Menimbang Peluang Antara Murka Dan Rahmat Allah

banner post atas

Sebenarnya kalau berbicara tentang rahmat secara ‘ammah (umum), itu mencakup seluruh makhluk, baik manusia ataupun hewan, orang muslim ataupun non muslim. Semuanya mendapat curahan rahmat dari Allah, misalnya seperti pemberian ni’mat sehat, makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan lain-lain. Rahmat seperti ini hanya untuk seluruh makhluknya yang hidup di dunia saja.

Adapun disini, kita akan terfokus membahas tentang rahmat Khashshah (rahmat khusus) yang hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman, baik itu di dunia maupun akhirat, dalam bentuk taufik untuk berbuat ketaatan kepada Allah, kemudahan untuk berbuat baik, diteguhkan keimanannya dan diberi hidayah menuju jalan yang lurus dan dimuliakan dengan masuk ke dalam Surga serta selamat dari Neraka.

Mari kita bersama-sama mengkaji, peluang manakah yang lebih besar disediakan Allah bagi orang Islam, murka atau rahmatnya.

Iklan

Kalau ditanya antara murka dan rahmat, jelas kebanyakan orang memilih rahmat. Karena rahmat berujung kepada bahagiaan dan surga. Sedangkan murka berujung kepada kesengsaraan dan neraka.

Untuk memberikan gambaran yang jelas tentang keduanya. Ada baiknya kita mengkaji bersama hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Muttafaq ‘alaih dari Abul Abbas, yaitu Abdullah bin Abbas bin Abdul Muththalib, radhiallahu ‘anhuma.

Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu mencatat semua kebaikan dan keburukan, kemudian menerangkan yang demikian itu – yakni mana-mana yang termasuk hasanah (kebaikan) dan mana-mana yang termasuk sayyi ‘ah (keburukan). Barangsiapa yang berkehendak mengerjakan kebaikan, kemudian tidak jadi melakukannya, maka dicatat oleh Allah sebagai suatu kebaikan yang sempurna di sisinya”

Dalam potongan hadits tersebut Allah menunjukkan begitu besar rahmatnya kepada orang yang beriman, hanya dengan modal niat Allah sudah hitung baginya menjadi suatu kebaikan.

BACA JUGA  Tim Puma Sat Reskrim Polres Lotara Berhasil Meringkus Satu Orang Pelaku Curas

Potongan hadits berikutnya Allah menjelaskan tentang rahmatnya yang berlipat ganda terhadap orang beriman, dimana Allah melipat gandakan pahala orang yang berkehendak mengerjakan kebaikan, kemudian jadi melakukannya, maka Allah mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan di sisinya, sampai menjadi tujuh ratus kali lipat, bahkan dapat sampai menjadi berganda-ganda yang tak terhingga jumlahnya.

Bukan sekedar kebaikan, dalam hal keburukanpun rahmat Allah terus mengalir bagi orang beriman. Yaitu apabila seseorang berkehendak mengerjakan keburukan kemudian tidak jadi melakukannya maka dicatat oleh Allah sebagai suatu kebaikan yang sempurna di sisinya, dan barangsiapa yang berkehendak mengerjakan keburukan, kemudian jadi melakukannya, maka dicatatlah oleh Allah sebagai satu keburukan saja di sisinya.

Dalam hal keburukanpun Allah masih membukakan peluang besar untuk meraih ridonya. Ini menunjukkan bahwa rahmat Allah lebih besar dari murkanya. Apalagi bila melihat hadits yang diriwayatkan Bukhari 5999 dan Muslim no 2754) tentang gambaran kasih sayang Allah terhadap hambanya “Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hambanya daripada wanita ini terhadap anaknya”

Penjelasan yang senada juga dapat kita lihat dalam alqur’an surat al-a’roof ayat 156.

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ

“Dan Rahmat (kasih sayang)Ku meliputi segala sesuatu” (QS Al-A’roof : 156)

Dari paparan diatas dapat diambil kesimpulan, bahwa peluang orang muslim mendapatkan rahmat Allah lebih besar dari peluangnya mendapat murka Allah, karena dalam kondisi bersalahpun Allah masih memberikan kesempatan untuk mendapatkan kebaikan. Lebih lagi ketika dalam kondisi mengerjakan kebaikan, ganjarannya dilipat gandakan. Fathi.