Prof Harapandi :Al-Istighfar

Prof Harapandi :Al-Istighfar

 

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (الذريات:١٨)

Artinya:”Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar”.

Orang-orang yang berbuat baik itu, dulu saat di dunia mereka hanya sedikit tidur di malam hari, mereka shalat beribadah kepada Tuhan mereka, dan di akhir malam menjelang shubuh.

Seorang Sufiah Rabi’ah al-Adawiyyah pernah berkata:” Istighfaruka Yahtaju Ilal Istighfar” (Istighfar yang kalian baca masih memerlukan istighfar ).
 
Ungkapan ini memiliki makna yang sangat dalam. Istighfar sebagai bagian dari tobat yang kita lakukan masih memerlukan istighfar. Artinya tobat kita belum sempurna.
 
Kesempurnaan tobat dapat terlihat dari tiga persyaratan jika hubungannya dengan Allah ditambah satu syarat jika kaitannya dengan manusia lain dapat dipenuhi.
 
Mencabut diri dari perbuatan dosa sebagai syarat utama, dilanjutkan dengan penyesalan yang mendalam terhadap kesalahan serta berazam dengan sungguh-sungguh untuk tidak lagi melakukan kesalahan yang sama. Akhirnya mengembalikan hak-hak orang lain yang telah diambilnya merupakan syarat bagi kesalahan yang tetkait dengan orang lain.
 
Setelah semua persyaratan terpenuhi belumlah dikatakan tobat sebenar-benarnya sehingga ruh tobat melekat dalam dirinya. Ruh tobat yang dimaksud ialah melakukan tobat dengan penuh kesadaran dan kehadiran hati dalam ragam ibadah. Ruh tobat akan terlihat jelas saat amalan saleh dijalankan sebagai ganti laku kejahatan sebelumnya.
 
Allah menyebutkan manfaat sholat ialah mencegah kita melakukan perbuatan keji dan amalan munkar. Banyak orang percaya bahwa menjalankan sholat merupakan bukti nyata ketaatan kita pada Allah dan juga rasulNya. Saat azan tanda waktu telah tiba kita juga dengan segera mendatangi masjid ataupun surau.
 
Namun berapa banyak antara kita yang benar-benar telah menjalankan sholat sesuai perintah yang diinginkan Allah dan rasulNya?, berapa banyak di antara kita yang telah menjadikan sholat sebagai sebuah keperluan bukan kewajiban?. Sudahkah kita menjalankannya dengan menghadirkan hati dan memahami setiap gerakan dan bacaan?.
 
Mungkin rata-rata kita menjawab, saya belum menjalankannya dengan sebenar yang diinginkan Allah dan rasulNya. Mungkin masih lebih baik jika kita menyadari bahwa kita masih belum melakukan dengan sebenar-benarnya dibandingkan dengan mereka yang kadang merasa setelah menjalankan sholat telah terbebas dari tuntutan perintah dan bersih dari kesalahan dan khilaf.
 
Dosa diperbuat tanpa perduli akan hukuman di akhirat, dosa dillakukan dengan kesadaran bahwa masih ada waktu untuk bertaubat. Sadarkah kita bahwa umur ini tidak akan panjang, siapa yang dapat menjamin kehidupan kita akan sampai pada esok pagi?.
 
Kembalilah kepada Allah, segeralah bertaubat sebelum Malaikat Izrail menjemputmu, berlarilah kepada Allah untuk menjalankan perintahNya dengan sebaik mungkin.

BACA JUGA  Forum BPD Lotim Apresiasi Hadiah Umroh Untuk Kades. BPD Kenapa Tidak??
BACA JUGA  Kehadiran TGB Ketua Umum Dewan Tanfiziyah PBNW Sudah Lama dinantikan

Sebagai kalam akhir, renungkan firman Allah dalam hadits qudsinya:
يا ابن آدم تب علي أكرمك كرامة الأنبياء

Wahai anak Adam bertaubatlah kepadaKu, aku akan ampunkan dosa kalian dan akan memberikan kemuliaan seperti Aku memuliakan para NabiKu.
 
Semoga kita dapat menjalankannya. Amiin
 
 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA