Definisi fiqih secara bahasa adalah kata yang berasala dari bahasa Arab yang diambilkan dari kata fi’il فَقِهَ yang bermakna memahami atau mengerti. Terdapat dalam firman Allah ayat yang menyatakan kata فَقِهَ yang bermakna demikian, Allah berfirman : (قالوا يا شعيب ما نفقه كثيرا مما تقول) . Allah berfirman : “Mereka berkata : “Wahai Syu’aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu.”
Adapun definisi fiqih secara istilah adalah pengetahuan tentang hukum-hukum syariat Islam yang berkaitan dengan amal perbuatan hamba dan diambilkan dari sumber dalil yang terperinci. Dalam bahasa Arab kata fiqih juga bisa bermakna kumpulan hukum syariat yang berkaitan dengan amal perbuatan hamba itu sendiri.
Ada beberapa kitab yang sangat penting dalam madzhab Syafi’I di antaranya adalah :
- Al Umm kitab yang ditulis oleh Abu Abdillah Muhammad bin Idris asy Syafi’i (820 M/ 204 H).
- Mukhtashor Al Muzani kitab yang ditulis oleh Abu Ibrohim Ismail bin Yahya Al Muzani (878 M/ 264 H).
- Al Hawi Al Kabir kitab yang ditulis oleh Al Qodli Abu Al Hasan Ali bin Muhammad bin Habib Al Mawardi (1058 M/ 450 H).
- Al Ahkam AsSulthoniyyah wal Wilayat Ad Diniyyah kitab yang ditulis oleh Qodli Al Qudlot Abu Al Hasan Ali bin Muhammad bin Habib Al Mawardi (1058 M/ 450 H).
- Al Muhadzdzab kitab yang ditulis oleh Abu Ishaq Ibrohim bin Ali Al Fairuz-abadi Asy Syirozi (1083 M/ 476 H).
- At Tanbih kitab yang ditulis oleh Abu Ishaq Ibrohim bin Ali Al Fairuz-abadi Asy Syirozi (1083 M/ 476 H).
- Nihayatul Mathlab fi Diroyati Al Madzhab kitab yang ditulis oleh imam Al Haromain Abdul Malik bin Abdullah bin Yusuf Al Juwaini (1084 M/ 478 H).
- Ghiyatsu Al Umam fi At Tayats Adh Dhulam kitab yang ditulis oleh imam Al Haromain Abdul Malik bin Abdullah bin Yusuf Al Juwaini (1084 M/ 478 H).
- Al Wasith kitab yang ditulis oleh Hujjat Al Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghozali Ath Thusi (1111 M/ 515 H).
- Fathu Al Aziz fi Syarh Al Wajiz kitab yang ditulis oleh imam Abu Al Qosim Abdul Karim bin Muhammad Al Rofi’i (1226 M/ 623 H).
- Adab Al Qudlot kitab yang ditulis oleh Al Qodli Syihabuddin Ibrohim bin Abdullah (1244 M/ 642 H).
- Minhaj Ath Tholibin kitab yang ditulis oleh Abu Zakariya Yahya bin Syarof Al Nawawi (1277 M/ 676 H).
- Raudlotu Ath Tholibin kitab yang ditulis oleh Abu Zakariya Yahya bin Syarof Al Nawawi (1277 M/ 676 H).
- Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab kitab yang ditulis oleh Abu Zakariya Yahya bin Syarof Al Nawawi (1277 M/ 676 H).
- Al Ghoyat Al Qushwa fi Diroyat Al Fatwa kitab yang ditulis oleh Qodli Al Qudlot Abdullah bin Umar Al Baidlowi (1286 M/ 685 H).
- Al Mantsur fi Al Qowaid kitab yang ditulis oleh Badruddin Muhammad bin Bahadir bin Abdullah Al Zarkasyi (1392 M/ 794 H).
- Al Asybah wa Al Nadhoir kitab yang ditulis oleh Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakr bin Muhammad Al Suyuthi (1505 M/ 911 H).
- Tuhfat Al Muhtaj Syarh Al Minhaj kitab yang ditulis oleh Syihabuddin Ahmad bin Ali bin Hajar Al Haitami Al Makki (1567 M/ 974 H).
- Mughni Al Muhtaj ila Ma’rifati Ma’ani Alfadhi Al Muhtaj kitab yang ditulis oleh Syamsuddin Muhammad bin Ahmad Al Syirbini Al Khothib (1570 M/ 977 H).
- Nihayat Al Muhtaj ila Syarh Alfadhi Al Muhtaj kitab yang ditulis oleh Syamsuddin Muhammad bin Ahmad Al Romli Al Mishri (1596 M/ 1004 H).
- Hasyihat Al Bujairimi ‘ala Al Khothib kitab yang ditulis oleh Sulaiman bin Muhammad Al Bujairimi Al Mishri (1806 M/ 1221 H).
- Hasyihat Al Syarqowi ‘ala Syar Al Tahrir kitab yang ditulis oleh Abdullah bin Hijazi bin Ibrohim Al Syarqowi (1812 M/ 1227 H).
Adapun terkait hukum mempelajari ilmu fiqih adalah sebagaimana dikatakan oleh para ulama bahwa setiap mukallaf wajib mempelajari ilmu agama yang pokok yang berkaitan dengan amal yang dia lakukan (ilmu al hal) yang mana tidak boleh bagi setiap mukallaf tersebut untuk tidak mempelajarinya. Hal ini berdasarkan hadist Nabi Muhammad : طلب العلم فريضة على كل مسلم yang mana artinya adalah : “Menuntut ilmu agama yang pokok adalah wajib bagi setiap orang Islam.” dan termasuk ilmu agama yang pokok adalah ilmu fiqih yang berkenaan dengan amal yang dilakukan.
Pentingnya mempelajari dan memahami ilmu fiqih tentu sudah sangat jelas di mana seseorang yang hendak beramal tidak akan sah dan tidak akan diterima amalnya oleh Allah jika tidak berdasarkan ilmu agama yang di antaranya adalah ilmu fiqih.
Disusun oleh, Wildan Albina, Mahasiswi STAI Al Aqidah Al Hasyimiyyah Jakarta


