Prof H Agustitin: DENGAN PENDIDIKAN DI BULAN ROMADON ( SHAUM ) UMAT MUSLIM SECARA BERTAHAP HARUS MAMPU MEPERTINGGI PERADAPAN (NEW NORMAL) YANG BERBUDI BEKRTI BEBASIS RUHANIAH

Prof H Agustitin: DENGAN PENDIDIKAN DI BULAN ROMADON ( SHAUM ) UMAT MUSLIM SECARA BERTAHAP HARUS MAMPU MEPERTINGGI PERADAPAN (NEW NORMAL) YANG BERBUDI BEKRTI BEBASIS RUHANIAH

Satu bulan penuh umat muslim secara serentak mengkaji Teks suci al-Qur’an melalui shaum, yang sudah dibiasakan menyebutnya sebagai puasa,yang secara tersirat tujuan utamanya adalah mempertinggi peradapan ,yang pada ujungnya terbentuk terkena kehidupan dengan akhlakul qarimanh

Begitu pula kajian terhadap Sunnah Nabi, merupakan sumber kajian untuk mempertinggi peradaban bagi umat islam, serta setiap tindakan membawa kesucian budi pekerti (fadhilah), peradaban Islam yang disebut sebagai peradaban berbudi pekerti dan berbasis rohani (al-hadharah al-fadhilah).

Nabi Muhamad SAW telah berhasil memberi contoh historis dan meletakan dasar yang kuat untuk sabuah peradaban yang suci dan tinggi.

Beliau secara terus menerus mengingatkan para sahabatnya tentang nilai yang sangat penting tentang sisi kualititatif sisi ruhani dan akhlak dibandingkan dengan yang bersifat kuantitatif.

Nabi Muhamad telah menubuwatkan, meramprediksi tentang hal ini setidaknya di dalam dua peristiwa.
Beliau mengatakan bahwa akan ada di masa depan ketika jumlah Muslim akan sangat banyak tetapi kualitas akhlaknya rendah karena cinta mereka terhadap dunia dan takut akan mati:
“Kalian akan seperti buih dan sampah yang dibawa oleh aliran air yang deras, dan Allah akan mengambil perasaan takut dari dadamu tentang musuhmu dan memasukkan kelemahan mental dan akhlak ke dalam dadamu.”
(HR Abu Daud).

Sesungguhnya Generasi muda Islam secara terus menerus diingatkan oleh sifat sejati akhlak dan ruhani di dalam perjuangan mereka.

Pada masa awal sekali misi beliau, orang-orang yang tepat beradaban (kafir) menawarkan kepada beliau ganjaran duniawi dan pada keadaan yang lain, mereka bahkan meminta beliau untuk berdoa kepada Tuhan untuk memberikan kepada dirinya sendiri taman-taman, istana-istana, dan harta emas dan perak; yang secara alamiah ditolaknya, dan menjawab bahwa beliau tidak ditunjuk untuk memperoleh hal-hal tersebut.

Peran utama komponen ruhani dan akhlak di dalam kepemimpinan dan pe merintahan. Analisis ibnu
Khaldun yang ter kenal tentang bangkit dan runtuhnya peradaban khususnya berakar pada kekuatan kualitas ruhani dan akhlak para pemimpin kunci, yang menentukan kualitas kekuatan kelompok. Bahkan, beliau pada dasarnya menggemakan peringatan al-Qur’an dan kenabian bahwa perkembangan sains sekular dan kekayaan kebendaan dari se buah peradaban yang mapan dapat me nyumbang kepada pelemahan kekuatan ruhani dan akhlak, serta solidaritas.

Kegagalan dari Modernitas

*Pertama* Barat dan hasil peradaban industrial dan teknologi telah secara berkala menghasilkan krisis ekonomi, ketidakseimbangan ekologis, ekstremitas sosial dan politik, dan ancaman perang nuklir.

Di tambah lagi Cina secara aktif berusaha untuk menjadi peradaban ekologis pertama yang mencoba menggantikan peradaban barat modern, utamanya adalah untuk menangani tantangan ekologisnya sendiri yang muncul dari perubahan teknologis dan ekonomi yang berjalan cepat.

BACA JUGA  KISAH DAHSYATNYA SHOLAWAT NABI

Sebagian corak dasar dari sebuah peradaban ekologis sebagaimana didukung oleh kepemimpinan Cina sekarang ini adalah bahwa manusia seharusnya tidak memandang diri mereka sendiri lebih tinggi dari bagian lain dari alam; bahwa hubungan antara manusia dan yang lain seharusnya bersifat setara, bersahabat, dan saling bergantungan; bahwa manusia seharusnya merasa berutang kepada alam sebagai sumber asal kita dan untuk memperlakukannya dengan baik;

BACA JUGA  Tak Ada yang Kebetulan dalam Hidup

Bahwa alam seharusnya tidak dieksploitasi secara berlebihan; bahwa lingkungan dan ekosistem alamiah harus dihormati secara tepat; bahwa prinsip akhlak mesti diikuti untuk menjamin kewajaran antara orang-orang, bangsa-bangsa dan generasigenerasi; bahwa perkembangan yang bersinam bungan seharusnya dibuat sebagai tujuan nasional tertinggi sebagaimana hal ter sebut bertentangan dengan tujuan per kem bangan jangka pendek dan eksploitasi terhadap sumber daya secara berlebihan;

Dan bahwa hasil dari perkembangan harus dinikmati oleh seluruh anggota masyarakat, bu kan hanya oleh kelompok kecil saja.

Hal yang terurai diatas perlu diwujudkan ke dalam pengalaman dan dicontohkan pada tingkat pribadi dan kemasyarakatan, yang mengandaikan sebuah per ubahan ruhani dan akhlak mulia secara lahir batin.

Hal ini melibatkan perubahan mendasar pada pandangan alam orang-orang mengenai sifat dan nasib manusia dan alam semesta, makna kebahagiaan sejati, dan sebuah perubahan radikal terhadap gaya hidup bermasyarakat, tidak begitu pasti bagaimana pemerintah Cina berencana untuk melaksanakan perubahan menyeluruh dan mendasar.

Dibandingkan dengan peradaban Barat dan Cina serta peradaban Islam, peradaban fadhilah merupakan sebuah peradaban berbudi pekerti yang berbasis rohani. Orang-orang Muslim harus selalu berusaha untuk mendirikannya dan menjaga coraknya yang abadi dan kontinuw..

Peradapan Islam dan Kontrol kursinya.

Oleh karena peradapan Islam hadir dari keragaman kebudayaan orangorang Muslim di seluruh dunia, sebagai hasil penyebaran unsur-unsur mendasar agama Islam yang telah dihadirkan dari dalam diri mereka sendiri…

Jadi segala unsur-un sur yang mendasar dan terpuji dari peradaban pra-Islam yang mengikat orang-orang dan diterima sebagai sesuatu yang sesuai dengan Islam , telah menjadi bagian peradaban Islam.

Peradaban Islam merupakan peradaban yang hidup dengan nadi yang menggambarkan sebuah proses pendidikan pembiasaan terhadap,Syahadat, sholat, puasa, zakat dan Haji , sebgai landasan process Islamisasi, bukan dalam pengertian dialektis ‘perkembangan’ secara evolusioner, tetapi dalam pe ngertian kemajuan yang melibatkan se tiap generasi Muslim menuju perwujudan sifat dan ruh asali Islam sebagai sesuatu yang sudah mapan di dalam sejarah; dalam pengertian sebuah pembentangan (unfolding) prinsip-prinsip teoritis dan praktis Islam di dalam kehidupannya; dalam pengertian sebuah perwujudan apaapa yang inti dan potensi dari Islam di alam kewujudan. Kemajuan yang berproses secara sistemik dan metodis serta tuntas., pembentangan, dan perwujudan ini tergantung kepada tingkat ilmu tentang Islam, tentang pencapaian intelektual dan kebudayaan orang-orang Islam di mana hal tersebut (proses) muncul. De ngan demikian, peradaban Islam adalah sebuah perwujudan kesatuan di dalam keragaman, begitu juga sebagai keragaman di dalam kesatuan.”

BACA JUGA  Akhlaqku Tak Seindah Dan Sebaik Postinganku

Peradaban Islam merupakan peradaban yang hidup. Di dalamnya setiap generasi Muslim secara sukarela dan sadar berjuang menuju perwujudan sifat dan ruh asal Islam sebagai sesuatu yang sudah mapan dalam sejarah. Proses ini membentangkan prinsip teoritis dan praktis Islam dalam kehidupan umat muslim, dan mewujudkan apa yang potensial dan esensial di dalam Islam ke dalam alam mewujudkannya yag damai dan sejahtera(rahmatan lil nalamin).

Yang disebut sebagai Zaman Keemasan Islam (Golden Age of Islam) dapat melibatkan pencapaian yang besar pada aspek-aspek yang berbeda pada masa yang berbeda. Sisi akhlak dan ruhani tentu paling tinggi dicapai pada Zaman Nabi saw yang membentuk dasar dan hakikat peradaban Islam. Sedangkan aspek-aspek lain – aspek sains, ekonomi, kesenian, kebudayaan, dan teknologi muncul sesudah itu.

zaman Keemasan Penca paian Sains Islam seharusnya dipindahkan dari abad ke-9 dan ke-10 M, yang memberikan man faat kepada warisan saintifik Yunani, ke abad ke-13 dan ke-14. sains Islam sejati.

BACA JUGA  Pemotongan Hewan Qurban dimasjid An-Najibah dilakukan Sesuai Arahan Pemerintah

Era Keemasan Islam yang sebenar, yang mencerminkan sifat dan ruh sejati manusia berdasarkan Islam didefinisikan dan diukur dengan standar dan kriteria ruhani dan akhlak yang digariskan oleh Na bi dan generasi awal Muslim.
Justeru itu zaman Nabi adalah Zaman Keemasan Islam yang sebenar. “Konsep-konsep seperti per kembangan, dan kemajuan dan kesempurnaan ketika diterapkan kepada kehidupan dan sejarah dan nasib manusia tentu harus merujuk, di dalam Islam, akhirnya kepada sifat sejati dan ruhani manusia. Jika tidak, maka itu hanya akan berarti “pe ngem bangan, kemajuan, dan kesempurnaan hewaniah pada manusia.”. Kriteria dan standar ruhani dan ke unggulan akhlak telah disempurnakan. Ke sempurnaan budi pekerti yang suci dari manusia telah dicapai oleh Nabi Muhamad SAW.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA