Perantau hendaklah zakat fitrah di tempat ia tinggal saat itu ||edisi ke-28 1443 H

Perantau hendaklah zakat fitrah di tempat ia tinggal saat itu ||edisi ke-28 1443 H

Diantara hal yang harus diperhatikan dalam zakat fitrah adalah memberikannya kepada orang yang benar-benar Mustahik (berhak menerima zakat). Agar tujuan dari zakat fitrah itu tepat sasaran.

Adapun diantara tujuan adanya zakat fitrah adalah memberikannya kepada orang yang fakir dan miskin, sehingga pada malam dan siang hari raya tidak ada orang muslim yang lapar. Semua bisa menikmati kebahagiaan dan indahnya I’dul Fitri.

Orang yang berada di satu tempat, kampung atau daerah, hendaklah mengeluarkan zakat fitrah ditempat dia tinggal, supaya orang tidak mampu yang ada disekelilingnya terpenuhi kecukupannya pada malam dan siang hari rayanya. Sangat tidak pantas rasanya kalau berzakat fitrah ditempat yang jauh, sementara disekelilingnya masih banyak Mustahik yang berhak menerima zakat.

Keterangan di atas dikuatkan oleh penjelasan yang ada pada kitab Ghayah Talkhish al-Murad berikut :

ـ (مسألة): تجب زكاة الفطر في الموضع الذي كان الشخص فيه عند الغروب، فيصرفها لمن كان هناك من المستحقين، وإلا نقلها إلى أقرب موضع إلى ذلك المكان

Zakat fitrah wajib (ditunaikan) di tempat di mana seseorang berada pada saat matahari (di hari akhir Ramadhan) tenggelam. Maka ia memberikan zakat fitrah pada orang yang berhak menerima zakat yang berada di tempat tersebut, jika tidak ditemukan, maka ia berikan di tempat terdekat dari tempatnya” (Syekh Abdurrahman bin Muhammad bin Husein Ba’lawi, Ghayah Talkhish al-Murad, hal. 43).

Orang yang merantau hendaknya mengeluarkan zakat fitrahnya di tempat rantauan dimana dia tinggal. Kalau memang di tempat tinggalnya tidak ada Mustahik, maka dia pindahkan zakat fitrahnya di tempat atau kampung terdekat dimana dia tinggal.

Apakah zakat fitrah menjadi batal atau tidak sah jika tetap dipaksakan untuk mengeluarkan zakat fitrah ditempat yang jauh dari daerah tempat tinggal ?. Misalnya di sana ada kerabat yang menurutnya juga berhak mendapatkan zakat fitrah.

Pada dasarnya zakat fitrah itu harus dikeluarkan di tempat dimana dia tinggal, namun disebagian Mazhab Syafi’i membolehkan zakat fitrah di tempat yang lain dengan status kebolehan yang masih diperselisihkan. Ini sesuai dengan penjelasan dalam kitab al-Majmu’ ala Syarh al-Muhadzab:

قال أصحابنا إذا كان في وقت وجوب زكاة الفطر في بلد وماله فيه وجب صرفها فيه فإن نقلها عنه كان كنقل باقي الزكوات ففيه الخلاف والتفصيل السابق

“Para Ashab (ulama Syafi’iyah) berkata: ‘Ketika seseorang pada saat wajibnya zakat fitrah berada di suatu daerah, dan hartanya juga berada di daerah tersebut, maka wajib untuk menunaikan zakat di daerah tersebut. Jika ia memindahkan pembagian zakatnya (ke tempat yang lain) maka hukumnya seperti halnya hukum memindahkan pembagian zakat yang terdapat perbedaan di antara ulama dan terdapat perincian yang telah dijelaskan.” (Syekh Yahya bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu’ ala Syarh al-Muhadzab, juz 6, hal. 225)

Jadi, untuk lebih Afdhalnya zakat fitrah, maka sebaiknya keluar dari perselisihan ulama dan mengambil pendapat terkuat yaitu harus mengeluarkan zakat fitrah di tempat dimana dia tinggal.

Wallahu A’lam
Fath

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA