Kisah Masjid Al Ikhlas Citi Hub, Berawal dari Kegelisahan hingga Jadi Pusat Ibadah Para Pekerja
JAKARTA, SinarLIMA — Keberadaan sarana ibadah di kawasan perkantoran kerap menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja Muslim, khususnya saat menunaikan ibadah shalat Jumat. Berangkat dari kegelisahan tersebut, Masjid Al-Ikhlas yang bertempat di Gedung Citi Hub, Kelapa Gading Barat, hadir menjadi oase spiritual yang sangat dinantikan.
Wartawan SinarLIMA berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan Bapak Khalid Haridono, Ketua DKM Masjid Al-Ikhlas, seusai pelaksanaan shalat Jumat pada 5 Juni 2026. Berikut adalah petikan wawancara lengkapnya:
Awal Mula dan Sejarah Berdirinya Masjid Al-Ikhlas
SinarLIMA: Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Bapak Khalid Haridono: Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.
SinarLIMA: Dengan Bapak siapa ini? Bisa diperkenalkan posisinya di DKM Al-Ikhlas, Pak?
Bapak Khalid Haridono: Saya Khalid Haridono, sebagai pengurus dan Ketua DKM Al-Ikhlas, Gedung Citi Hub, Kelapa Gading Barat Kavling Nomor 3, Jakarta Utara.
SinarLIMA: Bisa diceritakan Pak, sudah berapa lama kegiatan shalat Jumat ini berjalan, dan bagaimana awal mula sejarahnya kok bisa DKM ini membuat tempat shalat di gedung perkantoran ini?
Bapak Khalid Haridono: Kalau dihitung, ini sudah masuk tahun ketiga jalannya. Kira-kira kami mulai di pertengahan bulan Juni, sekitar belasan tanggalnya, nanti bisa dicek lagi berdasarkan data fix-nya.
Awal mulanya itu dari pengalaman pribadi saya sendiri. Dulu, saat mau shalat Jumat di sekitar sini itu sulit sekali. Cari tempat harus keluar dan jaraknya jauh. Akhirnya, saya coba kumpulkan kawan-kawan. Kami berdiskusi, bagaimana kalau kita buat sendiri di sini? Sekalian ini bisa menjadi kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) buat perusahaan. Alhamdulillah, pihak manajemen perusahaan sangat mendukung dan memberikan izin.
SinarLIMA: Berarti pihak perusahaan menyambut baik ya, Pak? Karena ini juga bisa mengangkat citra gedung itu sendiri.
Bapak Khalid Haridono: Betul, mendukung sekali. Kegiatan ini sebetulnya juga masuk sebagai promo dan branding tersendiri secara tidak langsung. Pertama, membantu para karyawan yang bekerja di sini untuk beribadah Jumat. Kedua, dari sisi perusahaan, ada brand image positif yang terbangun. Orang-orang jadi tahu, “Oh, di Gedung Citi Hub ini ada kegiatan ibadah Jumatnya.” Ini sangat mengangkat citra nama perusahaan agar lebih dikenal di lingkungan Kelapa Gading.
Perkembangan Jemaah dan Kegiatan Sosial
SinarLIMA: Dulu awal-awal berdiri, perkiraan berapa jemaah yang hadir, Pak? Dan bagaimana perkembangannya sampai sekarang?
Bapak Khalid Haridono: Awal mula dulu tidak lebih dari 50 sampai 70 jemaah saja, karena fokus awal kita memang untuk membantu rekan-rekan yang bekerja di dalam satu gedung ini. Paling sekitar 60-an orang lah. Tapi setelah berkembang sampai dengan sekarang, jumlahnya terus meningkat, mungkin sudah mencapai 300-an jemaah.
SinarLIMA: Luar biasa peningkatannya. Kalau jemaahnya sendiri, selain dari gedung ini, dari mana saja, Pak?
Bapak Khalid Haridono: Kebetulan dari lingkungan perkantoran di sekeliling gedung ini juga. Ada yang dari area Bukit Gading Tiga (BGT) sampai ke arah Mall Artha Gading.
SinarLIMA: Berarti untuk daerah sekitar sini memang masjid agak minim ya, Pak?
Bapak Khalid Haridono: Lumayan jauh. Yang paling dekat itu di Mall Artha Gading, lalu di Apartemen Paladian (ke arah Mall of Indonesia), ada juga di Lotte—tapi saya kurang tahu sekarang masih mengadakan atau tidak karena kondisinya agak sepi—dan satu lagi di seberang arah Bypass, yaitu di kantor PLN. Jadi keberadaan Masjid Al-Ikhlas ini memang sangat dinantikan.
SinarLIMA: Bagaimana respon atau tanggapan dari para jemaah sendiri dengan adanya masjid ini?
Bapak Khalid Haridono: Alhamdulillah, mereka sangat terbantu dan menunjukkan kesenangan serta dukungannya. Belum lama ini, ada salah satu jemaah yang menyampaikan niatnya untuk menyumbangkan satu unit speaker aktif. Niat baik itu langsung kami terima, dan speakernya sudah ada di samping yang tadi kita gunakan. Mereka melihat mungkin fasilitas suara kita agak kurang, lalu berinisiatif menyumbang. Kami pengurus tentu sangat senang hati menerimanya.
SinarLIMA: Selain shalat Jumat, apakah ada kegiatan keagamaan atau sosial lainnya, Pak?
Bapak Khalid Haridono: Untuk saat ini kegiatan rutin mingguan memang baru fokus di shalat Jumat. Namun, untuk kegiatan hari raya kita juga aktif. Seperti Idul Adha kemarin, kami mengadakan penyembelihan hewan kurban sebanyak 5 ekor kambing. Tahun lalu bahkan lebih bagus, ada sapinya. Tahun ini mungkin kondisi ekonomi sedang turun, jadi 5 ekor kambing, tapi tidak apa-apa, yang penting esensinya. Lalu saat momen Idul Fitri, kita juga mengadakan santunan anak yatim dan buka puasa bersama.
Kalau untuk pelaksanaan shalat Idul Fitri dan Idul Adha sendiri, kami tidak mengadakan di sini karena lokasinya perkantoran dan libur, jadi jemaah melaksanakannya di lingkungan rumah masing-masing.
Tantangan Operasional: Bongkar Pasang Lahan Parkir
SinarLIMA: Mengingat ini areanya di dalam gedung perkantoran, bagaimana teknis pelaksanaannya setiap pekan? Karena kabarnya tempat ini harus bongkar pasang ya?
Bapak Khalid Haridono: Iya, betul sekali. Karena ini tempatnya tidak fix atau permanen, artinya memang harus dibuka dan ditutup kembali untuk difungsikan ke bentuk asalnya. Tempat yang kita pakai ini sebenarnya adalah lahan parkir.
Jadi, pengurus sudah mulai bersiap dari pagi hari untuk merapikan dan menyiapkan saf. Nanti setelah selesai shalat Jumat, langsung kami bereskan dan bersihkan kembali dengan cepat. Jadi pada siang hari, area tersebut sudah bisa difungsikan kembali untuk parkir kendaraan.
SinarLIMA: Melihat rutinitas bongkar pasang setiap Jumat yang melelahkan ini, bagaimana Bapak memberikan dorongan motivasi kepada para pengurus agar tetap semangat?
Bapak Khalid Haridono: Saya pribadi sangat berterima kasih kepada dedikasi teman-teman pengurus. Kuncinya, saya mencoba memberikan contoh. Kalau waktu saya senggang, saya ikut turun langsung membantu angkat-angkat dan beres-beres. Jadi, kalau ketuanya saja ikut turun tangan, harapannya teman-teman di bawah juga tertular semangatnya dan tidak kendor.
Harapan dan Impian Masa Depan
SinarLIMA: Melihat tempat yang terbatas dan sifatnya yang bongkar pasang, apakah kegiatan ini akan terus berlangsung ke depannya? Apakah ada rencana atau rekomendasi untuk membangun masjid yang permanen?
Bapak Khalid Haridono: Tentu kami terus berusaha dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. Keinginan untuk memiliki masjid yang khusus dan permanen itu pasti ada, apalagi melihat jemaah kita yang semakin banyak. Pelan-pelan kami coba utarakan dan diskusikan dengan pihak manajemen bagaimana baiknya. Kendala utamanya memang kembali lagi pada keterbatasan lahan dan tempat di area ini.
SinarLIMA: Terakhir Pak, apa harapan terbesar Bapak untuk Masjid Al-Ikhlas ini ke depannya?
Bapak Khalid Haridono: Saya berharap ke depannya masjid kita ini bisa memiliki ruang yang faktual, nyata, dan terbentuk permanen seperti yang Pak Ustaz sampaikan tadi. Jadi bukan sekadar tempat parkir yang dialihfungsikan sementara untuk shalat Jumat saja. Harapan saya, nanti seandainya saya sudah tidak bertugas lagi atau tidak panjang lagi di perusahaan ini, ada “jejak kebaikan” yang ditinggalkan. Ada masjid yang nyata yang berdiri di sini.
SinarLIMA: MasyaAllah, amin ya Rabbal alamin. Kita doakan bersama, semoga pintu manajemen terbuka dan impian mulia ini bisa segera terwujud. Terima kasih banyak atas waktunya, Pak Khalid.
Bapak Khalid Haridono: Amin, terima kasih banyak. Ssama-sama, Pak.
SinarLIMA: Wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
Bapak Khalid Haridono: Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.
Catatan Redaksi: Wawancara ini berlangsung pada hari Jumat, 5 Juni 2026, bertempat di Sekretariat Masjid Al-Ikhlas, Gedung Citi Hub, Kelapa Gading, Jakarta Utara, sesaat setelah pelaksanaan ibadah shalat Jumat. (SinarLIMA).
DATA PENULIS
-
Nama: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Ust. Amrullah)
-
Profesi: Jurnalis Sinar5News.com & Guru BK (SMP NW/Lab Jakarta)
-
Dakwah: Khatib Jum’at DKI Jakarta & Bekasi, Penulis Naskah Khutbah Nasional.
-
Spesialisasi: Penggagas Metode Al Akrom (5 Jam Bisa Baca Al-Qur’an) & Pengajar Tahsin/Tafsir.
-
Karya: Penulis puluhan buku & Pencipta 12 album lagu religi.
-
Media: YouTube: Abu Akrom Channel & SinarLIMA TV
-
Kontak: 0878-8727-0732





