Ramadhan 19: Menumpuk Pahala Gibahan dengan bersabar saat Berpuasa Ramadan

Ramadhan 19: Menumpuk Pahala Gibahan dengan bersabar saat Berpuasa Ramadan

Dalam bulan suci Ramadan, setiap amalan kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Namun, banyak orang yang lalai dan justru mengurangi nilai puasanya dengan perbuatan yang dilarang, salah satunya adalah gibah (menggunjing). Padahal, seseorang yang sedang berpuasa lalu bersabar ketika digibahi, bukan hanya mendapatkan pahala kesabarannya, tetapi juga pahala dari orang yang menggibahnya.

Islam sangat mengecam gibah karena perbuatan ini termasuk bagian dari perbuatan dosa. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۚ إِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

Dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat, Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Ayat ini menunjukkan bahwa gibah adalah perbuatan yang diharamkan dan sangat buruk dalam Islam, diibaratkan seperti memakan daging saudara sendiri yang sudah mati—sebuah gambaran yang mengerikan dan menjijikkan. Gibah berarti mencemarkan kehormatan seseorang, yang berdampak pada rusaknya hubungan sosial dan menimbulkan kebencian serta perpecahan di antara kaum Muslimin.

Dalam hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ، فَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ إِنِّي صَائِمٌ

Puasa adalah perisai. Maka pada hari seseorang berpuasa, janganlah ia berkata kotor dan berbuat bodoh. Jika ada seseorang yang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, maka hendaklah ia berkata: ‘Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa.’” (HR. Bukhari & Muslim)

Dari hadis ini, jelas bahwa seorang Muslim yang berpuasa harus menjaga dirinya dari perkataan buruk dan tidak membalas keburukan dengan keburukan.

Keuntungan Orang yang Sabar saat Digibahi

Orang yang sabar ketika digibahi akan memperoleh keuntungan besar di dunia dan akhirat:

1. Mendapat pahala kesabaran

Dalam Islam, kesabaran memiliki pahala yang sangat besar. Allah ﷻ berfirman:

إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّـٰبِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

2. Mengambil pahala orang yang menggibahnya

Dalam Islam, jika seseorang menganiaya orang lain (termasuk dengan gibah), maka di akhirat, pahala orang yang menggibah akan diberikan kepada orang yang digibahi. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ مَظْلِمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ، فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ، قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ، إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلِمَتِهِ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ، أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَتْ عَلَيْهِ

“Barang siapa yang menzalimi saudaranya dalam kehormatan atau dalam hal lainnya, maka hendaklah ia meminta halal (maaf) darinya sekarang sebelum datang hari yang tidak ada lagi dinar dan dirham. Jika ia memiliki amal saleh, maka akan diambil darinya sesuai dengan kezalimannya. Jika ia tidak memiliki amal saleh, maka dosa saudaranya akan dibebankan kepadanya.” (HR. Bukhari)

3. Gibah tidak menyakiti secara fisik

Orang yang digibahi tidak akan merasakan rasa sakit secara fisik, berbeda dengan orang yang dipukul atau disakiti secara fisik. Oleh karena itu, satu-satunya sikap terbaik bagi orang yang digibahi adalah bersabar.

Menjadi korban gibah memang menyakitkan secara emosional, tetapi dalam perspektif Islam, hal ini justru bisa menjadi keuntungan bagi orang yang sabar. Terlebih dalam bulan Ramadan, di mana setiap amalan dilipatgandakan, kesabaran saat digibahi akan memberikan limpahan pahala yang luar biasa. Oleh karena itu, jika seseorang sedang berpuasa dan mendapati dirinya menjadi korban gibah, cukup bersabar dan serahkan segalanya kepada Allah, karena pahala besar telah menunggunya di akhirat.

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA