Sambutan Kyai H.M.Suhaidi dalam acara halal bihalal HIMALO

Halal bihalal

banner post atas

Acara halal bihalal HIMALO (himpunan masyarakat Lombok) tadi malam 16/5/21 terlaksana dengan baik dan lancar. Acara tersebut berlangsung sekitar satu jam tiga puluh lima menit, dari setelah shalat Isya’ sampai selesai, dihadiri oleh beberapa tokoh pemerintah dari Jakarta dan Lombok.

Halal bihalal HIMALO (himpunan masyarakat Lombok) berlangsung secara virtual zoom didukung oleh media online SINAR LIMA yang Pelaksanaannya berpusat di PONPES Nahdlatul Wathan Jakarta.

Acara tersebut berjalan dengan penuh hidmat. Apalagi setelah mendengarkan sambutan tuan rumah yaitu pimpinan Ponpes Nahdlatul Wathan Jakarta Drs. H. M. Suhaidi yang dengan senang hati menyambut terlaksananya halal bihalal HIMALO di Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta.

Iklan

Dalam sambutannya, beliau sangat senang dengan terlaksananya acara halal bihalal HIMALO di Pesantren, bahkan lebih jauh beliau mengatakan ucapan terimakasih kepada pengurus HIMALO yang telah menjadikan Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta sebagai pilihan tempat halal bihalal.

Kyai H.M.Suhaidi juga menyebutkan dalam sambutannya, bahwa Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta didirikan oleh putra asli Sasak selaparang yaitu TGKH. Zainuddin Abdul Madjid, oleh karena itu pantaslah dan wajarlah kalau seluruh masyarakat Lombok apapun kegiatannya dan apapun gerakannya untuk memakai Pondok Pesantren ini. Tegasnya.

Beliau juga berharap mudah – mudahan apa saja yang diselenggarakan oleh masyarakat Lombok di daerah rantauan ibu kota Jakarta selalu berkenan di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta.

Sambutan tersebut merupakan kata pembuka bahagia atas terselenggaranya halal bihalal HIMALO di Ponpes Nahdlatul Wathan Jakarta, sekaligus sebagai sambutan pembuka atas sambutan – sambutan yang lain.

Beliau juga menyampaikan tentang sifat seorang perantau yang tak ubahnya seperti lebah, selalu menghisap bunga – bunga yang baik, sehingga yang keluar darinya baik juga, bahkan menjadi obat. Dan kalaupun dia sudah tidak berkenan menghisap bunga – bunganya dia meninggalkan dengan baik. Dan kami masyarakat Lombok akan ikut serta membangun DKI, membangun masyarakat nya yang religius. Insyaallah perantau Lombok aman seperti lebah yang dicontohkan Al-Qur’anul Karim. Terangnya.

 

BACA JUGA  SMP Nahdlatul Wathan Sukses Adakan MPLS Sesuai Prokes