PD.Agro Selaparang Lombok Timur, Distribusikan Pupuk Sesuai RDKK,Karena Kuota Pupuk Menurun.

Foto : Sukirman,SH (Direktur Umum PD.Agro Selaparang Lotim-NTB)
banner post atas

Sinar5news.Com – Lombok Timur – Direktur  Perusahaan Daerah (PD)  Agro Selaparang, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) Sukirman membantu Pemerintah Daerah untuk mengatasi kelangkaan pupuk, yang akhir-akhir ini banyak dikeluhkan masyarakat petani.

Menurut Sukirman, dalam tahap pertama ini PD.Agro Selaparang melakukan pembinaan petani di 4 Kecamatan diantaranya di Kecamatan Suralaga,Sukamulia,Aikmel dan Kecamatan Suela, dengan  melakukan pendistribusian pupuk mulai bulan Januari  2021.

“Kami dari PD.Agro Selaparang, ikut mengatasi keluhan petani kita soal kelangkaan pupuk di 4 Kecamatan yakni di Kecamatan Suralaga,Sukamulia, Aikmel dan Suela. Pendistribusian pupuk ini di sesuaikan dengan RDKK (Rencana definitive Kebutuhan Kelompoktani-red), sehingga pupuk ini tepat sasaran,” ungkap sukirman Kepada wartawan. Kamis (28/01/2021)

Iklan

Ia juga menambahkan, Jumlah kuota pupuk yang di berikan oleh pusat pada tahun 2021 ini, jauh menurun bila di bandingkan dengan tahun 2020 kemaren. Pendistribusian pupuk ini dengan jenis pupuk organic dan non organic.

Selain itu, kata Sukirman, dalam pendistribusian pupuk itu, pihaknya mewajibkan pengecer untuk mengisi Form atau formulir yang mana dalam lembaran tersebut berisi jenis pupuk dan harganya sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) sehingga jenis pupuk dan harganya transparan, dengan tujuan agar tidak terjadi permainan harga ditingkat bawah. Kalau ada pengecer yang kedapatan mempermainkan pupuk,maka akan disurati.

“Kita mengetahui,  memang sebagian besar pengecer mengeluhkan  terkait dengan di kuranginya kuota pupuk untuk Lombok Timur,tetapi kita mau bilang apa, karena aturan sudah ditentukan oleh pusat, tentang kuota itu dan tidak boleh di lebihi, ” Kata, Sukirman.

Ditegaskan Sukirman, Pengecer tidak boleh menjual pupuk diatas harga HET, dan menjual keluar wilayah binaannya, karena yang berhak untuk memperoleh pupuk subsidi itu adalah mereka yang sudah tergabung dalam kelompok tani serta RDKK nya sudah masuk dan dikirim kepusat.

BACA JUGA  Masuki New Normal Forkopimda NTB Lakukan Rakor Tangani Covid-19 Di Mataram

“Kita berharap kepada para petani untuk dapat memahami pengurangan kuota pupuk ini, karena sepenuhnya wewenang pemerintah pusat dalam hal ini kementerian pertanian yang mengatur kuota pupuk untuk masing-masing daerah,” pungkasnya. (Bul)