Prof H Harapandi: Ingat Rumah (Sejati) mu

banner post atas

 

وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْأُولَ) الضحى:٤)

Tafsirnya:Dan sungguh kehidupan Akhirat lebih baik bagimu daripada kehidupan dunia, karena kenikmatan abadi yang tidak terputus di Akhirat.

Iklan

Sedikit di antara kita yang sadar bahwa umur yang diberikan Allah sangat terbatas. Tidak hanya orang tua yang dipanggil menghadapNya, bahkan anak yang baru dan belum lahirpun diambilNya.
 
Sadarkah kita bahwa sekalipun setiap hari umur bertambah, namun hakikatnya berkurang, Janganlah engkau sia-siakan. Bahkan hari ketika datang setiap pagi berseru kepada manusia;
 
“Wahai anak adam, aku datang silih berganti, warna-warni aku bawa bersamaku, namun kalian masih tetap dalam keasikanmu, seolah hidupmu tiada akhir, sadarlah waktumu tinggal sedikit, teman Malaikatku telah mengintaimu setiap saat”.
 
Setiap tarikan nafasmu akan diminta pertanggungjawaban dihadapan Rabbmu. Jadilah manusia cerdas yang sadar dengan anugerah Allah, sebab kebodohan bagi mereka yang tersesat jalan saat sudah dekat tempat tinggalnya.
 
Simak dan renungkanlah ungkapan cerdas seorang Hukama’ berikut:
 
أغبى الناس من ضلَّ الطريق في آخر سفره و قد قارب المنزل

Manusia terbodoh ialah mereka yang tersesat jalan di dekat rumahnya sendiri.
 
Ungkapan ini berarti setiap hari kita mestinya merasakan bahwa rumah tinggal yang sebenarnya (Surga-ataukah Neraka) sangat dekat, namun banyak kita terpana dengan gemerlapnya dunia fana’ (sementara).
 
Bahkan ada sebagian orang secara fisik sudah lemah dan umurnya sudah terbilang tua, namun perilakunya seolah tidak sadar bahwa kematian telah amat dekat dengannya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu mendapatkan petunjuk sehingga tidak tersesat dalam perjalanan me

BACA JUGA  Hadist Hari Ini Sabtu 15 Sofar 1442