Prof Harapandi :Taubat adalah Nikmat

banner post atas

 

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ
شَيْءٍ قَدِيرٌ (التحريم:٨)

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Iklan

Coba bayangkan bahwa saya dan juga anda, setiap hari kita melakukan kesalahan, mungkin tidak sengaja tapi tetap namanya salah. Setiap salah mesti diperbaiki, media memperbaiki kesalahan seperti diajarkan Allah dan RasulNya dengan bertaubat, jika tidak maka “dosa” dari satu kesalahan menuju kepada kesalahan yang lain tak akan pernah terselesaikan bahkan akan bertambah besar.
 
Kesalahan yang kita lakukan akan membuat hati yang suci (al-Nur) menjadi kotor dan jika sudah kotor, maka akan mewariskan kegelapan (al-Zulmat) dan kegelapan hanya akan membuat pemiliknya bekerja tidak dengan arahan dan petunjuk Allah.

 
Syuhawardi al-Maqtul menjelaskan;
 
“Bayangkan hati yang kita miliki jika setiap hari diendapkan dosa, maka dia akan tertutup sehingga tidak mampu lagi melihat mana yang benar dan mana yang salah”.
 
Jika sudah demikian, kesalahan terasa “benar” kebenaran terasa pahit untuk sekedar didengar apalagi dilaksanakan, nasihat apapun tidak akan pernah dapat mencerahkan, hati sudah “membatu” bahkan batu masih mungkin dipecahkan namun hati yang mengeras akibat kesalahan jauh lebih susah.
 
Ya Laitaha minal Khâsirîn (alangkah ruginya kita). Melihat hal demikian Allah telah menyiapkan sarana agar manusia tidak menjadi gelap hatinya, media tersebut adalah al-Taubat.
 
Taubat yang disenangi Allah adalah al-Taubat al-Nashuha yakni taubat yang melengkapi tiga persyaratan utama; al-Iqla’u Minazzanbi (mencabut diri dari perbuatan dosa yang kita lakukan), al-nadamu (menyesali semua perlakuan dosa), Rasulullah bersabda; al-Taubatu al-Nadamu (Taubat adalah penyesalan), dan al-‘Azmu an-Laa Yauda Ilaiha (Berazam untuk tidak lagi kembali melakukan dosa tersebut.
 
Ketiga persyaratan tersebut bila dosa atau kesalahan yang kita lakukan berkaitan antara Manusia dan Allah, sedangkan jika terkait dengan manusia lain, maka ditambahkan satu lagi yakni; Jika berkaitan dengan harta, maka dikembalikan, jika berkaitan dengan nama baik, maka meminta maaf dan menyatakan diri bersalah.

BACA JUGA  Buletin Jum'at HAMZANWADI Edisi 29

Ketahuilah bahwa taubat itu adalah farajun lana (jalan keluar bagi kita dari kesulitan dan kegelisahan hati), dan rahmatan bina (juga menjadi rahmat bagi manusia).

Antara manfaat taubat yang paling utama seperti di jelaskan Allah dalam hadits qudsi ialah mendapatkan ampunan Allah dan akan ditinggikan dan diagkat derajat (al-Taib) disisi Allah seperti derajat para Nabi.
ياابن آدم تب علي أكرمك كرامة الأنبياء
Wahai anak adam kembalilah kalian kepadaKu, maka Aku akan ampunkan dosa kalian dan Aku akan memuliakanmu seperti kemuliaan yang Aku berikan kepada para Nabi.

Mari kita manfaat malam2 dan hari2 terakhir bulan suci Ramadhan ini untuk mensucikan diri kita agar khilaf dosa dan noda bersih dari diri kita dan kita betul2 berusaha untuk menjaga amalan-amalan kebajikan semasa ramadhan tetap terpelihara selepas Ramdhan meninggalkan kita semua. Amin

Wallahu a’lamu bi al-Shawab