Prof Harapandi: Bahagia Milik Siapa?

Prof Harapandi: Bahagia Milik Siapa?

 Seharusnya setiap orang Beriman itu “BAHAGIA”, Bahagia karena Allah senantiasa berada disisinya, saat suka maupun duka, sedih maupun senang. Bahagia karena apapun yang dikerjakan selalu berasamaNya.

Karena itulah saat al-Syaikh Ibrahim ibn Adham diminta nasihat oleh seorang muridnya yang bergelimang dosa. Beliau berkata lakukan saja apa yang sudah engkau lakukan (perbuatan dosa) asalkan ingat beberapa hal iaitu Janganlah makan dari rezeki Allah, sang murid bertanya ya syaikh kalau begitu darimana aku akan makan, semua rezeki datang dari Allah, jika engkau sadar bahwa rezeki dari Allah, janganlah engkau berbuat dosa.
 
Namun -aneh- kebanyakan kita tidak menyadari bahwa Allah bersama kita kapan, dimana dan saat apapun, karena ketidak sadaran itulah kemudian bagi yang memperoleh kemenangan (kesuksesan) lupa diri (tidak bersyukur) dengan anggapan bahwa kesuksesannya tidak ada campur tangan Allah seperti kasus Karun La’natullah.
 
Dan bagi mereka yang sedih karena GAGAL –kadang- terjerumus dengan mengakhiri hidupnya. Padahal jika disadari bahwa susah dan senang –datangnya dari Yang Maha Quddus–, mengapa kita harus bersikap berbeda, senang disikapi dengan Syukur sebagai tanda nikmat Allah teranugerah kepadanya, mestinya susah juga dibarengi dengan sikap SABAR sebagai tanda menerima taqdir yang diatur oleh Allah.

Bukankah Allah berfirman dalam hadits Qudsinya yang berarti; Sesiapa yang tidak redha dengan taqdirKu, tidak bersyukur dengan nikmatKu dan tidak bersabar dari ujianKu, maka carilah Tuhan (lain) untuk kalian sembah”.

Mencari “Tuhan lain” adalah kalimat cabaran (tantangan) dari Allah akibat ketidak sadaran kita bahwa apapun yang sudah, sedang dan akan terjadi datang dari Allah, karena itu jangan panik, jangan risau dan jangan berlebihan dalam menyikapi segala kejaidian yang sedang kita hadapi, kembalikan pada Allah dengan semakin akrab dan dekat kepadaNya, minta dikeluarkan dari segala perkara yang tidak membahagiakan kita.
 
Ya Allah Jadikanlah kami dan keluarga kami termasuk orang yang pandai bersyukur terhadap nikmat yang telah Engaku anugerahkan dan berilah kami kesabaran dalam mengahadapi semua taqdir yang Engkau suratkan pada kami. Amin.

BACA JUGA  Hikmah Pagi :TIGA ALIRAN BESAR ISLAM INI MENYIMPANG DAN SESAT KARENA KELUAR DARI MAJELIS GURUNYA

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA

BACA JUGA  Pelajaran Berharga Dari Sirkuit Mandalike