Mewujudkan Keluarga Samawa Oleh :Prof H Agustitin

banner post atas

BAGIAN KE -1 HAKIKAT CINTA

1. Pengertian Hakikat
Istilah bahasa hakikat berasal dari kata “Al-
Haqg”, yang berarti kebenaran. lImu Hakikat, berarti ilmu yang digunakan untuk mencari suatu kebenaran. Beberapa ahli merumuskan definisi hakekat sebagai berikut:

a. Asy-Syekh Abu Bakar Al-Ma’ruf mengatakan: “Hakikat adalah (suasana kejiwaan) seorang Saalik (Shufi) ketika ia mencapai suatu tujuan sehingga ia dapat menyaksikan (tanda-tanda) ketuhanan dengan mata hatinya”

Iklan

b. Imam ALQasyairiy mengatakan: “Hakikat
adalah menyaksikan sesuatu yang telah
ditakdirkan, disembunyikan
(dirahasiakan) dan yang telah dinyatakan
(oleh Allah kepada hamba-Nya”. Hakikat
yang didapatkan oleh Shufi setelah lama
menempuh Tarekat dengan selalu menekuni ditentukan, Suluk, menjadikan dirinya yakin terhadap apa yang dihadapinya. Karena itu, Ulama Shufi sering mengalami tiga macam tingkatankeyakinan:

1. “Ainul Yaqin; yaitu tingkatan keyakinan
pengamatan yang ditimbulkan oleh
indera terhadap alam semesta, sehingga
menimbulkan keyakinan tentang kebenaran Allah sebagai penciptanya;

2.”lmul Yaqin; yaitu tingkatan keyakinan
yang ditimbulkan oleh analisis pemikiran
ketika melihat kebesaran Allah pada alam
semesta ini.

3. Haqqul Yaqqin; yaitu suatu keyakinan
yang didominasi oleh hati nurani Shufi
tanpa melalui ciptaan-Nya, sehingga segala nilai ibadah kepada Allah SWT. Maka hati, tanpa bisa diragukan oleh keputusan ucapan dan tingkah lakunya mengandung kebenaran Allah langsung disaksikan ole akal”.

Pengalaman batin yang sering dialami
oleh Shufi, melukiskan bahwa betapa erat
kaitan antara hakikat dengan ma’rifat, dimana hakikat itu merupakan tujuan awal dari Tasawuf, sedangkan ma’rifat merupakan tujuan akhirnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Hakikat adalah kalimat atau ungkapan yang digunakan untuk menunjukkan makna yang sebenarnya atau makna yang paling dasar darisesuatu seperti benda, kondisi atau pemikiran.

BACA JUGA  Ilmu Alif Ala Maualana Syaikh Untuk Tuan Guru Muda H. M. Ruslan Zain Annahdhy

2. Cinta
Cinta merupakan perasaan yang positif
yang kita berikan pada manusia maupun bendahidup lainnya. Nah, cinta ini dapat dirasakan oleh semua makhluk-Nya.

Cinta yang harus kita kedepankan merupakan cinta kepada Allah dan juga Rasulullah, setelah itu baru kedua orang tua, dan juga pasangan hidup kita yang dapat mengartikan cinta itu seperti apa, tetapi jika kita lihat lebih dalam kata cinta itu maknanya banyak Orang-orang sangat luas, karena objek cinta ini sanges
banyak dan juga perbedaan setiap emosi inta dari tiap-tiap objek juga berbeda.

Cinta itu muncul apabila kedua insan
manusia melewati waktu bersama dalam suka dan juga duka. Karena cinta sejati ini tidak dapat diukur dari apa yang telah diungkapan seseorang. Cinta sejati akan datang apabila kita sendirilah yang mensejatikan cinta tersebut.

Cinta tidak akan dapat dikatakan sejati
apabila hanya dengan pernikahan, tetapi bagaimana ia menjaga dan Juga mempertahankan pernikahan itu dengan saling menjaga, pengertian hingga akhir hayat kedua insan sebuah adanya saling
sayang, berkasih manusia tersebut.