Prof H Agustitin: BAGAIMANA SEHARUSNYA PENERAPAN NEW NORMA SEKOLAH DAN KAMPUS

banner post atas

Kebijakan new normal akan diterapkan di Indonesia. New normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal, namun dengan menerapkan protokol kesehatan.

Seluruh rakyat Indonesia suka tidak suka harus berusaha mengasosiasikan diri dalam tatanan ini.

Usaha beradaptasi yang dapat dilakukan oleh masyarakat Indonesis dengan cara
1. mengurangi kontak fisik,
2. menghindari kerumunan, dan
3. menerapkan pola hidup sehat.
Adaptasi tersebut secara lengkap terdapat dalam aturan protokol kesehatan yang telah disosialisasikan oleh pemerintah dalam berbagai media.

Iklan

Salah satu kunci sukses dalam menghadapi Covid-19 adalah dengan menerapkan protokol kesehatan dari pemerintah sebagai pola adaptasi perilaku.

Terkaid dengan dunia pendidikan di masa pandemik Covid-19 ini, sebaiknya tidak hanya memikirkan target kurikulum pendidikan, melainkan juga harus memperhatikan masalah kesehatan dan keselamatan hidup ppesrtadidiknya. “Perta didik harus di persiapkan mental mentalnya”.
Hendaknya secara terurus menerus melakukan koordinasi melibatkan peran serta orangtua.

Kerjasama antara keduanya hendaknya dipersiapkan panduan oleh pihak yang terjadi misalnua dinas pendidikan.
Hal ini dilakukan tidak semudah membalikkan telapak tangan ,dengan ,membuat keputusan “bulan Agustus,” mulai masuk sekolah

Pemerintah hingga kini belum bisa memungkiri berdasarkan skenario yang telah dirancang sebelumnya kemungkinan fasilitas pendidikan akan kembali dapat beroperasi seperti sekolah dan perguruan tinggi akan dibuka pada akhir tahun atau bahkan awal tahun baru. bahwa alasan pemerintah adalah tidak ingin tergesa-gesa dalam memutuskan sekolah atau kampus akan dibuka karena masih memikirkan dampak yang timbulk dari.diperlakukannya : new normal.“

Sangat di mungkinkan sekolah, dan kampusmerupakan, “sektor yang paling terakhir,. “
Namun apabila menurut kalender itu pertengahan bulan Juli harus sudah di mulai.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) belum bisa memastikan apakah siswa dapat masuk sekolah kembali pada pertengahan Juli mendatang. Nadiem.kari memberikan pernyataan: pembelajaran tatap muka kemungkinan hanya dibuka di daerah zona hijau dan sebagian daerah memiliki zona kuning,sementara pada zona merah tetap dilakukan pembelajaran jarak jauh.

Namun Skenario ini. masih didiskusikan dengan pakar dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Dengan demikian keputusan bukan hanya berdasarkan faktor pendidikan saja tapi dilihat dari aspek penanganan Covid-19 ini.

Hingga saat ini Kemendikbud masih mencari formula perencanaan untuk menerapkan pola hidup baru pada masa pandemik Covid-19

Presiden Joko Widodo dan Mendikbud Nadiem Makarim nampaknya sudah mendiskusikan untuk mengundur penerapan new normal atau kehidupan baru untuk sekolah.
“Presiden Jokowi dan Mendikbud Nadiem, banyak SD, SMP padat. Dengan demikian Nyaris sulit untuk di laksanakan terutama mengatur jaraknya.

Memang sambil merumuskan pola yang terbaik untuk sekolah SD, SMP, dan SMA sebaiknya diundur sampai awal tahun depan, karena corona masih belum nampak menurun.

BACA JUGA  Angka Pasien Sembuh Dari Covid-19 Di Wisma Atlet Mencapai 75 Persen

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merumuskan 19 item terkait kebijakan ‘New Normal’ bagi lembaga pendidikan.

Memang sudah ada beberapa provinsi , kini sudah akan memulai menerapkan kehidupan  New Normal di tengah Pandemi Corona. Pemerintah memilih langkah New Normal sebagai upaya membangkitkan kembali produktivitas masyarakat yang sempat menurun.

New Normal bisa dilakukan di sekolah dengan 19 item syarat yang sudah disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 19 item tersebut yakni
1. Proses Skrining Kesehatan
Guru dan karyawan sekolah dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung, paru dan pembuluh darah, Kehamilan, kanker, atau daya tahan tubuh lemah atau menurun, tidak disarankan untuk mengajar/bekerja di sekolah. Golongan-golongan tersebut dapat diberikan opsi Work From Home (WFH).

2. Skrining Zona Lokasi
[4/6 19:52] Agustitin: Skrining zona lokasi tempat tinggal melakukan identifikasi zona tempat tinggal guru dan karyawan. Jika tinggal di zona merah disarankan bekerja di lokasi sekolah dekat tempat tinggalnya.

3. Lakukan Test Covid-19
Tes disarankan dengan metode RT-PCR sesuai standar WHO.

Jika secara teknis terdapat keterbatasan biaya atau reagen, maka dapat dilakukan opsi pooling test dengan jumlah sampel kurang dari 30.

4. Tanda Lulus Skrining
Guru dan karyawan yang sudah lolos tahapan skrining diberi tanda.

5. Sosialisasi Virtual
Sosialisasi virtual, seminggu sebelum kegiatan belajar mengajar diberlakukan, lakukan pola baru ke orang tua, siswa, guru, dan staf sekolah.

6. Atur Waktu

8. Posisi Duduk Siswa . Pengaturan posisi duduk di ruang kelas dan ruang guru minimal berjarak 1,5 meter. Bila memungkinkan pakai pembatas plastik.

9. Guru Tetap
Guru tidak berpindah kelas, guru kelas diupayakan tetap atau tidak berpindah kelas.
Untuk guru SMP yang mengampu mata pelajaran maka dapat dilakukan perpindahan dalam proses belajar mengajar dengan mengacu protokoler kesehatan.

10. Jaga Jarak Ideal
Menjaga jarak guru dari siswa dan tidak mobile, sesuai dengan mengacu protokoler kesehatan.

11. Melakukan Skrining Harian
Skrining harian dilakukan oleh siswa, guru, dan staf lewat handphone.Jika suhu di atas 38 derajat, batuk pilek, gangguan kulit, mata, muntah, diare, tidak selera makan atau keluhan lain, maka jangan ke sekolah. Fasilitasi kontak Puskesmas, klinik, atau RS terdekat.

12. Tidak Berkumpul
Pengantar atau penjemput berhenti di lokasi yang ditentukan dan di luar lingkungan sekolah, serta dilarang menunggu atau berkumpul. Hanya berhenti, turunkan, kemudian pergi tinggalkan sekolah.

13. Skrining Fisik
Skrining dilakukan di pintu masuk sekolah, untuk guru, siswa dan karyawan yang meliputi cek suhu tubuh, masker dan tidak tampak sakit.

BACA JUGA  Prof H Agustitin: Menyorot Ekonomi Indonesia Sebgai Dampak COVID 19 Yang Semakin memanjang.

14. Penerapan PHBS
Aturan pola sekolah baru, mengadopsi upaya pencegahan Covid-19. Meliputi wajib bermasker, pengaturan jarak, tidak menyentuh, membiasakan cuci tangan, penyediaan westafel dan hand sanitizer. Tidak ada pedagang luar atau kantin, siswa dapat membawa bekal sendiri dari rumah. Tidak boleh tukar makanan dan tempat makanan antar siswa.

15. Informasi
Informasi pencegahan Covid-19 harus dipasang di gerbang sekolah dan kelas.

16. Disinfektan
Menjaga kebersihan gagang pintu, kebersihan keyboard, kebersihan komputer, kebersihan kelas, meja dan kursi belajar dengan disinfeksi setiap hari, termasuk lingkungan sekolah.

17. Penutup Teman Bermain
Meniadakan atau menutup tempat bermain atau berkumpul.

18. WFH
Wfh bagi guru yang bepergian, karyawan, siswa yang pulang bepergian ke luar kota dan luar negeri diberi waktu WFH atau belajar di rumah selama 14 hari.

19. Pemberdayaan UKS
Sekolah harus menyiapkan dukungan UKS dan psikologis harian di sekolah pemerintah daerah wajib menurunkan petugas medis secara berkala ke sekolah.Juga secara reguler dilakukan pemeriksaan secara sampling di sekolah. Aturan spesifikasi lain disesuaikan dengan lokasi dan kondisi, seperti dilansir Warta Kota.

Secara khusus NEW NORMAL yang sangat perlu dan utama adalah kesehatan rohani peserta didik , secara umum dapat dilakukan pembiasaan.sbb:

a. *”New Normal”* dengan *TAUBAT* sebagai landasan perubahan pola kehidupan yang telah banyak dan sering melenceng dari rel syariat, sudah seharusnys kembali menuju jalan yang diridlai Tuhan Allah dengan menjadikan dirinya menjadi hamba-Nya yang disiplin beribadah sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya saw.

b. *”Masker”* dengan *ASSHUMTU* yaitu diam, meninggalkan perkataan jelek dan tak berguna agar kita tak menulari dan tertular virus ghibah, dusta, fitnah, hoax dll.

c. *”Sanitizer”* dengan *ISTIGHFAR* kalau-kalau kita telah terkontaminasi dosa dan maksiat saat berinteraksi dengan orang lain.

d. *”Sosial Distancing”*ll dengan *SABAR*.
Menahan diri dan meninggalkan hal-hal yang tak berfaedah dan menjaga jarak dari perkara-perkara yang mengundang nafsu syahwat.

e. *”Cek Suhu”*dengan *MUHASABAH*.
Apakah ada indikasi bahwa nafsu dan emosi kita meningkat atau tak terkendali.

f. *”Rapid Test”* dengan *MUNAJAT*
Memohon petunjuk agar batin kita dibersihkan kembali jika telah terpapar sifat-sifat buruk, dengki, egois, pemarah, malas, su’udzhan dll.

g. *”Imunisasi”* dengan *DZIKIR, TILAWAH, TADARRUS Al QURAN DAN DOA* agar batin kita memiliki imunitas /kekebalan terhadap virus-virus yang dibawa oleh nafsu dan setan yang membayangi setiap langkah kita.

Semoga Allah SWT selalu melindungi jasmani dan rohani kita dari berbagai penyakit.