Ramadhan 29: Sabar Saat Belum Memiliki Baju Baru Lebaran

Ramadhan 29: Sabar Saat Belum Memiliki Baju Baru Lebaran

Dalam kehidupan masyarakat, fenomena membeli baju baru menjelang Idul Fitri seolah menjadi budaya yang terus berulang dari generasi ke generasi. Baju baru sering dianggap sebagai bagian yang wajib ada dalam perayaan Idul Fitri. Tidak heran jika di penghujung Ramadan, banyak orang sibuk membicarakan dan mencari baju baru, baik untuk diri sendiri, pasangan, anak-anak, maupun keluarga besar.

Namun, sebagai umat Islam, kita perlu memahami bahwa baju baru saat Idul Fitri bukan berarti harus baju yang baru dibeli. Dalam Islam, yang lebih diutamakan adalah mengenakan pakaian yang bersih, layak pakai, dan enak dipandang, meskipun itu adalah baju lama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُوا وَاشْرَبُوا وَتَصَدَّقُوا وَالْبَسُوا فِي غَيْرِ إِسْرَافٍ وَلَا مَخِيلَةٍ

Makan dan minumlah, berpakaianlah, dan bersedekahlah tanpa berlebihan dan tanpa kesombongan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Dari hadits ini, kita bisa memahami bahwa berpakaian yang baik pada hari raya dianjurkan, tetapi tidak perlu berlebihan atau sampai memaksakan diri. Warna putih pun dianjurkan dalam berpakaian, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اِلْبَسُوا مِنْ ثِيَابِكُمُ الْبَيَاضَ، فَإِنَّهَا مِنْ خَيْرِ ثِيَابِكُمْ، وَكَفِّنُوا فِيهَا مَوْتَاكُمْ

Kenakanlah pakaian putih, karena itu lebih suci dan lebih baik, dan kafanilah orang mati kalian dengan kain putih.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Sayangnya, sebagian kaum Muslimin salah memahami konsep baju baru dan menganggapnya sebagai kewajiban. Bahkan, ada yang sampai berhutang demi membelinya. Padahal, membeli baju baru bukanlah suatu keharusan dalam agama. Yang lebih utama adalah memastikan kebutuhan pokok keluarga tercukupi, terutama makanan saat hari raya. Jangan sampai ada Muslim yang kesulitan makan hanya karena dana dialokasikan untuk membeli baju baru.

Bagi yang belum mampu membeli baju baru, hendaknya bersabar dan tidak berkecil hati. Yang lebih penting di hadapan Allah bukanlah baju baru, melainkan kualitas ibadah dan ketakwaan seseorang. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Maka, hendaknya kita lebih fokus pada kesempurnaan ibadah Ramadan, memperbaiki hati, serta meningkatkan ketakwaan. Apalah artinya memiliki baju baru jika hati masih kotor, puasa banyak yang terlewat, atau bahkan ada yang tidak berpuasa tetapi sangat antusias membeli baju Lebaran.

Memiliki baju baru saat Idul Fitri bukanlah sebuah kewajiban dalam Islam, melainkan hanya adat yang berkembang di tengah masyarakat. Yang lebih utama adalah menjaga kebersihan dan kerapihan pakaian serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Sebab, yang dinilai Allah bukanlah apa yang kita kenakan, melainkan ketakwaan yang ada dalam hati kita.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA