PemKot Tangerang Melarang Warganya Bangunkan Sahur Secara Berkelompok.

banner post atas

Sinar5News.com – Jakarta – Dalam Bulan Suci Ramadhan, Biasanya identik dengan kegiatan membangunkan orang sahur. Namun, berbeda dengan ramadhan tahun ini dikarenakan sedang ada suatu wabah virus corona.

Untuk menghentikan penyebaran pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melarang warganya melakukan aktivitas membangunkan sahur secara berkelompok dan sahur on the road (SOTR).

Larangan tersebut sesuai dengan Surat Edaran Wali Kota Nomor 451/1309-Bag-Kesra/ 2020 Tentang Larangan Membangunkan Sahur Secara Berkelompok dan Melakukan SOTR, yang diterbitkan pada Senin (27/4/2020) lalu.

Iklan

Dalam surat tersebut, tertuang enam poin dasar ditetapkannya surat edaran yang berkaitan dengan pelaksanaan sistem Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) itu. Salah satunya di poin enam disebutkan dasar edaran dari Keputusan Wali Kota Tangerang Nomor 443/ Kep.318-Bag.Huk/2020 tentang pemberlakuan PSBB guna meminimalisir angka kasus Covid-19 yang terus meningkat tiap harinya.

“Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami melarang membangunkan sahur secara berkelompok, melakukan SOTR,” ujar edaran itu seperti dikutip¬†Antara.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dalam keterangan resminya, Rabu (28/4/2020) menegaskan, surat edaran larangan tersebut semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Tangerang.

Larangan tersebut mulai berlaku dari ditetapkannya edaran sampai dengan pencabutan status tanggap darurat Covid-19 oleh pemerintah Pusat.

Bukan hanya hal itu, Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah menegaskan bahwa Pihaknya terus mensosialisasikan PSBB kepada masyarakat meski di tengah bulan suci Ramadan 1441 Hijriah.

“Saya imbau masyarakat agar beraktivitas, tarawih dan ibadah di rumah. Kami berharap, Bulan Ramadan ini tak mengurangi aktivitas serta amalan positif dan produktif meski hanya di rumah,” Tegas Arief.

Ia berharap masyarakat mendukung program pemerintah ini dengan mematuhi peraturan pemerintah dan bisa diajak kerja sama dengan baik.

BACA JUGA  APBD Lotim Tahun 2021, Ditetapkan Rp.2,8 Triliun.