasa kolonial Belanda. Orang Belanda membawa sepeda buatan Eropa sebagai alat transportasi saat melakukan penjajahan di Indonesia.

Namun tidak semua orang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi ini, menggunakan sepeda hanya untuk orang-orang tertentu saja, seperti para penguasa dan bangsawan.

Pernah mendengar tentang sepeda jengki? Sebenarnya nama aslinya adalah “yankee”. Sebutan ini diperuntukkan oleh orang Amerika. Istilah ini muncul ketika orang Amerika pada tahun 1960-an dapat menginvasi Indocina.

Iklan

Sempat Melarang Masuknya Produk Buatan Barat

Jika anda mengenal produk bermerk legenda ini seperti Butterfly dan Phoenix, produk sepeda ini merupakan sepeda buatan Tiongkok. Kedua sepeda ini sempat ramai dikarenakan Presiden Soekarno melarang masuknya segala produk buatan Barat, termasuk buatan Belanda dan Eropa Barat tidak dapat masuk ke Indonesia.

Jika dilihat, rangka sepeda buatan China jauh lebih ringan dan ukurannya lebih kecil sehingga pas untuk ukuran masyarakat yang tinggal di Asia. Dari situlah sepeda jengki menjadi istilah popular terkait sepeda antik, sebutan lain dari sepeda ini yaitu sepeda kumbang dan sepeda sundung.

Selain sepeda jengki ada juga sepeda balap, sebelum adanya perang dunia ke II, beberapa pembalap sepeda professional dari Indonesia yang dibiayai perusahaan seperti Mansonia, Triumph, dam Hima.

Awal mula balap sepeda berada dikota Semarang. Sempat didirikan velodrome yaitu tempat penyelenggaraan cabang balap sepeda yang dirancang oleh arsitek Ooiman serta Leeuwen. Namun kegiatan balap sepeda ini sempat terhenti pada masas penjajahan Jepang. Lalu kegiatan balap sepeda kembali dilakukan lagi setelah Indonesia merdeka.

BACA JUGA  Manfaat Daun Singkong bagi Tubuh

Pekan Olahraga Nasional ke-2 tahun 1951, balap sepeda menjadi cabang olahraga resmi yang diperlombakan. Kemudian beberapa daerah membentuk komunitas-komunitas untuk perkumpulan balap sepeda, dan akhirnya berdiri Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) pada tanggal 20 Mei 2956 di Semarang.

Kemunculan sepeda-sepeda modern yang dimulai pada tahun 1980-an di Indonesia seperti sepeda gunung (Mountain Bike), sepeda perkotaan (Road Bike), sepeda anak dan sepeda lipat (Folding bike). Mountain bike merupakan sepeda modern yang banyak diminati masyarakat Indonesia sampai saat ini, seepda ini pertama kali diperkenalkan oleh Joe Breeze.

Joe Breeze adalah pembuat dan perancang sepeda gunung yang berasal dari California, Amerika Serikat pada tahun 1977 dan beberapa tim pembuat mountain bike lainnya.

Selain Mountain Bike dan sepeda lipat, terdapat juga sepeda BMX yang berukuran mini yang dapat meningkatkan adernalin ketika berkendara. Biasanya diminati oleh para anak muda di Indonesia, dengan cara melakukan atraksi menggunakan sepeda.