Prof H Agustitin :Hal Penting Dari Peran Koperasi Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

banner post atas

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk miskin sudah menurun tajam. Kondisi ini menjadi peluang yang harus tangkap oleh segenap pihak yang ada di negara ini agar kemiskinan di tanah air ini bisa lebih cepat berikurang. 

Upaya untuk mengurangi.

Kemiskinan harus diatasi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Iklan

Semangat yang berkembang saat ini adalah semangat Bali Ndeso Mbangun Deso (pulang ke desa, membangun desa).

Ini harus di jadikan Program Bali Ndeso Mbangun Deso dan harus dicanangkan menjadi landasan pembangunan dan spirit bagi pengembangan daerah.

Bali Ndeso Mbangun Deso harus menjadi gerakan moral untuk memberdayakan masyarakat desa agar mampu mengelola potensi sumber daya pembangunan yang tersedia sangat melimpah di perdesaan.

Tujuannya, agar pembangunan perdesaan menjadi maju dan kesejahteraan masyarakatnya dapat lebih meningkat.
Gerakan moral dimaksud, adalah yang sudah pintar menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, hendaknya kembali ke desa memberitahu atau ngajari masyarakat desa yang belum pintar supaya pintar mengelola potensi desanya.
Dalam kegiatan pembangunan di segala sektor, sehingga desanya menjadi maju.

Demikian pula bagi yang sudah kaya dan berkelebihan harta, juga jangan segan-segan membantu saudara kita di desa melalui hibah dana, modal usaha, dan pendampingan manajemen usaha, agar geliat ekonomi kerakyatan di desa semakin tumbuh, sehingga kesejahteraannya meningkat Konsep Bali Ndeso Mbangun Deso sejatinya merupakan upaya dari pemerintah agar distribusi kesejahteraan bisa menjangkau semua lapisan masyarakat.
Kesejahteraan yang terdistribusi secara merata sampai tingkat masyarakat di pedesaan sudah menjadi impian bangsa ini.

Selama ini distribusi kesejahteraan masih berkutat pada kelompok tertentu sehingga muncul istilah “yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin”.

Bagi negara Indonesia yang memiliki kekayaan alam melimpah dan posisi geografis strategis dalam perdagangan dunia, kesejahteraan rakyat semestinya bisa diwujudkan. Ketika kesejahteraan tersebut belum dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat berarti ada kesalahan dalam proses pembangunan ekonomi bangsa ini. Beberapa kelompok masyarakat memiliki kekayaan melimpah dan beragam monopoli usaha sementara kelompok masyarakat yang lain berada di bawah garis kemiskinan. Semangat Bali Ndeso Mbangun Deso diharapkan bisa menjadi katalisator pembangunan dan perkembangan bagi seluruh rakyat Indoesia. Potensi ekonomi yang tersebar sampai di tingkat pedesaan perlu dikelola dengan benar agar kemandirian ekonomi bisa segera tercapai.

*KEUNGGULAN KOPERASI*
Berbagai usaha untuk mewujudkan kemandirian ekonomi tentunya pemerintah perlu, membutuhkan dukungan dari segenap elemen masyarakat. Salah satu elemen penting untuk mendukung upaya tersebut adalah peran nyata dari koperasi. Keberadan koperasi memiliki prospek yang bagus sebagai penggerak ekonomi rakyat karena kekhasan dari koperasi yang tidak dimiliki oleh lembaga ekonomi lain. Koperasi sangat sesuai dengan asas ekonomi yang diinginkan oleh “bapak bangsa” kita untuk mengantar perekonomian Indonesia menuju pada suatu kemakmuran. Semboyan “makmur dalam kebersamaan dan bersama dalam kemakmuran” bisa diwujudkan dalam wadah koperasi. Dengan asas usaha dari, oleh dan untuk anggota, koperasi telah memposisikan diri sebagai mitra sejajar dalam berusaha.
Beberapa keunggulan dari koperasi diantaranya, suatu lembaga ekonomi yang berwatak sosial lguna meningkatan kesejahteraan bersama.

Ini adalah tantangan besar koperasi yang harus disikapi dengan serius dan usaha keras. Kita perlu menyambut baik keinginan Kementrian Koperasi dan UKM yang mencanangkan koperasi dan UKM sebagai pilar ekonomi rakyat. Mengacu pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 47 tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara, bahwa Kementerian Koperasi dan UKM bertugas menangani urusan pemerintahan dalam rangka penajaman, koordinasi, dan sinkronisasi program pemerintah bidang pemberdayaan koperasi dan UKM. Tugas Kementerian Koperasi dan UKM adalah merumuskan kebijakan dan mengkoordinasikan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan serta pengendalian pemberdayaan koperasi dan UKM di Indonesia.

BACA JUGA  Prof Dr H Agustitin: Memperingat Hari Koperasi Dalam Kaitannya Pemikiran Bung Hatta Tentang Demokrasi Ekonomi Melalii KOPERASI.

Wujud keseriusan ini harus nampak pada Rencana Strategis pemerintah yaitu meningkatkan Koperasi berkualitas dan tumbuhnya jumlah koperasi aktif secara nasional. Upaya lain adalah menumbuhkan iklim usaha yang kondusif bagi pengembangan usaha koperasi dan UKM pada berbagai tingkatan pemerintahan, meningkatkan produktivitas, daya saing dan kemandirian koperasi dan UKM di pasar dalam dan luar negeri, dan mengembangkan sinergi dan peran serta masyarakat dan dunia usaha dalam pemberdayaan koperasi dan UKM.Ini menunjukkan keseriusan untuk menjadikan koperasi sebagai tulangpunggung penggerak ekonomi rakyat.

Jika target tersebut terealisasi maka koperasi akan menjadi kekuatan ekonomi yang besar dan mampu menjadi soko guru ekonomi nasional. Untuk menuju pada tujuan tersebut perlu dilakukan langkah-langkah serius guna mempersiapkan koperasi menjadi lembaga yang profesional dan berkualitas. Sudah tidak jamannya lagi koperasi dikelola dengan asal-asalan. Untuk itu pemerintah melalui Kementrian Koperasi dan UKM, Dekopin, dan instansi terkait lainnya perlu mengadakan pelatihan dan pembinaan secara intensif terhadap SDM koperasi. Pemerintah bisa melibatkan perguruan tinggi agar upaya tersebut bisa dilaksanakan dengan cepat dan hasilnya sesuai yang diharapkan.

Disamping itu upaya revitalisasi peran koperasi adalah terobosan dalam kebijakan kredit usaha. Bantuan modal untuk UKM yang selama ini disalurkan oleh bank agar bisa dikelola oleh koperasi. Ini bertujuan agar kebutuhan permodalan bagi UKM dapat segera terpenuhi. Salah satu keluhan yang selama ini sering muncul dari pengusaha kecil adalah sulitnya prosedur yang ditetapkan oleh bank bagi UKM sehingga timbul keengganan untuk mengajukan bantuan modal. Dana masyarakat yang terkumpul di bank sudah mencapai Rp trilliunan. Sesuai dengan ketentuan perbankan, 80% dari dana masyarakat itu seharusnya dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pinjaman atau Loan Deposit Ratio (LDR). Untuk mempermudah dan memperpendek prosedur peminjaman, keterlibatan koperasi sangat diperlukan sebagai mitra perbankan agar lebih memasyarakat.

Dengan penyederhanaan diharapkan dapat memicu semangat masyarakat untuk membuka usaha sendiri tanpa bergantung pada lapangan kerja yang disediakan pemerintah. Dengan jaringan yang luas dan menjangkau sampai ke pelosok pedesaan koperasi adalah saluran distribusi yang bisa diandalkan bagi penyaluran kredit usaha. Selain menyalurkan bantuan permodalan, koperasi juga harus secara aktif melakukan pembinaan terhadap masyarakat dan UKM agar mereka membenahi kelemahan manajemen yang selama ini ada. Jika semakin banyak usaha kecil dan menengah yang tumbuh di tengah masyarakat maka ini berarti ekonomi rakyat telah mulai bangkit.

Nampaknya perlu disadari pula, bahwa kondisi tersebut hanya bisa dicapai jika koperasi secara serius melakukan pembenahan intern dengan meningkatkan profesionalisme kerja sehingga ketika diberi kesempatan untuk membina dan mengembangkan UKM mereka bisa melakukan dengan baik. Selain itu segenap anggota harus memegang teguh “rasa memilki” terhadap perjuangan koperasi karena hal ini merupakan faktor utama yang menyebabkan koperasi mampu bertahan pada berbagai kondisi sulit. Dengan mengandalkan “rasa memiliki” yang berimbas pada loyalitas anggota dan kesediaan anggota untuk berjuang bersama menghadapi berbagai kesulitan, akan m

Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) dalam melibatkan pemuda bisa menjadi inspirasi pengelolaan koperasi di Indonesia. Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) merupakan kelompok koperasi gabungan yang berdiri sejak 1982. Koperasi ini digerakkan oleh pemuda-pemuda yang peduli terhadap perkembangan koperasi, terutama dikalangan mahasiswa. Sebagai induk koperasi pemuda Indonesia, Kopindo tidak hanya membawahi berbagai koperasi pemuda di Indonesia, namun juga mengelola dan membina berbagai UKM dari masyarakat umum. Hingga kini ada 25 UKM di seluruh Indonesia yang menjadi binaan Kopindo. Berbagai produk-produk seperti makanan, garmen, kerajinan tangan, dan aksesoris dihasilkan oleh UKM-UKM hasil binaan dari berbagai koperasi pemudaikut bergerak dalam berbagai bidang usaha yang terus berkembang. Usaha di bidang media seperti penerbitan buku, jurnal, majalah, berkembang dengan adanya periklanan dan event organizer. Di bidang wisata dikembangkan dalam paket usaha umroh, haji plus, tiket, dan aneka pariwisata.

BACA JUGA  Tiga Madrasyah Swasta Lotim. Menerima CSR Dari Bank Mandiri

Model pengembangan koperasi harus mampu mengantisipasi perkembangan jaman. Keterlibatan pemuda yang reaktif, visioner dan mampu membaca perubahan jaman, membuat laju koperasi selalu dinamis. Untuk bisa menggandeng pemuda dalam kepengurusan koperasi membutuhkan dukungan dan daya tarik dari koperasi. Para pemuda bisa jadi lebih memilih berkarir di perusahaan besar karena melihat potensi koperasi yang tidak menjanjikan. Karena itu perlu dukungan dari pemerintah, dunia usaha, pendidikan dan insentif khusus seperti permodalan agar pemuda mau terlibat dalam kepengurusan koperasi. Perubahan pola pikir dari keinginan untuk menjadi pegawai menjadi mental wirausaha harus senantiasa ditumbuhkan. Motivasi untuk merubah tantangan dan kelemahan yang ada di koperasi menjadi peluang yang menjanjikan harus senantiasa disampaikan kepada para pemuda.

Untuk itu membutuhkan keterlibatan semua pihak mulai dari sekolah , karang taruna, Remaja mesjid , DKM ,Dean Gereja pkk dan juga perguruan tinggi dalam membentuk karakter pemuda yang bermental wirausaha, tangguh dan berorientasi memajukan perekonomian rakyat. Di beberapa perguruan tinggi, mata kuliah wirausaha diajarkan kepada mahasiswa. Pada kenyataannya banyak materi perkuliahan yang hanya bersifat teori berwirausaha. Muatan motivasi dan dorongan untuk membuka usaha masih minim. Untuk mengelola koperasi dibutuhkan pemuda yang memiliki mental tangguh dan visi ekonomi kerakyatan memadai. Pola pikir ini perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan dari tingkat dasar sampai bisa di implementasinya di masyarakat.

Penutup

Indonesia memiliki potensi ekonomi yang tersebar sampai pelosok pedesaan. Mulai dari potensi peternak susu, batik menjadi produk setiap daerah yang sudah diakui dunia. Wilayah pantai mulai dari rumput laut disamping ikan dll.
Petani yang sudah semakin maju mengembangkan penggarapannya dengan tekhnologi.
Beragam potensi ekonomi tersebut akan semakin berkembang jika dikelola dengan benar. Melalui koperasi, potensi kesejahteraan yang bisa dinikmati masyarakat akan semakin merata. Sebagai contoh masyarakat mendapat pelayanan dari pemerintah yang dapat dikelola mandiri oleh Koperasi Unit Desa (KUD. Koperasi-koperasi tersebut berkembang karena mampu membaca potensi ekonomi di daerahnya. Selain itu, dukungan pengurus yang kompeten dan kebijakan pemerintah yang berpihak pada ekonomi rakyat membuat koperasi-koperasi mampu mengembangkan unit usahanya.

Dengan semangat ber’i koperasi semoga perkembangan koperasi di Indonesia mampu menjadi jalan keluar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Potensi yang dimiliki koperasi adalah modal besar yang harus digunakan dengan benar, agar tujuan kesejahteraan masyarakat bisa tercapbai. Revitalisasi peran koperasi untuk menjawab tantangan perubahan adalah keniscayaan yang harus senantiasa dilakukan. Koperasi harus mampu menjawab tantangan yang datang dan menjadi ujung tombak dalam upaya meningkatkan kesejahteraan bersama.